Kajot Didemo

Kajot Didemo

  Jumat, 15 April 2016 09:16
TEKS: Ratusan massa dari keluarga korban Putri Lusiando melakukan demo Ketua DPRD Kabupaten Bengkayang Martinus Kajot, A.Md. FOTO//AIRIN//PONTIANAK POST

Berita Terkait

BENGKAYANG-Sekitar pukul 10.00 wib ratusan massa mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bengkayang. Aksi massa meminta Ketua DPRD Kabupaten Bengkayang Martinus Kajot, A.Md bertanggungjawab atas perbuatannya dihadapan hukum.

Mereka juga meminta anggota dewan dan Badan Kehormatan DPRD memecat Martinus Kajot secara tidak hormat, karena melanggar kode etik dewan. Massa menganggap, perbuatan dan prilaku Martinus Kajot tidak pantas lagi dalam menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Bengkayang. Karena dinilai tidak bermoral.

''Kami masyarakat Dayak tidak mau dipimpin oleh pejabat yang tidak bermoral. Kami minta Kajot turun dari jabatan dan mempertanggungjawabkan perbuatannya,'' ucap Martinus Ujang, perwakilan pendemo sekaligus juru bicara koordinator aksi massa, Kamis (14/4).

Dia menilai perbuatan Kajot sebagai Ketua DPRD Kabupaten Bengkayang sudah mempermalukan suku Dayak di tanah Kalimantan. Dikarenakan banyak anak gadis yang dirusak tanpa adanya pertanggungjawaban kepada pihak keluarga korban.

Ia meminta kepada BKD memecat Martinus Kajot karena sudah melanggar kode etik DPRD Kabupaten Bengkayang. Serta mengangkat kasus yang dialami pihak korban Putri Lusiando (26) yang dianggap mencoreng nama baik keluarga di situs jejaring sosial, facebook.

''Kami minta kepastian hukum. Karena sudah jelas Ketua DPRD Kabupaten Bengkayang Martinus Kajot melanggar kode etik dewan,'' tukas Ujang yang juga mantan anggota DPRD Kabupaten Bengkayang.

Koordinator massa, Yakonus Dodot menambahkan aksi masa dilakukan pihak keluarga korban Putri Lusiando karena laporan tidak ditanggapi Ketua Badan Kehormatan DPRD Kabupaten Bengkayang.

''Sudah satu bulan kami dari pihak keluarga korban menunggu hasil laporan. Tapi sampai sekarang laporan pencemaran nama baik yang dilakukan Ketua DPRD Kabupaten Bengkayang Martinus Kajot belum juga ditanggapi,'' tuturnya.

Dia menyebutkan tugas dan tanggungjawab sebagai dewan perwakilan rakyat daerah adalah mengabdi kepada rakyat. Namun anggota DPRD Kabupaten Bengkayang hanya diam dan tidak menanggapi kasus yang dilakukan oleh pimpinannya.

Ia mengungkapkan, seharusnya dalam aturan, 14 hari dilaporkan sudah ada tanggapan dari Ketua Badan Kehormatan DPRD Kabupaten Bengkayang. Namun hingga sekarang laporan pihak korban Putri Lusiando tidak dianggap sama-sekali.

Jika kasus Kajot tetap dibiarkan begitu saja, keluarga korban Putri Lusiando akan menuntut Ketua Badan Kehormatan DPRD Bengkayang.

''Kami minta kasus Kajot cepat diselesaikan di DPRD Kabupaten Bengkayang. Kajot harus bertanggungjawab secara hukum. Karena dialah pelakunya yang merusak nama baik keluarga Putri Lusiando,'' paparnya kepada awak media.

Ketua Badan Kehormatan Dewan DPRD Kabupaten Benkayang Antonius Akip bersama anggota DPRD berjanji akan menindaklanjuti laporan pihak keluarga korban Putri Lusiando terhadap perbuatan yang dilakukan Ketua DPRD Kabupaten Bengkayang Martinus Kajot.

''Kami berjanji akan menindaklanjuti laporan pihak keluarga korban Putri Lusiando. Tapi tolong berikan kami waktu 14 hari lagi kedepan untuk menyelidiki perkara ini. Jika tidak ada hasil laporannya silakan pihak keluarga Putri datang lagi kemari untuk melakukan aksi besar-besaran,'' terang Antonius Akipi berserta Wakil Ketua DPRD Yosua Sugara, Seketaris DPRD Lorensius, Wakil Ketua DPRD Fransiskus, Wakil Badan Kehormatan DPRD Siman Sihan dan anggota DPRD Yohanes Pasti. (irn)

Berita Terkait