Kaji Penutupan U-turn

Kaji Penutupan U-turn

  Sabtu, 22 Oktober 2016 09:07

Berita Terkait

PONTIANAK - Keberadaan U-turn pada jam tertentu justru kerap menyebabkan kemacetan panjang. Rencananya Pemerintah Kota Pontianak akan mengkaji penempatan U turn dibeberapa titik Jalan Ahmad Yani, untuk minimalisir kemacetan.

“Tiap tiga bulan sekali kita lakukan evaluasi membahas transportasi Kota Pontianak. Pemberlakuan rekayasa lalu lintas, sampai penutupan U turn akan dibahas di sini, dengan melihat situasi di lapangan seperti apa,” terang Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, Jumat kemarin.

Edi menyadari, keberadaan U turn di Jalan Ahmad Yani, tak jauh dari GOR Pangsuma, pada jam tertentu kerap macet. Menurut dia, agar jalur lancar, kemungkinan akan ada U turn baru atau justru beberapa U turn akan ditutup. Selain itu, pelebaran jalan tak jauh dari penempatan U turn bisa jadi solusi kemacetan.

Dijelaskan dia, U turn macet karena banyak masyarakat dari arah Jalan Sutoyo menggunakan U turn tersebut untuk menuju ke arah Bundaran Untan, atau belok untuk menuju Jalan Gajah Mada. Harus ada simulasi lalu lintas di wilayah ini. “Simulasi dapat dilakukan, dengan melihat kebiasaan terjadi macet di wilayah itu,” terangnya.

Keberadaan U turn di Jalan Ahmad Yani sebenarnya kurang ideal, karena media tengahnya sempit sehingga saat kendaraan belok berhenti sebentar akan menghambat kendaraan dibelakangnya.

“Jika di daerah lain, waktu belok ke kanan ada jalur celah bagi kendaraan untuk terus berjalan sehingga mobil di belakangnya dapat terus berjalan,” terangnya.

Penempatan rubber con di beberapa U turn justru jadi jebakan bagi pengendara. Apalagi di wakti malam, tak sedikti orang yang menabraknya. “Kalau dari sisi estetika, harusnya jalan bersih tak ada rubber con,” terangnya.

Kemacetan di U turn, sampai penempatan rubber con akan dikaji kembali. Mengenai ditutup tidaknya U turn, ia tak bisa menjawabnya, karena ini akan dibawa dalam rapat bersama forum lalu lintas. Namun, kalau dia pribadi, merasa wilayah itu pertlu dilakukan rekayasa lalu lintas. “Semua masukan ditampung,” tutupnya.(iza)

 

 

Berita Terkait