Kaget, Rekening Listrik Bengkak

Kaget, Rekening Listrik Bengkak

  Jumat, 12 Agustus 2016 09:35
TAGIHAN : Agus Jam saat menunjukan tagihan rekening listriknya membengkak. MUSTA’AN

Berita Terkait

PUTUSSIBAU—Sejumlah pelanggan pusat listrik negara (PLN) di wilayah kota Putussibau mengaku kaget dengan membengkaknya pembayaran listrik pasca bayar di loket PLN.

Padahal pemakaian tetap normal. Lonjakkan tagihan mencapai ratusan ribu rupiah dibandingkan bulan sebelumnya. Pelanggan berharap PLN bisa transparan dan menjelaskan apa penyebab tagihan bisa naik signifikan.

Seperti yang diungkapkan Agus Jam Abdurrani pelanggan PLN Putussibau, Kamis (11/8).Dia mengaku kaget ketika mau membayar tunggakan listrik, perbulannya Rp 600-900 ribu. 

Ia juga mengaku bingung dari mana petugas menghitung pemakaian listrik tersebut sehingga pembayarannya besar dan naik lebih dari 500 persen dari pemakaian normal, padahal pemakaiannya ini tetap seperti biasa.

Agus mengaku heran saat ia akanmembayar tunggakan dari bulan Februari hingga Juli setiap kuitansi pembayaran berbeda.

"Pembayaran bulan Februari-Mei saya bayar Rp31 ribu, tapi saat bayar untuk bulan Juni Rp600 ribu dan Juli Rp900 ribu," herannya.

Dia mengaku bingung dengan masalah yang ia hadapi ini dan ia belum bisa membayar tunggakkan yang membengkak dalam beberapa bulan ini.

Dia mengaku, dirumahnya tak pernah memakaian listrik yang banyak.

"Saya tak pernah mengadakan pesta dan hajatan, kok tagihannya membengkak," ujarnya. Dan listrik yang dipakai 900 watt. Untuk ia mengharapkan kepada PLN agar dapat transparan dalam hal ini apa penyebab sampai pembayaran listriknya membengkak seperti ini.

"Saya juga tidak tahu apa yang salah,” tutur Agus lagi.

Menanggapi persoalan tersebut, Mario Martua Gultom Manajer PLN Rayon Putussibau menegaskan tidak ada perubahan ketentuan soal tarif listrik listrik. Semua tagihan pemakaian listrik pelanggan berdasarkan besaran daya listrik yang dipakai setiap pelanggan dan diukur dari KWH meter.

"Untuk kasus pembengkakan tagihan ini akan kami cek dulu kebenarannya dan apa permasalahannya," terangnya.

Lebih lanjut Mario menjelaskan, dalam pembayaran listrik pelanggan, pihaknya mengambil foto KWH pelanggan setiap bulan untuk menyesuaikan tagihan rekeningnya. Jadi tidak mungkin pihaknya memasukkan nilai yang berbeda dengan foto.

"Untuk kasus pembengkakan pembayaran ini bisa jadi KWH rusak beberapa bulan.Saat pembayaran membengkak, KWHnya sudah berganti baru," kilahnya.

Untuk memastikan kesalahan tersebut, sambung Mario lagi, pihaknya akan melakukan pengecekan ulang pada pelanggan yang mengeluh tersebut. karena kasus serupa juga pernah terjadi, karena ada kesalahan teknis (kerusakan) pada meterannya. "Kasus seperti ini bukan baru ini terjadi, ada juga kasus yang serupa, kemudian kami lakukan pengecekkan ulang untuk perbaikan," papar Mario.(aan)

Berita Terkait