Kadin Rangkul Pengusaha Daerah

Kadin Rangkul Pengusaha Daerah

  Sabtu, 23 April 2016 15:44
DIKUKUHKAN : Pengurus Kadin Indonesia periode 2015-2020 dikukuhkan kemarin malam.

Berita Terkait

JAKARTA - Ketua Dewan Pertimbangan Kamar Dagang dan Industri Indonesia Oesman Sapta Oedang (OSO) mengukuhkan kepengurusan Kadin 2015-2020 di Jakarta, Jumat (22/4) malam. Pengukuhan Kadin ini berdasarkan keputusan nomor 127/2016 tanggal 20 April 2016 tentang kepengurusan Kadin. Dalam masa bakti ini ada 348 pengurus di dalam Kadin. "Dengan mengucap bismillahirrahmannirrahim, dengan ini saudara-saudara dikukuhkan sebagai pengurus Kadin Indonesia 2015-2020," kata OSO yang juga pengusaha nasional asal Kalimantan Barat, itu. Eddy Ganefo dipercaya menjabat Ketua Umum Kadin 2015-2020. Sejumlah nama beken ada di dalam pengurusan Kadin ini. Antara lain Zainal Bintang sebagai Wakil Ketua Umum Bidang Wirausaha. Kemudian, Waketum Hubungan Luar Negeri Desi Natalegawa, Waketum Hukum dan HAM Syarifuddin Suding, Waketum Film Ekonomi Kreatif Raam Punjabi, serta Waketum Logistik Elza Syarif.   Pelantikan Kadin ini dihadiri sejumlah tokoh penting. Antara lain Menteri Koordinator Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Hamonangan Laoly, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Eddy Ganefo menegaskan kepengurusan Kadin ini merangkul semua pengusaha dari Aceh sampai Papua. Bahkan, pengusaha kecil menengah juga dirangkul dan diberdayakan. "Kalau sebelumnya terkesan elitis," ujar Eddy. Dia akan membawa Kadin bermitra dan membangun program-program pemerintah. "Kami akan bangun ekonomi kerakyatan dari daerah sampai pusat," ujar Eddy. OSO menegaskan pengurus Kadin ini merupakan orang-orang pejuang. "Makanya saya katakan ini Kadin pejuang atau pejuang Kadin," kata OSO yang juga Wakil Ketua MPR RI ini. Menyinggung soal ekonomi Indonesia, OSO menegaskan saat ini banyak manfaat pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintah. Contohnya pembangunan tol laut, infrastruktur di darat dan lainnya. Pembangunan itu memberikan kesempatan kepada sektor rill. Banyak pengusaha kecil, maupun menengah yang tumbuh. "Pembangunan infrastruktur itu mengundang pertumbuhan pengusaha kecil dan menengah," ujar OSO. Karenanya, OSO berpesan agar Kadin terus merangkul para pengusaha-pengusaha kecil maupun menengah hingga besar dari daerah hingga pusat. Lebih lanjut OSO juga meminta Kadin menumpas kartel daging yang sudah mencekik rakyat. Dia menjelaskan, sekarang ini harga daging melonjak karena permainan kartel. OSO meminta Kadin memperjuangan Undang-undang untuk memberantas kartel ini. Sekarang, OSO mencontohkan, harga daging Rp 120 ribu perkilogram. Nanti, menjelang Idul Fitri bisa mencapai Rp 150 ribu perkilogram. "Padahal harga impornya sampai ke Indonesia maksimum Rp 50 ribu perkilogram. Begitu kejamnya importir ini. Hal ini yang harus diberantas," kata OSO. Selain itu, OSO mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk bersama-sama menjaga. "Jangan sampai hidup lagi kartel-kartel ini," geramnya. Rizal Ramli mengatakan, ombak maupun tantangan besar sudah dihadapi Kadin ini. Namun semua itu bisa dilalui. Bahkan, inilah Kadin pertama yang diterima Presiden Joko Widodo. "Kenapa? Karena pimpinan dan anggotanya betul-betul mewakili pengusaha seluruh Indonesia," kata Rizal yang juga mantan Ketua Umum Kadin ini. Menurut dia, Presiden Jokowi ingin  pengusaha kecil dan menangah serta daerah bisa maju bersama. "Itulah mengapa beliau memilih Kadin, ini," katanya. Selama ini, kata dia, pengusaha-pengusaha termasuk Kadin daerah dilupakan. "Diingat kalau cuma mau pemilihan ketua saja," jelas Rizal. Lebih lanjut Rizal memuji pembangunan ekonomi yang sudah dilakukan Presiden Jokowi. Menurut dia, ekonomi Indonesia yang sempat anjlok, kini bangkit lagi berkat pengaruh kepemimpinan Jokowi. "Itu tertolong gaya kepemimpinan Jokowi yang berani ambil keputusan. Banyak orang pintar tapi tak punya nyali ambil keputusan," kata dia. Dia yakin, tahun ini ekonomi Indonesia bisa lebih cepat tumbuh dibanding tahun sebelumnya. Apalagi, pemerintah saat ini sudah fokus membangun di seluruh Indonesia. "Selama ini Jawa sentris, kita ubah menjadi Indonesia sentris," katanya. Sebagai buktinya, lanjut dia, tahun pertama dibangun 24 airport di Indonesia yang kebanyakan di wilayah timur nusantara. Kemudian, ada pula 96 pelabuhan kecil dan menengah yang dibangun. (ody)

 

Berita Terkait