Kades Diminta Transparan Kepada Masyarakat

Kades Diminta Transparan Kepada Masyarakat

  Jumat, 18 December 2015 07:54
DILANTIK: Suasana pelantikan 44 kades hasil Pilkades serentak di Aula Bupati Sambas Hari kurniathama/pontianak post

Berita Terkait

SAMBAS--Selama kepala desa transparan kepada masyarakat maka tak perlu khawatir, jalankan tugas kepala desa sesuai aturan, buat rancangan program dan laksanakan.Itulah pesan pelaksana harian Sekretaris Daerah Kabupaten Sambas H Arlizen AB usai mengukuhkan 44 kepala desa terpilih menjadi kepala desa hasil Pilkades serentak di Aula Bupati, Sambas Kamis (17/12) kemarin.

Karena ia tidak yakin jika pemerintahan desa tidak mampu mengelola pemerintahan desa dengan alokasi anggaran desa yang besar. "Justru di desa lah lumbungnya aktor-aktor lokal yang bisa diberdayakan. Kalau mau merancang program pendidikan tanyakan saja ke guru-guru. Kalau mau buat perencanaan bidang kesehatan tanyakan ke bidan, perawat dan tenaga medis lainya. Semua actor-aktor itu ada di desa," ungkap Arlizen yang pernah menjabat Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa ini.

Apalagi, kata Asisten I Setda Sambas ini, tahun 2016 ini nantinya desa-desa akan didampingi pendamping lokal desa. "Saat ini saja sudah ada pendamping kecamatan," katanya.

Intinya, tambah Arlizen AB, pemerintahan desa harus terbuka dengan masyarakat. Untuk kepala desa diharapkan Plh Sekda ini agar bisa mengemban amanah masyarakat. "Jangan sia-siakan kepercayaan yang diberikan masyarakat," pintanya.

Pelantikan dan pengukuhan kepala desa ini bukanlah tahap akhir ada serah terima jabatan nantinya yang akan dilakukan di masing masing desa atau dijadwalkan oleh Camat.

Sementara itu, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD), H Yusran mengatakan pelantikan para kepala desa ini merupakan wujud keberhasilan masyarakat dan semua pihak mensukseskan semua tahapan Pilkades yang digelar. "Tentunya kita berharap kepala desa yang dilantik mampu menjalankan tugasnya dengan baik sesuai aturan berlaku," katanya.

Terkait pembinaan desa, Yusran mengatakan hal tersebut harus dilakukan secara berkesinambungan. Hal ini dilakukan demi meningkatkan kapasitas kepala desa itu sendiri agar dalam menjalankan pemerintahan desa tidak melenceng dari aturan yang ada.

Selain itu, tambah H Yusran, untuk mengoptimalkan pemerintah desa tahun mendatang akan ditempatkan pendampingan lokal. "Nantinya ada 55 pendamping lokal yang diterjunkan untuk mendampingi desa-desa," katanya.

Selain mengucap sumpah janji, para kepala desa yang dilantik meneken pakta integritas. Dimana isi pakta integritas ini berisikan pertama, berperan secara proaktif upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi, kolusi, nepotisme, serta tidak melibatkan diri dalam perbuatan tercela.

Kedua, tidak meminta atau menerima pemberian secara langsung atau tidak langsung berupa suap, hadiah, bantuan atau bentuk lainya yang tidak sesuai dengan ketentuan berlaku. Ketiga bersikap transparan, jujur, objektif, akuntabel dalam melaksanakan tugas. Keempat, menghindari pertentangan kepentingan dalam menjalankan tugas. Kelima, memberi contoh dalam kepatuhan terhadap perundang-undangan dalam melaksanakan tugas, terutama kepada perangkat desa yang berada dibawah pengawasan saya (Kades,red) secara konsiten.

Keenam, akan menyampaikan informasi penyimpangan integritas di lingkungan pemerintah desa serta turut serta menjaga kerahasiaan saksi atas pelanggaran peraturan yang dilaporkan. Jika melanggar pakta integritasnya maka kades siap menerima konsekuensinya.

Ismail Kades Sabaran, Kecamatan Jawai Selatan yang kembali terpilih memimpin desa Sabaran mengungkapkan akan kembali melanjutkan pembangunan desa yang sejak awal telah dilakukan. "Kita tetap merencanakan pembangunan yang telah jalan, terkait pengelolaan dana, kita akan mengutamakan transparansi serta melihat apa yang prioritas, tentunya sesuai hasil pembahasan bersama pengurus desa," ungkapnya. (har)

Berita Terkait