Kader Ujung Tombak Pencegahan Filaria

Kader Ujung Tombak Pencegahan Filaria

  Sabtu, 19 December 2015 07:59
FOTO BERSAMA: Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan Dinkes Kubu Raya, Teguh Sembiring (dua dari kanan) berfoto bersama kader kesehatan POPM Filaria Kecamatan Kuala Mandor B foto istimewa

Berita Terkait

 

--------

 

 

 

 

KUBU RAYA— Sama seperti sejumlah kecamatan sebelumnya, antusias ratusan warga Kecamatan Kuala Mandor B cukup baik dalam mengikuti pelatihan kader kesehatan Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Filaria yang digelar Dinas Kesehatan Kubu Raya.

Kegiatan yang dipusatkan di Aula Kantor Camat Kuala Mandor B  itu merupakan program pelatihan kader kesehatan POPM yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Kubu Raya yang bekerjasama dengan PT. Pertamina Persero dan PT. Sianu Sesanti Firdausia.

Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan (PMK) Dinas Kesehatan Kubu Raya, Teguh Sembiring menyatakan hingga saat ini Dinas Kesehatan Kubu Raya terus melakukan berbagai cara untuk menanggulangi persoalan kasus filaria yang masih terjadi di Kubu Raya.

“Peran serta yang solid dan berkesinambungan dari instansi terkait dan masyarakat sangat kami butuhkan dalam mengentaskan kaki gajah atau filaria yang hingga sekarang masih ada di Kubu Raya,” kata Teguh Sembiring disela-sela pelatihan kader kesehatan POPM 8Filaria di Kecamatan Kuala Mandor B, Jumat (18/12).

Teguh menilai keberhasilan gerakan POPM filaria ini akan berhasil dengan kontribusi para kader kesehatan dalam menggerakkan masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam POPM filaria.

Kader juga diharapkan bisa menjadi fasilitator utama penggerakan masyarakat dalam bulan eliminasi kaki gajah di Kubu Raya adalah kader kesehatan yang memahami apa itu penyakit kaki gajah dan cara pencegahannya secara menyeluruh.

“Dengan demikian kader kesehatan dapat memberikan penyuluhan pada masyarakat di sekelilingnya untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penyakit kaki gajah secara menyeluruh dan membangun kesadaran masyarakat sehingga tergerak mengikuti POPM filaria dan pada akhirnya diharapkan berdampak pada terbebasnya Kubu Raya dari endemik kaki gajah,” ucapnya.

Saat ini terdapat lima daerah di Kalimantan Barat yang masuk endemis penyakit kaki gajah. Lima daerah tersebut yaitu Kabupaten Kubu Raya, Melawi, Sanggau, Ketapang dan Kayong Utara. Dari lima daerah itu Kabupaten Kubu Raya merupakan daerah tertinggi endemis kaki gajah, lantaran hingga sekarang sudah ditemukan sebanyak 57 kasus kaki gajah di Kubu Raya.

Secara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kubu Raya, Berli Hamdani menyatakan, untuk menanggulangi persoalan tersebut kata Berli hingga saat ini pihaknya terus gencar memberikan penyuluhan termasuk memberikan obat pencegahan massal bagi masyarakat di kabupaten itu.

Dengan adanya pelatihan para kader kesehatan POPM, kata Berli setidaknya ditargetkan bisa  meningkatkan sekitar 85 persen kesadaran masyarakat dalam mengkonsumsi obat pencegahan massal filaria bisa tercapai.

“Saya optimistis jika semua masyarakat  terutama  yang daerah tempat tinggalnya endemik kaki gajah bisa rutin minum obat pecegahan massal sekali dalam setahun dan dilakukan selama lima tahun berturut-turut, maka kasus filaria akan bisa ditekan secara optimal di Kubu Raya,” pungkasnya. (ash) 

Berita Terkait