Kadar Keren Melonjak Saat Manggung

Kadar Keren Melonjak Saat Manggung

  Sabtu, 26 March 2016 12:05
PERFORM: Damez mengisi Panggung Jawa Pos Group Awards di Hotel Fairmont Jakarta, beberapa waktu lalu. WAHYUDIN/JAWA POS

Berita Terkait

Lewat saksofon, Damez Nababan sukses membuat banyak perempuan histeris. Tidak sedikit yang menyebutnya cowok manis. Hmm… apakah sosoknya seromantis lagu-lagu yang dia bawakan dengan alat musik andalannya itu?

RASANYA tidak berlebihan kalau Damez mudah membuat perempuan terpikat. Sikapnya memang manis. Sore itu, ditemui di tengah syuting The Comment tayangan NET, pria yang identik dengan saksofon tersebut berkali-kali minta maaf karena jadwal syuting yang sedikit molor sehingga agenda ’’ngedate’’ itu agak tertunda.

Saat break yang hanya lima menit, Damez bergegas menemui. ’’Ngobrol-nya dicicil nggak apa-apa ya?’’ kata Damez, lantas tersenyum. (Mana bisa bilang enggak kalau kena senyum begini hehe…).

Yang rajin menonton The Comment pasti sudah hafal dengan ekspresi malu-malu Damez saat merayu bintang tamu dengan saksofonnya. Damez tergabung bersama Dud n Dudes yang merupakan home band acara tersebut. Selain itu, dia punya beberapa proyek. Di antaranya, Damzky, proyek duonya dengan seorang pianis, kemudian band jazz instrumental Fusion Stuff. Saat diundang menjadi performer dalam event Jawa Pos Group Awards 2016 beberapa waktu lalu, Damez mengajak beberapa teman sehingga nama proyeknya Damez and Friends.

Pria berdarah Batak kelahiran Batam, 18 November 1988, tersebut awalnya merupakan pemain trompet marching band SMP. Pelatih marching band itu kebetulan juga pemain saksofon. ’’Trus, waktu SMA masuk sekolah musik di Jogja, baru mulai serius belajar saksofon,’’ kata Damez. Berawal dari penasaran ingin belajar, tidak ada pikiran bakal berkarir dengan saksofon. Apalagi, sebelumnya basic alat musik yang dipelajari adalah gitar dan trompet. ’’Setelah tiga tahun belajar makin suka. Kayaknya bisa nih jadi musisi saksofon,’’ tutur pria yang sering memakai fedora hat saat perform itu.

Saksofon banyak disebut sebagai alat musik seksi yang menghasilkan alunan nada-nada romantis. ’’Setuju. Tapi, sebenarnya saksofon juga bisa memainkan beberapa genre musik lain. Rock, misalnya,’’ ucap Damez yang punya empat saksofon. Contohnya, Damez pernah berkolaborasi dengan band Kotak di Java Jazz 2012.

Damez tidak menampik bahwa sosoknya makin dikenal sejak menjadi pengisi tetap di The Comment. Dalam sekejap, follower-nya di media sosial meningkat drastis. Damez menjadi idola baru, representasi cowok romantis. Damez menyatakan kaget dengan perubahan itu. Dia lantas mengungkapkan satu hal lucu. Suatu saat dia memposting foto di Instagram (IG) bersama teman baiknya, perempuan. Banyak yang mengira itu pacar Damez. Beberapa fans sampai stalking dan menulis komen di akun IG si teman perempuan itu. ’’Sampai segitunya ya. Padahal, siapa juga saya ini?’’ ungkapnya.

Menurut Damez, dirinya hanya keren saat manggung sambil memainkan saksofon. ’’Kayaknya sih iya. Kadar kekerenan meningkat drastis. Tapi, setelah nggak pegang saksofon, ya biasa lagi,’’ jelas Damez yang disusul tawa berderai. Ehm… pacar pernah jealous enggak dengan saksofon? ’’Waktu itu justru dia jealous karena saya lagi sering latihan bas. Jadi, waktu buat dia berkurang,’’ kata Damez. Dia kemudian buruburu menjelaskan, ’’Eh, tapi itu cerita yang lalu ya, sekarang sih lagi single,’’. Ok, noted. He is single right now. (nor/c15/ayi)

Berita Terkait