Kabur Saat Penjaga Lengah

Kabur Saat Penjaga Lengah

  Kamis, 12 May 2016 09:30

Berita Terkait

PONTIANAK – Tiga tersangka Tindak Pidana Perikanan melarikan diri dari dari penampungan Stasiun Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Pontianak, Sabtu (7/5). Hingga saat ini, upaya pencarian terhadap tiga tersangka yang kabur itu masih diburu. Sejumlah titik tempat yang dicurigai sebagai celah melarikan diri dijaga ketat.

Ketiga tahanan yang berhasil kabur itu adalah: Panit Chaicol (27), Singkhorn Kamnerdkoh (59), dan Nophong Techawa Buranakit (53), merupakan tersangka dari Kapal Thailand berbendera Malaysia yang tertangkap oleh Kapal Hiu II dan Macan Tutul 502 pada 12 April lalu. Kapal yang membawa 90 kru itu digiring ke PSDKP Pontianak untuk mendapatkan proses penyelidikan. Berkas perkaranya, saat ini sudah dianggap selesai. Namun tersangka melarikan diri dengan cara memanjat pagar setinggi tiga meter. 

“Tiga nahkoda ini keluar dari penampungan PSDKP Pontianak. Keluar dari pengawasan kami dan sampai saat ini belum diketahui keberadaannya,” kata Kepala PSDKP Pontianak, Sumono Darwinto, Rabu (11/5) di kantornya.

Sumono menceritakan, kaburnya tiga tahanan penampungan itu sekitar pukul 03.00. Ketiganya berusaha melarikan diri dengan cara  berjalan melewati sisi tepi pagar, kemudian memanjat pagar kawat. “Tersangka yang kabur dengan cara memanjat dan melompat. Apa pun itu kalau orang punya keinginan pasti berupaya secara maksimal, kami kecolongan istilahnya,” ungkapnya.

Menurut Sumono, pihaknya sudah merancang desain pagar untuk penampungan tahanan tindak pidana perikanan. Bahkan, sesuai prosedur pengawasan juga ketat. Ada tujuh petugas menjaga dalam satu shift. Dua menjaga barang bukti, dua orang untuk tahanan dan sisanya security di lingkungan penampungan.

Dikatakan pula, anggota sudah berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan tugasnya dengan baik, sesuai dengan SOP yang ada. Tahanan juga, tambah Sumono, selalu menjalani pemeriksaan setiap masanya. “ Jam tiga, jamnya lengah, memang seperti itu. Apakah kami dianggap lalai, atau memang ini ada hal yang harus dibenahi, ini sebuah konsekuensi. Tapi upaya pengawasan itu sudah sangat maksimal coba kami lakukan terhadap orang (tahanan),” katanya.

Dia tidak menampik adanya kecurigaan keterlibatan orang dalam yang membantu ketiga tahanan itu kabur. Apalagi, pagar dan pengawasan sudah diawasi. “Tentu nanti hasil pemeriksaan yang akan membuktikan apakah ada yang terlibat atau tidak, tapi kami positive thinking,” ujarnya.

Diungkapkan pula, tidak bisa dipungkiri kemungkinan itu ada indikasi bantuan dari pihak luar, ataupun pihak lain yang membantu. “Kecil kemungkinan tanpa bantuan dia (tersangka) bisa melarikan diri. Sudah kami sampaikan ke pihak Imigrasi untuk antisipasi termasuk DPO,” sebutnya. 

Hingga saat ini, PSDKP sudah melakukan upaya pencarian berkoordinasi dengan Kepolisian, Imigrasi dan Angkatan Laut. Beberapa titik, kata Sumono, yang disinyalir dijadikan tempat jalur keluar seperti perbatasan, pelabuhan, dan bandara sudah dijaga.

“Pencarian sekitar Pontianak, kami upayakan di beberapa titik  yang biasa dicurigai perbatasan. Dikhawatirkan lari lewat Malaysia melalui perbatasan darat, Jagoi ataupun Entikong. Pelabuhan kapal dan bandara juga,” sebutnya.

Sumono juga mengaku upaya pencarian ini butuh bantuan informasi dari masyarakat dan media. Ditanya soal over kapasitas?, “Sepanjang ini kami masih bisa menangani. Pada saat ini jumlah terakhir 122 orang. Sekarang sudah ada beberapa orang yang kami geser ke Rudenim. Bukan karena over kapasitas. Ada keterkaitan tapi bukan menjadi faktor utama. Mereka juga tidak mengeluhkan apa-apa selama ditampung. Mereka ditangani dengan baik cukup, kesehatan juga diperiksa,” tukasnya. (gus)

Berita Terkait