Kabur dengan Teman Medsos?

Kabur dengan Teman Medsos?

  Selasa, 28 June 2016 10:22

Berita Terkait

Ibu Erna hanya bisa menangis. Buah hatinya tak kunjung kembali. Sejak dimarahi sang ayah karena terlalu asyik dengan media social, sejak itulah Putri Emiliya. Ibu Erna memang sangat terpukul atas kepergian Putri. Apalagi, saat kini menjelang lebaran.

DUA orang wanita paruh baya menghampiri koran ini. Mereka dengan wajah senyum menahan tampak cemas. Salah satunya wajah sedih ditampakkan Erna alamat Jalan Gedung Nasional RT 03 RW VIII Desa Pemangkat Kota Kecamatan Pemangkat Kabupaten Sambas.

Ia mengadukan kisah hilangnya sang anak pertamanya. Sedih, tanpa ada kabar sang anak diduga lari ke luar kota. Namun tanpa pemberitahuan kepada ia dan suaminya selaku ayahnya. Kejadiannya sekitar pukul 17.00 wib Selasa (21/6).

“Tanpa ada alasan, anak saya pergi,” katanya. Bahkan ia dan suaminya sempat mencari sang putri.

Kisah pilu ini berawal dari teguran sang ayah terhadap anak, karena terus bermain ponsel, bahkan Nazahari, sang ayah langsung mengambil telepon genggam anaknya. Entah, apakah ini menjadi awal mula masalahnya, sehingga putri langsung meninggalkan rumah.Namun, perasaan sang ayah tentu resah. Anaknya tak kembali pulang ke rumah. Ia pun mencari hingga akhirnya mendatangi sebuah warnet di dekat rumahnya. Lalu dengan cepat, sang ayah meminta pemilik warnet membukakan internat dan mencari Putri lewat akun Facebooknya. Akhirnya muncullah foto foto Putri Emiliya dengan seorang pemuda. “Kami tidak paham internet, yang mau facebook apa kami tidak paham, dengar-dengar dengan kawannya mereka sering ngobrol denga putri lewat internet,” kata sang Erna.

Apalagi, kata sang Ibu anaknya di foto yang dicetak suaminya terlihat mesra dengan anaknya, dimana diduga pemuda di foto tersebut lebih tua umurnya dari sang anak. Informasi yang didihimpun keluarga bahwa pemuda itu berasal dari Kecamatan Tebas. “Sempat sejak hilang katanya anak kami kerja di toko pakaian di Pontianak, namun begitu kami cek ke pontianak langsung ternyata tidak ada,” katanya. Kedua pasutri ini mengaku pernah ke Pontianak mencari anaknya sesuai informasi yang mereka dapatkan terutama dari teman-teman media sosial putri.

Kini mereka sudah melaporkan masalah ini ke Polsek Pemangkat. Maklum saja keduanya cemas, Putri Emiliya masih belia, kelahiran 15 April 2003, dan baru saja menamatkan pendidikan di bangku SDN 5 Pemangkat. Terakhir kali Putri dengan berpakaian baju kemeja merah mengenakan jaket hitam panjang dan celana jeans warna biru. Ia merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Dengan ciri ciri fisik memiliki tahi lalat di hidung nya. “Maklum saja anak saya ini orang rumahan, pendiam. Kami hanya bisa berharap putri kembali. Kembalilah nak, ibu dan ayah rindu dengan kamu, kami sayang dengan kamu, pulang ya nak,” ujar permohonan sang ibu sambil  berurai air mata. Jika menemukan Putri, bisa menghubungi kontak ketua RY setempat Jayadi Mahyan (081254228350). (hari kurniathama)

Berita Terkait