Just Brush Your Pen!

Just Brush Your Pen!

  Senin, 18 December 2017 10:00
WORKSHOP: Para peserta sedang diajarkan brush calligraphy bersama tutor. Foto: Indry / Zetizen Pontianak

Berita Terkait

PONTIANAK - Salah satu agenda dari Pontianak Handlettering Exhibition adalah Brush Calligraphy Workshop yang diadakan pada Sabtu (16/12) di Canopy Centre Pontianak. Sejak sore, 15 peserta yang telah mendaftar secara online mengikuti workshop yang dipandu oleh Fikry sebagai tutor.

“Brush Calligraphy Workshop ini bertujuan agar teman-teman bisa belajar tentang basic brush calligraphy. Belajar dasarnya dulu karena masih banyak teman-teman yang baru belajar brush calligraphy di Pontianak. Basic ini juga hal yang paling penting dalam kaligrafi biar kita tahu aturan-aturan dalam kaligrafi itu apa aja,” ujar Fikry.

Pada awal sesi workshop, Fikry menjelaskan tentang perbedaan antara kaligrafi dengan hand lettering. Tentunya kedua hal tersebut sangat berbeda. Hand lettering merupakan seni menggambar huruf yang perlu disketsa terlebih dahulu.

Sementara kaligrafi adalah seni menulis indah yang berbeda dengan menulis biasa. Kaligrafi nggak perlu membuat sketsa dahulu seperti hand lettering.

Namun, brush calligraphy memiliki dasar yang mesti diketahui oleh pemula. Brush calligraphy mempunyai aturan saat membuat tulisan, seperti dalam membuat garis ada tebal dan tipis, nggak semua garis punya ukuran yang sama. Arah penarikan garis pun telah diatur yakni ketika menarik garis ke atas hanya tipis, sedangkan ke bawah baru ditebalkan. 

Fikry pun mengingatkan cara penggunaan brush pen pada pemula. Umumnya para pemula masih belum tahu penggunaan brush pen yang baik bagaimana sehingga mereka banyak menghabiskan banyak brush pen saat awal belajar.

Padahal penggunaan brush pen yang udah berbulu nggak boleh dipake lagi. Jika ingin brush pen awet disarankan jangan menekan kuat brush pen dari atas saat membuat kaligrafi.

“Brush calligraphy perlu banyak latihan biar lancar, nanti juga ketemu gaya nulisnya gimana karena tiap orang kan punya gaya nulis yang berbeda. Kita pun nggak boleh ragu saat menggoreskan brush pen. Sekali ragu pasti kelihatan tulisannya goyang. Makanya kita kudu menghargai prosesnya. Nggak ada yang instan dalam belajar brush calligraphy,” tambah lelaki berusia 24 tahun ini.

Bagi para pemula, Fikry menyarankan agar belajar basic terlebih dahulu. Rajin latihan juga penting, paling nggak tiap hari ada latihan. Selain itu, sangat disarankan agar para pemula berkumpul bersama teman-teman yang suka kaligrafi juga biar menambah semangat dan berbagi ilmu.

Salah seorang peserta workshop, Ninda Rismi Raisa Hanun mengutarakan antusiasmenya terhadap workshop ini. Menurut Ninda, Brush Calligraphy Workshop sangat bermanfaat untuk pemula sepertinya.

“Biasanya itu cuma belajar sendiri. Apalagi awal belajar brush calligraphy ini terbilang sulit. Adanya workshop ini bikin aku banyak tahu detail-detail yang nggak aku dapetin dari otodidak,” pungkas Ninda. (ind)

Berita Terkait