Juru Parkir Bobol Sekolah

Juru Parkir Bobol Sekolah

  Selasa, 20 March 2018 11:00
BARANG BUKTI: Kepolisian Sektor Pontianak Selatan saat membeberkan pengungkapan pencurian dengan pemberatan di sekolah yang melibatkan dua juru parkir. ARIEF NUGROHO/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK - Berdalih karena alasan sakit hati, dua juru parkir membobol Sekolah Dasar Negeri 34 Pontianak Selatan di Jalan Prof M Yamin dan berhasil menggondol 11 komputer jinjing (laptop), proyektor dan handycam milik sekolah, Rabu (7/3) sekira pukul 00.30. Keduanya berhasil ditangkap polisi tak lebih dari 2x24 jam paska-aksi brutal tersebut.

Kedua pelaku berinisial Is dan R. Keduanya ditangkap setelah tim jatanras yang dipimpin Kanit Reskrim Polsekta Pontianak Selatan Iptu Hulman Manurung melakukan pemeriksaan terhadap kamera CCTV (closed circuit television) yang terpasang di sekolah itu. 

“Dalam waktu tak lebih dari 2x24 jam, pelaku bisa terungkap. Barang buktinya utuh,” ujar Kepala Kepolisian Sektor  Kota Pontianak Selatan Kompol Amad Mukhtar, kemarin.

Menurut Mukhtar, kedua tersangka tinggal tidak jauh dari lokasi pembobolan tersebut. Sehingga, menurutnya, berdasarkan penyelidikan dan pantauan CCTV, pelaku dengan mudah tertangkap.

“Modusnya karena rasa sakit hati kepada pihak sekolah, karena pihak sekolah tidak melibatkan kedua tersangka untuk menjadi juru parkir dalam salah satu kegiatan di sekolah itu,” lanjutnya.

Dikatakan Mukhtar, untuk sementara barang bukti tersebut diamankan di Polsek Pontianak Selatan sebelum ada pengajuan pinjam pakai dari pihak sekolah. 

“Sementara barang bukti ini kami amankan di sini. Karena pihak sekolah juga belum mengajukan permohonan pinjam pakai,” tuturnya.

Akibat pencurian dengan pemberatan ini, pihak sekolah menderita kerugian sebesar Rp70 juta.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya, kedua pelaku dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian, dengan ancaman penjara di atas lima tahun. 

Wakil Kepala Sarana Prasarana SDN 34 Pontianak Selatan, Edi Machmud Effendi mengatakan, sebagai perwakilan pihak sekolah, dirinya mengucapkan terima kasih kepada Polsek Pontianak Selatan karena cepat tanggap dan berhasil mengungkap kasus tersebut.

Menurutnya, barang-barang elektronik tersebut merupakan aset negara, selain itu barang elektronik berupa laptop merupakan bantuan dari Sejolah Dasar Rujukan (SDR).

“Jadi inilah yang harus kami pertanggungjawabkan,” katanya.

Dia mengatakan, pembobolan tersebut sempat membuat aktivitas belajar mengajar IT sekolah sempat terganggu, sebab pihak sekolah harus melanjutkan belajar mengajar secara manual.

“Kami tunda dan kami mengajar secara manual,” tambahnya.

Mengenai motif pencurian, kata Edi, dikarenakan adanya rasa sakit hati tersangka. Dia mengatakan bahwa sebelumnya sempat adanya kegiatan kenaikan tingkat karate di sekolah tersebut. Untuk mengamankan kendaraan dari tamu yang hadir, maka pihaknya meminta juru parkir yang ada di sekitar sekolah untuk mengatur hal tersebut.

Pihaknya tidak menghubungi tersangka yang bekerja sebagai juru parkir dikarenakan dirinya tidak mengenal tersangka.

“Saya tidak mengenal tersangka. Waktu itu ada kegiatan di sekolah, karena untuk mengatur dan merapikan kendaraan, kami butuh juru parkir. Tapi kami tidak tahu, kalau mereka ini juga bekerja juru parkir,” paparnya.

Sementara itu, Is, tersangka pembobolan sekolah mengaku, barang-barang yang telah dicurinya tersebut tidak ada yang dijual, sebab dia berencana mengembalikannya kembali kepada pihak sekolah.

“Bukan dendam, istilahnya kesal jak bah. Minta diperhatikan, kite lama minta jaga malam, udah beberapa kali kecurian, akhirnya saye sendiri melakukannye,” akunya.

Pria beranak dua tersebut mengaku sudah lama menganggur, hanya sesekali membantu mengamankan parkir. Dia mengaku melakukan aksinya bersama temannya atas nama R yang merupakan juru parkir. (arf)

Berita Terkait