Jumat Bersih di Pantai Pulau Datok

Jumat Bersih di Pantai Pulau Datok

  Sabtu, 16 April 2016 09:12
BERSIH PANTAI: Kegiatan bersih pantai yang dilakukan seluruh SKPD Kayong Utara untuk menyambut Sail Selat Karimata 2016 di Pantai Pulau Datok, Sukadana, kemarin (15/4). DANANG PRASETYO/PONTIANAK POST

Songsong Sail Selat Karimata
 
SUKADANA – Menyogsong perhelatan Sail Selat Karimata 2016, Pemerintah Daerah (Pemda) melalui masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Kayong Utara, turun langsung melakukan bersih-bersih Pantai Pulau Datok, Jumat (15/4). Kegiatan bersih-bersih tersebut dilakukan lantaran kawasan pantai tersebut akan menjadi lokasi puncak kegiatan bertaraf internasional tersebut. Kegiatan bersih-bersih pantai ini diagendakan pada minggu pertama dan terakhir, setiap Jumat, di setiap bulan.
“Kegiatan bersih pantai akan rutin kita lakukan. Dengan melibatkan perwakilan SKPD di Kayong Utara. Kalau memang pada hari ini (kemarin, Red) ada anak sekolah, secara kebetulan di sekolah mereka memang dilibatkan. Tetapi kalau sudah mau menghadapi ulangan, kita sarankan lebih baik tidak dulu ikut. Mugkin bisa diagendakan di hari libur," terang wakil Bupati (Wabup) Kayong Utara, Idrus, yang turut hadir  dalam kegiatan Jumat Bersih tersebut.

Dijelaskan dia bahwa bagi setiap SKPD, telah diwajibkan untuk dapat turut serta pada kegiatan bersih-bersih pantai setiap Jumat, di minggu pertama dan terakhir. Untuk sementara, dia menambahkan, belum ada sanksi buat mereka yang tidak menghadirinya. Namun diharapkan dia, seluruh lapisan masyarakat  maupun SKPD, dapat saling mendukung. Dia mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga kebersihan di sekitar lokasi Sail, sebelum kegiatan tersebut berlangsung.

 “Dengan tidak membuang sampah sembarangan dan bergotong-royong secara bersama, untuk dapat menyukseskan kegiatan Sail nanti, sudah ini cukup baik. Tentunya harapan kita bersama pada kegiatan tersebut dapat berjalan dengan sukses. Tentunya tidak luput adanya dukungan penuh dari masyarakat,” harap Wabup.

Mengenai agenda akbar tersebut, dikatakan Wabup jika dalam waktu dekat ini mereka akan menggelar rapat. Dia menambahkan bahwa tidak menutup kemugkinan pertemuan tersebut akan dihadiri perwakilan dari Pememerintah Pusat, yang dilanjutkan meninjau lokasi yang sedang dalam pengerjaan di Pantai Pulau Datok.

“Hari ini, Jumat (15/4), kita lihat untuk bangunan yang berada di lokasi Sail, saya lihat sudah ada yang mulai membongkar sendiri. Namun ternyata masih ada yang tidak mau membongkar. Dan jika memang sampai besok (hari ini, Red) masih tidak melakukan pembongkaran, maka bangunan tersebut akan dibongkar oleh pihak terkait,” katanya.

Ia juga memastikan untuk bangunan-bangunan yang dibongkar tersebut sudah ada pihak yang menilai. "Kita tidak bisa mengganti begitu saja, karena itu uang negara. Jika menggunakan uang yang ada, dikhawatirkan akan ada temuan," terangnya.

Selain bangunan yang berada di lokaksi Sail, dia juga menjelaskan bahwa untuk pohon yang sudah rapuh, sengaja untuk ditebang. Dikhawatirkan dia, jika pepohonan tersebut dibiarkan, akan berbahaya bagi pengunjung pantai.

Sementara itu, kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kayong Utara, Basri, memastikan jika mereka akan melakukan penertiban bangunan di lokasi Sail.

Penertiban tersebut dilakukan mereka karena sebelumnya juga telah diinformasikan jauh-jauh hari. Dia menyayangkan, masih saja ada yang tidak mau membongkar bangunan yang dimaksud tersebut.

“Kalau dengan penertiban berkaitan dengan bangunan. Kemarin pemilik tanah, yang saat ini telah dibeli oleh Pemda, telah memberikan dana pembongkaran bangunannya. Ini kan berarti sudah ada itikat baik dari pemilik tanah untuk memberikan uang bongkar bangunan. Karena untuk tanah itu memang milik orang lain. Dan masyarakat itu hanyalah menumpang saja,” kata Basri.

Namun, jika memang pemilik bangunan bersikeras tidak mau membongkar, dipastikan dia jika Satpol PP yang akan membongkar paksa. Terlebih sebelumnya mereka sudah melakukan pendekatan secara persuasif, namun masih saja tidak membuahkan hasil.

"Harapannya masyarakat  tetap mau membongkar bangunan secara sendiri. Karena kita juga tidak mau adanya pertentangan antara masyarakat dan pemerintah. Karena ini semua dilakukan bentuk dukungan agar Sail Selat Karimata dapat berjalan dengan sukses,” kata Basri. (dan)