Jumat Agung, Kaligis Makan Nasi dari Velove

Jumat Agung, Kaligis Makan Nasi dari Velove

  Sabtu, 26 March 2016 12:00
JUMAT AGUNG: OC Kaligis bersama tahanan KPK yang lainya mengikuti Ibadah Jumat Agung di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (25/03/2016). MIFTAHULHAYAT/JAWAPOS

Berita Terkait

JAKARTA -- Sejumlah tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi mengikuti misa Jumat Agung saat hari Paskah, di markas KPK, Jakarta Selatan, Jumat (25/3). Mereka yang mengikuti ibadat adalah  pengacara  Otto Cornelis Kaligis, serta Rinelda Bandaso alias Ine asisten pribadi anggota Komisi VII DPR Dewie Yasin Limpo. 

Kemudian, Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Bobby Reynold Mamahit serta Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral Kabupaten Deiyai, Papua, Irenius Adii. 
Pantauan Pontianak Post, pelaksanaan ibadat berlangsung di ruangan jumpa pers markas KPK. Terlihat OC Kaligis dengan khusyuk mengikuti ibadat. Dia duduk di kursi depan sebelah kanan barisan depan. Di samping kirinya berturut-turut ada Robby, Ine dan Irenius. Semuanya terlihat khusyuk beribadat dengan bimbingan dari pendeta Freddy Tobing. Usai beribadat, para tahanan itu kemudian menyantap nasi kotak yang sudah disediakan. Setelah selesai, mereka diboyong kembali ke sel tahanan masing-masing. 

"Ibadah digelar pukul 11.00 sampai pukul 15.00," kata Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriati, Jumat (25/3). Jumat Agung ini cukup istimewa bagi Kaligis. Sebab, ia dijenguk putri kesayangannya yang juga seorang artis, Velove Vexia. Mantan pacar Raffi Ahmad itu, yang  mengenakan pakaian serba hitam tiba di markas KPK pukul 12.45 bersama keluarga. "Hari ini memang khusus datang mengucapkan hari Jumat Agung untuk papi," ujar Velove kepada wartawan di KPK, Jumat (25/3). 

Tidak ada doa khusus di Jumat Agung ini dari Velove untuk Kaligis. Sebab, Velove bilang sehari-hari selalu mendoakan sang papa yang sudah divonis lima tahun enam bulan penjara karena menyuap hakim dan panitera PTUN Medan, Sumatera Utara, itu. Hanya saja, Velove berharap sang papa selalu dalam keadaan sehat. 

"Jaga kesehatan saja sih yang penting kalau kayak begini. Tidak ada doa khusus, paling supaya papa tetap sehat," katanya. 

Velove datang tidak dengan tangan kosong. Ia paham betul  makanan kegemaran sang papa. Karenanya, ia membawa menu khusus untuk Kaligis. Sambil menikmati hidangan di ruangan jumpa pers KPK, Kaligis memperlihatkan isi nasi kotak. "Ini ada ikan Cakalang, ikan Kakap, sayur pepaya dan bakwan jagung. Ini dibawakan anak saya tadi," ujar Kaligis usai misa. Kaligis pun kemudian berdiri mengambil lagi satu kotak nasi. Ia pun membuka dan memperlihatkan isinya. Ternyata, isinya sama persis dengan apa yang dimakannya. Semua itu dari Velove buat Kaligis. Ia juga memuji anaknya.

"Anak saya cantik nggak?" tanya Kaligis kepada wartawan. "Cantik pak, cantik sekali. Sudah cantik, baik lagi. Diwawancara juga mau," jawab salah seorang wartawan. 
Kaligis pun tersenyum mendengar jawaban itu. Sambil melanjutkan makan nasi, Kaligis tak henti-hentinya memuji Velove. Selain cantik, kata Kaligis, putrinya itu juga sosok yang low profile. "Dia rendah hati," kata dia. 

Velove memang tak lama menjenguk Kaligis. Sebab, Velove sudah punya janji sama teman-temannya. "Walaupun tidak lama, tapi saya senang. Dia minta izin mau nonton film "Assalamualaikum Beijing"," ujar Kaligis. 

Meski tak lama, Kaligis juga sempat berbicara dengan Velove. Bahkan, ada satu pertanyaan yang dianggap penting oleh Kaligis. "Tadi dia nanya "kok yang lain cuma dihukum dua tahun, papi 5,5 tahun?" Saya bilang, ya begitulah kalau suka mengkritik KPK," kata Kaligis menirukan percapakannya dengan Velove. 

 

Kaligis masih tak terima dengan vonis lima tahun enam bulan penjara yang dijatuhkan Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta kepadanya. Saat ini Kaligis tengah mengajukan banding di Pengadilan Tinggi. 
Kaligis berharap hukumannya bisa lebih ringan. Kaligis menegaskan, seharusnya ia hanya dihukum satu tahun. Ini mengingat para terdakwa lainnya dihukum lebih ringan. 
"Kan begini, semuanya dihukumnya dua tahun. Saya bukan pelaku utama, maka hukumlah saya menurut peraturan yang berlaku. Saya mestinya satu tahun," harap Kaligis. 

Dia pun berharap bisa tabah menghadapi persoalan hukum yang tengah dijalaninya. 
"Hari ini kan tentu kita memohon supaya kalau ada beban salah yang kita tanggung, sekarang seperti perkara kaya saya, maka saya bisa tabah menghadapi. Itu saja kata-kata Jumat Agung  ini," imbuh Kaligis. 
Seperti diketahui, Kaligis  divonis terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan korupsi yakni menyuap Hakim PTUN Sumut Tripeni Irianto Putro, Darmawan Ginting dan Amir Fauzi dan panitera Syamsir Yusfan.Advokat kondang itu dijatuhi hukuman lima tahun enam bulan penjara. Ia diwajibkan membayar denda Rp 300 juta subsider empat bulan kurungan.

Hukuman Kaligis ini memang paling berat di antara terdakwa lainnya. Mantan anak buah Kaligis, M Yagari Bhastara Guntur alias Garry divonis dua tahun penjara. Gubernur nonaktif Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho divonis tiga tahun penjara. Istri Gatot, Evi Susanti divonis dua tahun enam bulan penjara. 
Para penerima suap seperti panitera PTUN Medan, Syamsir Yusfan divonis tiga tahun penjara. Sedangkan hakim PTUN Medan, Dermawan Ginting, Tripeni Irianto, dan Amir Fauzi hanya divonis dua tahun penjara. Pendeta Freddy Tobing mengatakan para tahanan KPK  yang mengikuti ibadat Jumat Agung terlihat lebih tegar. "Mereka ini sekarang lebih tegar," kata Freddy usai memimpin misa.

Selama memimpin ibadah, Freddy melihat ada peningkatan keimanan para tahanan. Menurut Freddy, mereka sekarang tak hanya memikirkan masalah duniawi saja. Sejak dalam tahanan, mereka lebih dekat kepada Tuhan. "Karena kan setiap orang pada saat berada di dalam baru ingat Tuhan, kalau di luar pasti memikirkan kesenangan duniawi," ujar Freddy. Ibadat berlangsung sekitar pukul 13.00-15.00. Para tahanan terlihat khusyuk. Mereka diberikan pelayanan doa. "Tidak ada prosesi tablo (pemegaran kitab injil) karena waktu dan tempatnya tidak memungkinkan," ujar Freddy.  "Ini juga sudah bersyukur diberikan kesempatan seperti ini." (ody)

Berita Terkait