Judi Warkop Beromset Rp106 Juta

Judi Warkop Beromset Rp106 Juta

  Sabtu, 22 Oktober 2016 09:10

Berita Terkait

 

 

KETAPANG - Dua penjudi ditangkap polisi saat asyik bermain judi. Asek (52) dan Sung Kian Phin (43) tertangkap tangan serang bermain judi liong fu di warung kopi di Jalan RM Sudiono, Delta Pawan, kemarin (20/10). Uang tunai Rp106 juta jadi barang bukti. Keduanya pun digiring ke Mapolres Ketapang.

Keduanya tidak berkutik saat ditangkap. Selain menemukan uang tunai yang digunakan untuk berjudi, polisi juga mendapati barang bukti kartu remi dan dadu liong fu yang sedang dimainkan mereka.

"Mereka tertangkap tangan. Jadi tidak bisa mengelak lagi," kata Kasat Reskrim Polres Ketapang, AKP Putra Pratama, kemarin (21/10).

Putra menjelaskan, penggerebekan perjudian liong fu ini atas informasi yang diterima dari masyarakat. Masyarakat melaporkan sedang ada perjudian di salah satu warung kopi di Jalan RM Sudiono. "Mereka bermain malam hari. Mereka ditangkap sekitar pukul 01.00 malam," jelas Putra.

Putra juga nenambahkan, meskipun hanya ada dua penjudi yang ditangkap saat bermain, namun barang bukti berupa uang tunai yang disita cukup banyak yiatu mencapai Rp106.188.000. "Yang menjadi bandar pada perjudian ini adalah Sung Kian Phin asal Pontianak. Dia berasal dari Pontianak," ungkap Putra.

Selain uang tunai, polisi juga menemukan 23 lembar kartu remi, 2 buah mata dadu liong fu, satu buah tutup parfum yang dipergunakan untuk mengguncang dadu, empat buah kotak obat untuk menyimpan mata dadu, serta 3 unit handphone milik kedua pelaku. "Kita masih mendalami kasus ini," ujar Putra.

Sementara itu, Sung Kian Phin, mengakui jika dirinya sedang bermain judi. Dia juga mengakui kalau dirinya sebagai bandar di Ketapang. Tidak hanya kali ini, namun sudah beberapa kali. "Saya baru dua Minggu datang ke Ketapang," katanya.

Dia mengaku ingin membuka usaha di Ketapang. Namun, dia tertarik untuk menjadi bandar judi liong fu. "Sebelumnya saya tidak pernah jadi bandar. Cuma di Ketapang saja. Rencananya saya mau buka toko dengan sepupu saya," jelasnya.

Bahkan, dia memberanikan diri meminjam uang kepada rekannya untuk menjadi bandar. Karena uang yang dimilikinya dianggap kurang. "Modal saya Rp20 juta. Kemudian saya minjam lagi sama Apo Rp60 juta buat pegangan. Jadi modal saya Rp80 juta. Kalau modal di Asek saya tidak tahu berapa," ungkapnya.

Dia mengaku memulai perjudian sekitar pukul 22.00 WIB. Awalnya perjudian berjalan lancar tanpa ada rasa curiga digerebek polisi. Namun, sekitar pukul 24.00 WIB, beberapa polisi datang dan menangkap mereka. "Pertama dan kedua aman dan lancar. Yang ini baru ditangkap polisi. Saya juga tidak menyangka akan ada polisi datang," paparnya.

Kedua pelaku harus mempertanggung jawabkan perbuatan mereka di mata hukum. Keduanya diancam dengan Pasal 303 dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun penjara atau denda paling banyak Rp25 juta. (afi)

Berita Terkait