Jualan Baju WNA China Salahi Izin

Jualan Baju WNA China Salahi Izin

  Selasa, 2 Agustus 2016 10:03
BARANG BUKTI : Kasubsi Lalu Lintas Status dan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas III Putussibau Husnan Handono menunjukan barang bukti milik WNA Cina.FOTO MUSTA’AN

Berita Terkait

PUTUSSIBAU— Kantor Imigrasi Kelas III Putussibau, Jumat (29/7) lalu mengamankan seorang Warga Negara Asing (WNA) kewargaan Republik Rakyat Cina (RRC). Yang bersangkutan ditangkap petugas karena diduga menyalahgunakan visa kunjungan untuk berkerja. Saat diamankan, pria bernama Li Shaorong ini sedang berada di penginapan Pajar jalan Komyos Sudarso Putussibau Utara.

Kepada koran ini, Senin (1/8) pagi, Kasubsi Lalu Lintas Status dan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas III Putussibau Husnan Handono membenarkan pihaknnya telah mengamankan Li Shaorong warga negara RRC. Hanya saja dia tidak bisa menjelaskan kronologis penangkapan Li Shaorong. Karena mesti menunggu pimpinan/Kepala Imigrasi III Putussibau Ade Rahmat yang masih berada diluar kota.

"Informasi lengkap menunggu pimpinan saya datang, biar beliau yang menjelaskan, saat ini beliau sedang berada diluar kota," terang Husna. Dijelaskannya, kronologis penangkapan WNA asal RRC tersebut berawal dari laporan masyarakat yang melihat adanya orang asing yang mencurigakan, kemudian pihaknya menelusuri dan ternyata memang benar yang bersangkutan itu memang WNA.

Dijelaskannya, Li Shaorong memang tidak pasih berbahasa Indonesia, saat diminta dokumen, tetapi ditunjukkannya visa kunjungan miliknya.

“Li Shaorong menyalahi izin visa, visa yang dimilikinya itu visa kunjungan. Oleh yang bersangkutan digunakannya untuk berjualan pakaian di Putussibau,” tutur Husna.

Saat diamankan petugas WNA RRC yang tinggal di penginapan Pajar tak lakukan perlawanan.

Husna menjelaskan, Li Shaorong membawa 4 karung dan 41 helai pakaian dari RRC, yang rencananya akan di jual di wilayah Kalimantan Barat.

"Untuk sementara pakaian dia dibawa kami sita, termasuk dokumennya juga kami tahan,” jelasnya. Dijelaskan, berdasarkan keterangan Li Shaorong, ia menjual pakaian tersebut berpindah-pindah, mulai Kapuas Hulu, Sintang, Sekadau, Sanggau dan Singkawang.

Saat berjualan, Li Shaorong menyewa sebuah mobil avansa dan supirnya. Pertama kata Husna lagi, Li Shaorong masuk ke di Indonesia melalui Bandara Sukarno Hatta, Supadio Pontianak dan masuk daerah Kapuas Hulu.

 “Dia masuk dari bandara Soekarno Hatta," terangnya.

Saat berjualan yang bersangkutan lakukan cara door to door atau dari rumah, ke rumah bahkan sampai ke warung-warung kopi dimasuk.(aan)

Berita Terkait