JTTC UGM Latih Para Pemandu Wisata

JTTC UGM Latih Para Pemandu Wisata

  Senin, 16 May 2016 10:22
PEMANDU WISATA: Salah satu peserta pemandu wisata menyongsong Sail Selat Karimata, ketika berlatih bagaimana cara memandu di Pantai Pulau Datok Sukadana, bersama Jogya Tourism Training Center (JTTC). (kanan) Para pemandu wisata diabadikan bersama. DANANG PRASETYO/PONTIANAK POST

Berita Terkait

SUKADANA – Pelatihan para pemandu wisata mendapat sambutan antusiasme yang sedemikian tinggi. Para peserta, mulai dari pelajar, pekerja swasta, guru, hingga pegawai kantoran, menyimak dengan seksama setiap materi yang diberikan untuk pelatihan yang berakhir hari ini (16/5) tersebut.

Sebanyak 50 pemadu wisata kembali mengikuti pelatihan pelayanan wisatawan dari ahli pariwisata, Jogya Tourism Training Center (JTTC) Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta. Mereka juga dilatih Assesor Lembaga Sertifikasi Pariwisata yang berlisensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), yang sengaja didatangkan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Kayong Utara. Para peserta terjun langsung ke Pantai Pulau Datok Sukadana, Minggu (15/5), sebagai tempat acara puncak Sail Selat Karimata mendatang. 

Untuk kegiatan tersebut, Disbudparpora mendatangkan langsung para pelatihan pemandu wisata bagi masyarakat, guna mendukung promosi daya tarik wisata di Negeri Bertuah. Sebelumnya, para perserta tersebut telah menerima materi yang disampaikan oleh para nasrasumber di Gedung Balai Praja Sukadana. Sementara kali ini, seluruh peserta diberikan kesempatan untuk berlatih langsung, dengan turun langsung ke salah satu objek wisata yang ada di Sukadana.

Pada saat berada di pantai, satu persatu peserta memperagakan bagaimana mereka seakan bersama dengan wisatawan asing mapun lokal. Mereka memperagakan bagaimana cara penjemputan di bandara, hingga memperkenalkan objek wisata yang menjadi tujuan oleh pengunjung tersebut. Selain itu, para peserta juga diberikan kesempatan untuk memperagakan bagaimana cara membawa rombongan wisata ketika berada di dalam bus.

Sementara itu, Elisa Dwi Rohani dari JTT UGM Jogyakarta, menjelaskan bahwa untuk pelatihan kali ini, mereka memang turun langsung ke lapangan. Dan mereka memilih Pantai Pulau Datok, sesuai dengan materi yang telah disampaikan ketika berada di Gedung Balai Praja kemarin. 

“Ini merupakan kelanjutan dari kegiatan kita, untuk memberikan pelatihan terhadap pemandu wisata, yang sedang dipersiapkan untuk Sail Selat Karimata nanti,” terangnya.

Menurutnya, untuk Kabupaten Kayong Utara, potensi objek wisatanya luar bisa. Namun, sambung dia, tentunya sangat perlu adanya objek yang memiliki keunikan dan otentik. Tentunya, menurut dia, untuk itu semua memerlukan proses yang cukup panjang. Karena untuk daerah yang dijuliki sebagai Negri Bertuah ini, tak dipungkiri dia, belum cukup lama terbentuk sebagai sebuah kabupaten.

“Untuk objek wisata yang telah ada, memang sangat perlu adanya pembenahan, agar memang dapat dikatakan sebagai benar-benar menjadi objek wisata seperti daerah lainnya. Namun mengenai hal tersebut memerlukan waktu yang cukup lama. Karena Kayong Utara cukup memiliki potensi wisata jika meihal lokasi yang ada. Seperti Pantai Pulau Datok, dan Pantai Pasir Mayang,” terangnya.

Selanjutnya, jika untuk pemandu wisata yang kini sedang mengikuti pelatihan, dia menilai, merupakan langkah awal untuk dapat menggunakan SDM yang ada. Salah satunya, menurut dia, dengan menggunakan masyarakat lokal, sehingga dapat menjadi pemadu wisata di daerahnya sendiri. Harapan dia, mereka ini akan dapat digunakan secara terus menerus, bukan hanya pada saat kegiatan Sail nanti.

“Untuk semua peserta yang mengikuti pelatihan dalam penggunaan Bahasa Inggisnya saya rasa cukup baik. Dan ini memang sangat perlu adanya pengembangan SDM yang ada. Karena ini merupakan momen bagi mayarakat dapat menggunakan momoen ini,” tutupnya.

Terkait hal ini, kepala Disbudparpora Kabupaten Kayong Utara, Mas Yuliandi, mengungkapkan bagaimana antusiasme masyarakat yang sangat tinggi, dalam rangka keikutsertaan dapat menjadi pemandu wisata. Menurut dia, hal tersebut dapat dilihat dari pendaftaran, sehingga banyak sekali yang mendaftar. Disebutkan dia, mulai dari pelajar, pegawai negeri sipil, tenaga kontrak, dan masyarakat umum. Namun, tak dipungkiri dia jika pendaftaran ini dibatasi hanya menerima sebanyak 50 peserta.

“Pada saat pendaftaran, kita akhirnya melakukan penyeleksian, yang menghasilkan 50 orang peserta yang bisa mengikuti pelatihan pemandu wisata. Dan untuk pemandu wisata yang berasal dari Yogyakarta dan berlisensi nasional,” tutup Yuliandi. (dan)

Berita Terkait