Jokowi Isyaratkan Percepat Pembangunan Bandara Kulonprogo

Jokowi Isyaratkan Percepat Pembangunan Bandara Kulonprogo

  Rabu, 11 May 2016 13:19

Berita Terkait

PRESIDEN Joko Widodo mengisyarakatkan agar pembangunan Bandara Kulonprogo, Yogyakarta,  dipercepat, agar memberi dampak pada perekonomian Yogyakarta.

"Saya mendengar pembangunan Bandara Kulonprogo direncakan cukup lama. Banyak yang menunggu. Tapi kita tahu pengerjaan belum dimulai," kata presiden dalam rapat terbatas (Ratas) dengan topik Rencana Pembangunan Bandara di Yogyakarta.

Presiden Jokowi menekankan agar semua pihak bergerak menyelesaikan pembangunan bandara. Jika ditunda lagi, kata presiden, infrastruktur Indonesia akan kian jauh tertinggal dari negara lain.

Menurut presiden, pembangunan bandara tidak untuk lima sampai sepuluh tahun mendatang, tapi 30 sampai 50 tahun ke depan. Bandara, demikian presiden, harus terintegrasi dengan semua moda transportasi lainnya.

Bandara Kulonprogro akan memperkuat aksesibilitas ke semua destinasi di Yogyakarta dan Jawa Tengah, terutama kawasan Joglosemar. Selama ini kelemahan daya saing pariwisata Indonesia adalah infrastruktur.

"Bagi destinasi, aksesibilitas adalah syarat mutlak," kata Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya. "Hanya jembatan uara yang bisa membuat kita bergerak dari satu ke lain lokasi."

Menpar Arief Yahya mencontohkan penerbangan langsung dari Tiongkok ke Thailand, Malaysia, dan Singapura, di atas 80 persen. Bandingkan dengan Indonesia yang hanya 30 perswen. Kebanyakan penumpang dari China harus transit di Singapura, Malaysia, dan Hongkong.

"Bandara Kulonprogo akan menjadi pintu masuk untuk mengejar target dua juta wisman ke Joglosemar," kata Menpar. "Saat ini, wilayah inti kebudayaan Jawa baru dikunjungi 250 ribu wisman. Angkor Watt di Kamboja, yang jauh lebih kecil, dikunjungi 2,5 juta wisman."**

Berita Terkait