Jokowi: Ini Masalah Prinsip

Jokowi: Ini Masalah Prinsip

  Kamis, 5 January 2017 14:07
Presiden Joko Widodo dan PM Australia Malcolm Turnbull. Foto: Natalia Fatimah Laurens/JPNN

Berita Terkait

Presiden Joko Widodo angkat bicara terkait keputusan TNI yang menghentikan sementara kerja sama militer dan pertahanan dengan Australian Defence Force.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo usai membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pembangunan Pertanian yang digelar di Ruang Birawa, Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, hari ini.

"Saya sudah menerima laporan dari Panglima TNI, dari Menteri Pertahanan. Dan saat ini masalah itu saya sudah perintahkan untuk ditangani oleh Menhan dan Panglima TNI," ujar pria yang akrab disapa Jokowi itu.

Lebih lanjut, Jokowi mengimbau agar langkah yang diambil TNI bisa mendinginkan suasana antara militer Indonesia dan Australia.

"Saya kira hubungan kita dengan Australia ya masih dalam kondisi yang baik-baik saja, hanya mungkin di tingkat operasional ini yang perlu disampaikan agar situasinya tidak panas," imbuhnya.

Selain itu, Jokowi juga berharap agar keputusan tersebut tidak mengganggu hubungan bilateral antara kedua negara.

Mengingat saat ini Indonesia dan Australia sepakat untuk menjaga hubungan kerja sama yang telah terjalin dengan baik.

"Kita kan sudah sepakat, Indonesia-Australia sepakat untuk saling menghormati, untuk saling menghargai, dan tidak campur tangan urusan dalam negeri masing-masing. Saya kira kita sepakat itu," imbuhnya.

Seperti diketahui, Markas Besar TNI memutuskan untuk menghentikan sementara kerja sama militer dengan Australia, setelah adanya masalah teknis saat melakukan latihan bersama yang menyebabkan penghentian tersebut.

"Iya betul menghentikan sementara, bukan memutuskan kerja sama," ujar Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Mayor Jenderal Wuryanto, di Jakarta, 4 Januari 2017 lalu.

Penghentian kerja sama sementara tersebut meliputi berbagai aspek, di antaranya latihan bersama, pendidikan, tukar menukar perwira, hingga kunjungan antar-pejabat.

Oleh sebab itu, Jokowi berharap agar masalah tersebut bisa segera diselesaikan dengan baik dan tidak akan mempengaruhi latihan bersama militer Indonesia dan Australia di masa mendatang.

"Ya ini masalahnya biar di-clear-kan dulu lah, karena ini juga masalah itu meskipun di tingkat operasional tapi kan juga masalah prinsip," pungkasnya. 

HARGA DIRI

Pemicunya masalah ini berawal dari materi bahan ajar di fasilitas militer Australian Defence Force (ADF) yang dianggap melecehkan Pancasila.

Sumber Fairfax Media sebagaimana dikutip Sydney Morning Herald menyebut penghinaan itu ada dalam bahan ajar di fasilitas latihan ADF di Perth tahun lalu. Ada materi dalam bahan ajar yang dianggap sangat menyinggung TNI.

Materi itu terkait dengan aksi TNI pada 1965 dan di Timor Timur, saat negeri yang kini bernama Timor Leste itu masih menjadi bagian Indonesia. Ada yang menganggap materi itu sebagai penilaian ilmiah, tapi di sisi lain TNI menganggapnya sebagai penghinaan.

Selain itu, ada juga kertas bertuliskan PANCAGILA yang dilaminasi. Ada seorang instruktur Kopassus peserta pelatihan yang melihatnya. Instruktur di korps pasukan elite itu tersinggung lantaran Pancasila sebagai lima prinsip yang dipedomani dan dihormati TNI, justru dipelesetkan sebagai lima prinsip gila.

Saat pulang ke Indonesia, instruktur Kopassus itu langsung membuat laporan ke Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Hingga akhirnya Jenderal Gatot mengeluarkan telegram yang isinya memerintahkan TNI mengakhiri semua kerja sama militer dengan Australia.(SMH/ara/jpnn)

Berita Terkait