Jokowi Canangkan 2016 Tahun Percepatan Pembangunan

Jokowi Canangkan 2016 Tahun Percepatan Pembangunan

  Selasa, 16 Agustus 2016 16:15
FOTO RICARDO/JPNN.COM

Berita Terkait

PRESIDEN Joko Widodo  menilai  pertumbuhan ekonomi Indonesia semakin baik.  Menurutnya,  semua pihak patut bersyukur karena  perekonomian Indonesia  sepanjang 2016  tumbuh bagus. Pada triwulan pertama  2016 tumbuh 4,91 persen.

"Bahkan dalam triwulan kedua tahun ini, pertumbuhan ekonomi nasional naik menjadi 5,18 persen," ujarnya saat pidato kenegaraan pada sidang bersama DPR dan DPD di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (16/8).

Pertumbuhan itu,  katanya,  jauh  di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi dunia dan negara-negara berkembang. "Indonesia menjadi salah satu negara yang pertumbuhan ekonominya tertinggi di Asia,"  sebutnya.

Guna menjaga momentum itu, Jokowi menetapkan 2016 sebagai tahun percepatan pembangunan nasional. Ke depan,  pemerintah  akan fokus pada tiga langkah terobosan untuk   pengentasan kemiskinan,  mengatasi pengangguran, ketimpangan dan kesenjangan sosial.

Percepatan pembangunan akan dilakukan dengan melakukan  percepatan pembangunan infrastruktur. Kedua, penyiapan kapasitas produktif dan sumber daya manusia. Ketiga, deregulasi dan debirokratisasi.

Jokowi menilai percepatan pembangunan  mutlak untuk diperlukan. Pasalnya, sudah 71 tahun merdeka, Indonesia belum mampu memutus rantai kemiskinan,  pengangguran,  ketimpangan serta  kesenjangan sosial.

Sejumlah  terobosan  yang dilakukan di Tahun Percepatan Pembangunan ini diharapkan mampu menurunkan kemiskinan, pengangguran, ketimpangan dan kesenjangan sosial.

Menurutnya, pemerintah menaruh perhatian besar pada empat aspek strategis.

Pertama, mempercepat  reformasi hukum untuk memberi kepastian hukum dan memenuhi rasa keadilan masyarakat, serta terus mendorong reformasi birokrasi untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih prima. 

Kedua adalah perombakan manajemen anggaran pembangunan.

Ketiga, politik luar negeri. "Aspek strategis keempat adalah demokrasi, stabilitas politik, dan keamanan," pungkas Jokowi.(dna/JPG)

 

Berita Terkait