Jobber Sanggau Jaga Pasokan BBM Perbatasan

Jobber Sanggau Jaga Pasokan BBM Perbatasan

  Jumat, 30 Oktober 2015 09:39
fakhrurrojihasan.wordpress.com

Berita Terkait

PONTIANAK - Senior Supervisor Eksternal Relation PT Pertamina (Persero) MOR VI Kalimantan Andar Titi Lestari berharap permasalahan izin mendirikan bangunan (IMB) pascadioperasikannya "jobber" atau depo mini BBM di Sanggau bisa diselesaikan secepatnya oleh pihak swasta."Kami yakin masalah belum diselesaikannya retribusi IMB depo mini Sanggau,  berapapun biayanya pasti bisa diselesaikan mereka (pihak ketiga), dan kami berharap pemerintah bijak menyikapinya," kata Andar Titi Lestari di Balikpapan, Kamis (29/10).

Pertamina ingin operasional depo mini BBM Sanggau bisa segera teratasi, karena pentingnya pemenuhan BBM dan perekonomian masyarakat di kawasan perbatasan. "Saat ini, kami juga mendorong pihak ketiga dan Pemkab Sanggau bisa menyelesaikan permasalahan itu," ujar Andar.Pertamina (Persero) Marketing Operation Region VI Kalimantan, baru-baru ini mulai mengoperasikan "Jobber" atau depo mini BBM di Sanggau, Kalbar yang berperan penting dalam upaya menjaga pasokan BBM di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.

Sebelumnya kebutuhan BBM di wilayah Kalbar bagian timur dipasok dari Terminal BBM Sintang, yang mendapatkan pasokan dari Terminal BBM Pontianak yang jaraknya cukup jauh dari titik konsumen, sehingga sering kali mengalami kendala, terlebih ketika terjadi pendangkalan Sungai Melawi dan Sungai Kapuas.Selama ini penyaluran BBM untuk wilayah Sanggau dan Landak diperoleh dari TBBM Sintang yang dibantu TBBM Pontianak dan "Floating Storage" di Sanggau dengan pemanfaat Sungai Melawi disaat pasang.

Namun Pemkab Sanggau mendesak dan mempermasalahkan terkait belum dibayarnya retribusi IMB depo mini yang dibangun oleh pihak ketiga sebesar Rp3,3 miliar.Ada sebanyak 17 SPBU dan lima PLTD yang menggantungkan pasokan BBM dari Jobber Sanggau, dengan jarak tempuh perjalanan darat dari TBBM Pontianak ke TBBM Sanggau 220 kilometer, dan dari TBBM Sintang 90 kilometer. Kehadiran depot mini BBM Sanggau juga dapat memberikan potensi efesiensi biaya angkutan BBM sebesar Rp15 miliar/tahun.

Depo mini BBM tersebut memiliki sarana fasilitas berupa "Floating Jetty", selain itu memiliki dua tanki premium kapasitas 2.000 kiloliter, tiga tanki solar kapasitas 6.000 kiloliter, dan satu tanki BBK (Bahan Bakar Khusus) kapasistas 1.500 kiloliter, enam pompa produk, dan "Filling Shed", kata Andar.Sebelumnya, Direktur Puskepi Sofyano Zakaria menyatakan, harusnya Pemerintah Kabupaten Sanggau mendukung agar operasional "jobber" atau depo mini BBM yang bekerjasama dengan pihak swasta PT Cakra Buanamas Utama, agar berjalan lancar untuk peningkatan pembangunan dan perekonomian Sanggau dan wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia. (ars)

 

Berita Terkait