Jika Hujan, Disediakan Payung

Jika Hujan, Disediakan Payung

  Senin, 24 Oktober 2016 09:30

Berita Terkait

Ada Misbar di Pantai Pulau Datok

SUKADANA – Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf) menggelar bioskop terbuka yang disebut misbar atau gerimis bareng. Berdiri di Pantai Pulau Datok, Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, keberadaannya ikut menyemarakkan Sail Selat Karimata di kabupaten tersebut, belum lama ini.

Bioskop panggung yang terbuat dari kayu dan berbentuk unik yang dan posisinya menjorok ke laut tersebut, seperti terapung di saat air laut mulai pasang. Keberadaan bioskop tersebut mampu mendatangkan ribuan penonton, dengan kurun waktu selama lima hari digelar, 15 – 20 Oktober lalu. Keberadaan fasilitas hiburan yang baru kali pertama hadir di Kabupaten Kayong Utara tersebut, mampu melirik perhatian para pengunjung pantai. Selain letak yang unik, ada sisi keunikan lainnya dari keberadaannya. Para penonton bisa saja menggunakan payung atau jas hujan yang telah disediakan, jika mereka diguyur hujan. Hal demikian tentunya cukup unik dan belum pernah ada di kabupaten pemekaran dari Ketapang tersebut selama ini.

Bagi masyarakat yang ingin menyaksikan film yang diputar mereka selama lima hari, sama sekali tidak dipungut biaya. Harapannya, masyarakat yang menyaksikan dapat lebih merasa terhibur, terlebih masih dalam rangka Sail Selat Karimata 2016. Ternyata setelah dibuka selama lima hari, untuk peminat menyaksikan bukan hanya dari kalangan anak remaja, tapi juga para orang tua. Kaum yang satu ini pun tidak ketinggalan menyaksikan beragam suguhan film yang diputar.

Salah satu pengunjung misbar, Rudi (25), warga Sukadana, mengungkapkan bagaimana keberada bioskop tersebut memebuat dirinya merasa sangat terhibur. Bahkan dirinya menyarankan agar keberadaan misbar ke depannya dapat terus ada di ibukota kabupaten ini. Keberadaannya, diyakini dia, dapat menarik para pengunjung lokasi wisata yang menjadi tempat puncak acara Sail Selat Karimata, 15 Oktober lalu tersebut. “Kalau ada bioskop, enak kalau mau nonton. Tinggal datang aja ke pantai kalau memang mau nonton. Film-filmnya juga bagus-bagus. Mudah-mudahan saja bioskop itu tetap ada,” ungkap Rudi.

Mengenai hal ini, koordinator misbar Bekraf, Toto, mengatakan, keberadaan suguhan hiburan yang satu ini, tentunya bagian dari partisipasi pada kegiatan Sail Selat Karimata. Mereka ingin menambah kemeriahan dan memberikan hiburan kepada masyarakat saat berkunjung di pantai andalan Kabupaten Kayong Utara tersebut.

Sementara itu, untuk desain bioskop tersebut ditangani langsung Stefani, arsitek yang mendesain bioskop terapung. Menurut dia, bioskop yang dibangun di bibir pantai seperti itu, menjadikannya sangat indah, jika dibanding dengan yang sudah-sudah. “Menurut saya misbar di Kayong Utara ini sangat indah, jika dibanding yang sudah-sudah, seperti yang ada di Jakarta. Apalagi lokasinya berada menjorok ke arah laut. Seakan bioskop itu seperti terapung,” akunya di Sukadana, Jumat (21/10).

Mengenai hal ini, dirinya berharap keberadaan misbar di Kabupaten Kayong Utara dapat tetap ada. Namun, dia menambahkan, dengan catatan dapat digunakan sebaik mungkin. Walau diakui dia, di mana-mana selalu terdapat beberapa persoalan, seperti ruang dan program. Padahal mereka harus dapat mengisi ruang tentunya melalui program-program kesenian yang lebih bermanfaat untuk masyarakat.

“Dibanding misbar di Jakarta sangat beda. Karena untuk di Pantai Pulau Datok  bagian depannya bisa digunakan untuk pertunjukan lain. Selain pemutaran film, ke depannya untuk misbar akan kami pantau, sejauh mana dapat mengembangkannya. Karena untuk dapat mengembangkan perfilman program-progaram kegiatannya juga harus jelas,” katanya. (dan)

Berita Terkait