Jihad Akbar Melawan Narkoba

Jihad Akbar Melawan Narkoba

  Selasa, 3 May 2016 09:32   836

Oleh : Adi Supriadi

DARI  hari ke hari generasi muda Indonesia terancam oleh narkoba dan dari hari ke hari media massa seluruh Indonesia bahkan hampir di setiap kota dan Kabupaten di Indonesia selalu memberitakan meningkatnya kasus Narkoba, baik penangkapan pengedar maupun penangkapan para pemakai.  Sudah seharusnya bangsa ini fokus untuk menyelamatkan generasi muda dari obat-obatan terlarang ini.

Narkoba adalah serangan terhadap umat dan bangsa ini. Maka Jihad adalah jawaban umat dan bangsa ini atas serangan tersebut. Jihad melawan narkoba adalah jihadus-nafs (jihad melawan diri sendiri), yang termasuk jihadul akbar (jihad yang terbesar) ditimbang dari jihad di medan perang.

Narkoba adalah kejahatan trans-nasional yang telah mengancam keberadaan dan kelangsungan bangsa Indonesia. Jihad melawan narkoba juga bermakna harb yang merupakan holy war (perang suci). Perang yang bertujuan internal dan eksternal. Perang yang bermakna military jihad (jihad militeristik) yang berupa military action (tindakan militeristik) terhadap jejaring sosial narkoba di dalam maupun di luar negeri.

Badan Nasional Narkotika (BNN) telah mengeluarkan data bahwa ada 5,9 juta pengguna narkoba di Indonesia . Tren peningkatan terjadi antara bulan Juni sebesar sampai November 2015. Sekitar 21 persen lebih populasi pengguna narkoba di dunia adalah Indonesia. Bagi Kita, Hal yang paling menakutkan adalah  populasi pengguna narkoba Indonesia adalah pelajar dan mahasiswa yang berusia antara 15 sampai dengan 24 tahun. Mereka mencapai 22 persen. Mereka yang terancam menjadi lost generation dari pangkuan Ibu Pertiwi.

Oleh karena itu, Jihad melawan narkoba adalah Jihad Akbar dan merupakan tanggungjawab bersama. Pemerintah dan masyarakat berkewajiban untuk memproteksi dan melawan jejaring narkoba dalam maupun luar negeri sekaligus. Organisasi Kemahasiswaan dan Pelajar seperti HMI, KAMMI, GMNI dan banyak lagi yang lainnya harus bersatu untuk menyelamatkan rekan-rekan mereka dari ancaman ini. 

Semua perguruan tinggi dan SMU harus mensyaratkan kepada Siswa atau Mahasiswa yang akan mendaftar wajib mensertakan Surat bebas narkoba dengan dibuktikan adanya Test Urine, Amphetamin, Kokain, Morfin dll. Demikian juga Pihak Swasta, Setiap perusahaan harus mencantumkan satu syarat dimana semua pelamar kerja harus terbebas dari Narkoba dengan Surat keterangan bebas narkoba dan hasil Tes Urine. 

Penulis mengingatkan bahwa ini perkara yang sangat serius, sangat serius melebihi perang melawan Terorisme, karena penyebaran Narkoba dalah terorisme yang sesungguhnya, Demikian juga dengan perang melawan Korupsi, Perang melawan Narkoba melebihinya. 

Terorisme tidak memutus generasi. Korupsi juga tidak menghilangkan satu generasi. Namun kecanduan narkoba bisa memotong generasi penerus, menghilangkan generasi penerus, Narkoba adalah mesin pembunuh massal yang merusak kesehatan, produktivitas, daya saing, stabilitas pertahanan, dan keamanan nasional. Pelakunya melibatkan jaringan luas lintas negara, memiliki dukungan finansial sangat besar. Maka, Jihad melawan Narkoba adalah Jihad Akbar.

*) Penulis adalah Kandidat Doktor Ilmu Manajemen Universitas Pasundan Bandung, Lulusan STAI Al-Haudl Ketapang, Saat ini bekerja sebagai HR Manager PT, Hitachi Power Systems Indonesia Di Jakarta.