Jerman 3-0 Slovakia: Modal Sempurna Der Panzer

Jerman 3-0 Slovakia: Modal Sempurna Der Panzer

  Senin, 27 June 2016 03:40
FOTO; UEFA

Berita Terkait

JERMAN tampil sempurna kala menggulung Slovakia tiga gol tanpa balas pada babak 16-besar Euro 2016 di Villeneuve-d'Ascq, Minggu (27/6).

Ini bisa dibilang modal berharga jelang jumpa antara Italia dan Spanyol pada babak perempat final alias 8-besar.

Anak asuh Joachim Loew ini memang langsung menekan sejak menit awal. Mereka langsung melancarkan serangan sporadis ke pertahanan Slovakia.

Terbukti, laga baru berjalan delapan menit, Jerman langsung unggul. Ialah Jerome Boateng yang sukses mencatatkan namanya di papan skor. 

Berawal dari dari tendangan pojok yang disapu ke luar kotak penalti. Boateng yang melihat kesempatan itu langsung menendang bola lurus ke gawang Slovakia yang dijaga oleh kiper Slovakia Matus Kozacik.

Selang lima menit, Der Panzer berpeluang mendapatkan gol kedua setelah Mario Gomez dijatuhkan oleh Martin Skrtel di kotak terlarang. Namun, Mesut Oezil yang ditunjuk sebagai pengeksekutor, gagal karena sepakan kaki kirinya bisa dibaca oleh Kozacik.

Pada menit ke-24, Oezil tampaknya ingin menebus dosanya. Namun, dia gagal memanfaatkan bola liar lantaran sepakannya masih tipis di samping gawang.

Jerman terus menguasai laga. Pada menit ke-41, mereka hampir mendapatkan gol kedua melalui Julian Draxler. Mendapatkan bola jauh, tendangan Draxler hanya menyamping.

Dua menit kemudian, serangan demi serangan Jerman akhirnya berbuah. Kali ini melalui Mario Gomez yang sukses menjebol gawang Kozacik lewat aksinya pada menit ke-43.

Berawal dari aksi Draxler yang merangsek masuk ke kotak penalti Slovakia sebelum mengirim umpan tarik kepada Gomez.

Gol tersebut sekaligus mengakhiri paruh pertama. Usai turun minum, dominasi pemain Jerman kembali terlihat.

Pada menit ke-58, Draxler kembali mengancam. Sayang, dia harus dijatuhkan oleh Durica dan tak berbuah pelanggaran.

Der Panzer berhasil mencetak gol ketiganya pada pertandingan ini. Kali ini, gantian Draxler yang mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-60.

Memanfaatkan sepak pojok, bola mengenai pemain Slovakia dan mengarah kepada Draxler yang berdiri bebas di tiang jauh. Draxler kemudian melepaskan tendangan setengah voli yang tak mampu dihalau oleh Kozacik. Jerman memimpin 3-0.

Menit ke-77, Lukas Podolski hampir ikut-ikut mencetak gol. Namun, kerja samanya dengan Hector hanya mendarat ditangapan Kozacik.

Memasuki 10 menit terakhir, Jerman tampaknya sudah puas dengan keunggulan 3-0 ini. Serangan mereka tak lagi ngotot laiknya pada babak pertama.

Hingga peluit panjang ditiupkan, skor 3-0 tak berubah. Jerman kini tinggal menunggu lawan di babak 8-besar antara Italia vs Spanyol.

Kemenangan Jerman 3-0 atas Slovakia, tak lepas dari kontribusi seorang Julian Draxler. Pemain Vfl Wolfsburg ini menggila kala sukses mencatatkan satu gol dan satu assist dalam pertandingan tersebut.

Sejatinya, Draxler kurang mengilap dalam pertandingan Jerman di fase grup. Dia sama sekali belum memberikan kontribusinya.

Akan tetapi, beda cerita saat meladeni perlawanan Slovakia. Dia menjadikan laga ini sebagai panggungnya.

Bahkan, dia menjadi pemain Jerman pertama yang cetak gol dan assist dalam pertandingan Euro sejak Philipp Lahm pada tahun 2008. Golnya tersebut juga jadi yang pertama dalam 1121 hari.

"Pertandingan terakhir memang tak mudah bagi saya, karena saya tak bermain. Akhirnya saya bisa membuktikan pada kesempatan lain dan saya senang bisa membantu tim," ungkap Draxler dalam laman resmi UEFA.

Pemain berusia 23 tahun ini sendiri didaulat sebagai yang terbaik pada laga Jerman melawan Slovakia. Tentu, ini bisa jadi modalnya untuk terus membawa Jerman berkiprah di Euro 2016

Sulit bagi saya untuk mengatakan bahwa ini permainan terbaik saya atau bukan selama berkostum Jerman. Orang lain yang bisa menilai ini," tutur dia.

Imbuhnya, "Kami memiliki tim yang sangat sempurna. Jadi, tak masalah jika Anda tak bermain dalam satu pertandingan. Ini bukan pembuktian. Saya mencoba untuk meyakinkan pelatih bahwa saya bisa."

Tak lupa, Draxler mengucapkan terima kasih kepada Joachim Loew yang memberikannya kesempatan. Karena, laga ini bisa dijadikan dia sebagai batu loncatan.

"Pelatih mengatakan kepada saya untuk terus berusaha. Dia telah memberi saya banyak kepercayaan diri dan menjelaskan kepada saya bahwa saya adalah pemain yang baik," pungkas dia.

Pelatih Slovakia, Jan Kozak, ogah beralibi usai negaranya digulung tiga gol tanpa balas oleh Jerman di babak 16-besar Euro 2016. Dia mengakui, lawannya itu lebih baik ketimbang Slovakia.

Pada laga tersebut, Slovakia memang tampak tertekan sepanjang laga. Mereka bahkan hanya menguasai 41 persen bola, berbanding 59 persen milik Jerman.

"Tentu tak ada yang menyenangkan saat tim Anda kalah. Namun, lawan kami sangat kuar hari ini. Kami harus menghormati fakta itu, Jerman bermain sangat baik," kata Kozak dikutip laman resmi UEFA.

Menurut Kozak, gol pertama dari Jerome Boateng, merupakan kunci keberhasilan Jerman. Karena dengan gol itu, lanjut dia, mental Slovakia langsung menurun.

"Mereka mencetak gol dengan cepat. Kami sudah berusaha keras, dan kami tak memiliki kesempatan yang setara dengan yang dilakukan Jerman," sebut dia.

Imbuhnya, "Jika Anda ingin memanfaatkan kelemahan lawan, seluruh tim harus tampil dalam performa terbaiknya. Namun, hal itu tak terjadi hari ini."

Sebenarnya, masih kata Kozak, Slovakia memiliki peluang matang kala skor masih 1-0. Namun, Juro Kucka gagal mengonversi peluang emasnya.

"Kami punya situasi kunci kala Kucka memiliki kesempatan untuk menyamakan kedudukan 1-1. Namun, kami malah kebobolan lagi," tutup dia. (ies/JPG)

JERMAN (4-2-3-1): Neuer; Kimmich, Boateng (Howedes 72'), Hummels, Hector; Khedira (Schweinsteiger 84'), Kroos; Draxler (Podolski 72'), Ozil, Muller; Gomez.

SLOVAKIA (4-2-3-1): Kozacik; Pekarick, Skrtel, Durica, Gyomber ((Salata 84'); Kucka, Hrošovsky; Weiss (Gregus 46'), Hamsik, Skriniar; Duris (Sestak 64').

 

Liputan Khusus: 

Berita Terkait