Jeno Dorong Kemajuan Kewirausahaan Kalbar

Jeno Dorong Kemajuan Kewirausahaan Kalbar

  Rabu, 22 November 2017 10:17
KEBANGSAAN: Michael Jeno bersama Stafsus BIN Kalbar Kombes Pol Rudy Tranggono berfoto bersama peserta Seminar Kebangsaan yang digelar oleh GMNI dan PMKRI di Gedung Bl Kalbar, Kamis (9/11).

Berita Terkait

PONTIANAK  –  Michael Jeno melakukan sejumlah kunjungan kerja di Kalimantan Barat pada 3-12 November ini. Selain menemui masyarakat, Anggota DPR RI Komisi XI dari Fraksi PDI Perjuangan ini juga diminta menjadi pembicara dalam sejumlah seminar serta even lainnya. Namun dalam setiap forum yang diikutinya, dia selalu mendorong dunia usaha, terutama sektor UMKM untuk terus berkembang. Apalagi Pemerintahan Joko Widodo bersama DPR telah menelurkan berbagai fasilitas kredit subsidi berbunga minimum yang bisa dimanfaatkan masyarakat.

Pentingnya kewirausahaan ditegaskan Jeno saat menjadi narasumber seminar kewirausahaan bertajuk Entrepreneurship Motivatalk & Inspiraction, yang digelar Bank Indonesia Kalbar, Sabtu (11/11). Jeno mengatakan kewirausahaan adalah kunci majunya perekonomian sebuah daerah atau negara. Selain itu penciptaan lapangan kerja sangat bergantung pada kemajuan dunia usaha.

Pemerintah bersama Komisi XI DPR RI sendiri sudah meluncurkan berbagai program kredit usaha berbunga rendah dan pembinaan untuk UMKM. Misalnya KUR, KUMi, dan lainnya. "Bahkan suku bunga acuan BI sudah diturunkan dari 7,25%, tinggal menjadi 4,5% saja. Warga Kalbar harus memanfaatkan fasilitas ini. Saya ingin melihat masyarakat Kalbar yang maju dan sejahtera. Salah satu caranya adalah dengan berwirausaha," ucap Jeno.

 

Sementara dalam Sosialisasi Pengelolaan Keuangan Desa Menggunakan Siskeudes di Aula Kantor Bupati Kubu Raya, Jumat (10/11), Jeno meminta kepala desa dan jajarannya untuk taat administrasi dan berhati-hati dalam menggunakan anggaran. Pasalnya sudah banyak kepala desa yang terciduk lantaran korupsi. Namun tak lupa dia meminta pemerintah desa untuk memanfaatkan dana desa menggerakkan ekonomi setempat. "Tidak hanya untuk infrastrutur. Dana desa bisa dipakai untuk pengembangan usaha desa. Penting pula adanya BUMDes yang mengelola produk-produk yang dihasilkan desa. Setiap desa harus ada produk unggulannya, minimal satu," imbuhnya sebagai pemateri di acara yang dihadiri ratusan kepala desa dari Kabupaten Mempawah dan Kubu Raya tersebut.

Dia mengatakan, pola kewirausahaan merupakan bagian yahg difokuskan Pemerintahan Jokowi. Hal ini dalam rangka kemandirian ekonomi termasuk membangun dari wilayah pinggiran melalui dana desa. Apalago asas kegotongroyongan tercermin melalui musyawarah hingga membangun sistem keuangan yang transparan melalui siskeudes.

Jeno juga hadir sebagai pembicara dalam seminar kebangsaan yang digelar Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI) dan Persatuan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) di Gedung Banaki Indonesia Kalbar, Kamis (9/11). Seminar ini membahas peran pemuda dalam mengawal pesta demokrasi yang akan berlansung pada 2018 mendatang. Dalam seminar tersebut dihadiri sekitar 200 itu, Jeno memaparkan empat pilar kebangsaan sebagai kunci menghadapi tantangan internal dan eksternal yang dihadapi bangsa Indonesia, termasuk dalam konteks Pilkada.

Tantangan internal berhubungan dengan rendahnya pemahaman terhadap ajaran agama, otonomi daerah, SARA, pemberantasan korupsi dan tidak berjalannya penegakan hukum optimal. "Tantangan eksternal itu sendiri berkaitan dengan globalisasi dan kapitalisme. Untuk menjawab itu semua maka mari perkokoh empat pilar ini untuk Indonesia. Saya yakin dengan empat pilar kita bisa melalui tantangan yang ada dan negara kita akan lebih maju," kata dia. 

Dia juga menyinggung financial technology (fintech) yang mulai berkembang di Kalbar. Jeno memuji peran Bank Kalbar, BNI dan bank lain yang telah mengkampanyekan penggunan e-money. Teknologi digital, kata dia, telah menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat sehari-hari. Dia menjelaskan, fintech pun bisa mendorong inklusi keuangan. "Kami mendorong agar dapat diarahkan untuk mengisi kekosongan layanan keuangan formal pada segmen-segmen yang belum mendapat layanan keuangan formal. Makin banyaknya orang menggunakan smartphone dan internet akan mempercepat inklusi keuangan kita," pungkasnya.  (ars)

Berita Terkait