Jembatan Mupa Rampung

Jembatan Mupa Rampung

  Kamis, 14 December 2017 10:00

Berita Terkait

PUTUSSIBAU - Mulai dibangun tahun 2011 dan sudah menghabiskan dana sebesar Rp 30 miliar, akhirnya jembatan Mupa di Desa Pala Pulau Kecamatan Putussibau Utara dipastikan selesai tahun ini dan bisa digunakan oleh masyarakat setempat.

Mendengar jembatan Mupa akan selesai tahun ini, Akiong warga Desa Padua Kecamatan Putussibau mengaku senang dan sangat berterimakasih kepada Pemerintah Kapuas Hulu yang berkomitmen untuk menyelesaikan jembatan Mupa. “Paling tidak kami menyeberang ke ibukota Kabupaten sudah nyaman dan aman,” katanya.

Akiong mengatakan, selama ini untuk menyebrang ke Kota dan sebaliknya, selalu menggunakan motor tambang dengan biaya Rp10 ribu sekali penyebrangan. Maka dengan selesainya bangunan jembatan ini, masyarakat yang berada diseberang ibukota pun merasakan keringanan dalam menyebrang.

“Setidaknya ada lima desa yang merasa senang dengan selesainya pembangunan jembatan ini. Ada Desa Sambus, Ariung Mendalam, Dataa Diaan, Padua dan Tanjung Karang,” ungkapnya.

Ana Mariana Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga dan Sumber Daya Air Kapuas Hulu memastikan jembatan Mupa ini dipastikan selesai tahun ini. Dalam pembangunannya sedikitnya ada tujuh tahap. “Berakhirnya tahun anggaran ini pembangunan jembatan Mupa dipastikan selesai, masyarakat sudah bisa menikmatinya,” katanya, Rabu (13/12).

Ana menjelaskan, pembangunan jembatan Mupa tersebut memang lama penyelesainya, hal ini dikarenakan anggaran yang terbatas, kemudian waktu pelaksanaan pembangunan jembatan tersebut membutuhkan waktu yang lama. “Kami memang membangun jembatan itu secara bertahap, karena untuk konstruksi jembatan yang sebesar itu. Kami tidak bisa menyelesaikannya dalam satu tahun anggaran,” ujarnya.

Lanjutnya, kemudian sebelumnya pembangunan jembatan Mupa itu, juga ada permasalahan dalam pengadaan tanah. Masyarakat setempat masih ada yang belum mengiklaskan tanahnya untuk pembangunan jembatan tersebut. “Akhirnya akibat ada permasalahan tersebutlah pembangunan jembatan Mupa itu jadi lama,” ucapnya.

Tak hanya itu kata Ana, dalam proses pembangunan jembatan Mupa itu sebelumnya antara Pemerintah Provinsi dan Pemkab Kapuas Hulu ada perjanjian secara tidak tertulis terkait pembangunan jembatan itu. Waktu itu kesepakatan antara Pemkab dan Pemrov, pembangunan bawah jembatan ditangani Pemkab Kapuas Hulu dan untuk pembangunan rangka atas itu dibantu oleh Pemerintah Provinsi.

“Kenyataanya pada saat berjalannya proyek, kami hanya dibantu dua kerangka saja. Setelah itu kami masih menunggu kepastian bantuan kerangka lagi dari Pemrov. Akhirnya karena penungguan kami ini lama, kami berinisiatif untuk menyisihkan anggaran untuk penyelesaian bangunan jembatan tersebut,” ungkapnya.

Ana mengharapkan, dengan selesainya jembatan Mupa ini, masyarakat diminta ikut memelihara dan menjaga jembatan tersebut. Karena berdasarkan pengalaman, jika bangunan besi ini sudah selesai, ada saja  yang kehilangan baut, kehilangan besinya. “Jadi kalau ada masyarakat melihat ada gerakan oknum yang mencurigakan dalam hal pengrusakan jembatan tersebut, segera lapor ke kami,” pungkasnya.(aan)

Berita Terkait