Jembatan Komunikasi, Dihadiri 30 Uray dan Raden

Jembatan Komunikasi, Dihadiri 30 Uray dan Raden

  Kamis, 28 July 2016 09:30
URAY dan RADEN: Para sesepuh dan tokoh pendiri Perhimpunan Kerabat Kesultanan Sambas di kota Pontianak diabadikan di Rumah Melayu. ISTIMEWA

Berita Terkait

Mempererat hubungan kekerabatan dari keturunan kerajaan Kesultanan Sambas di kota Pontianak, digelar pertemuan antara Raden dan Uray. Pertemuan dilaksanakan di ruang rapat Rumah Melayu, jalan Sultan Syahrir Pontianak, Rabu lalu. Hadir sekitar 30 tokoh dan sesepuh dari keturunan kesultanan Sambas di kota Pontianak. Dalam pertemuan, disepakati dibentuk Perhimpunan Kerabat Kesultanan Sambas (PKKS) di kota Pontianak.

 

Uray Budianto, Pontianak

PEMBENTUKAN organisasi keluarga ini tak hanya sebatas untuk mempererat silaturahmi antar para kerabat kesultanan Sambas di kota Pontianak, tapi lebih dari itu, diantaranya untuk menggalang rencana besar halal bil halal yang akan dilaksanakan pada  tahun 2017 mendatang.

Penggagas pertemuan, Uray Muhammad Basran bin Haji Uray Muhammad Saridin Bin Raden Detek. Dia mengungkapkan mengatakan, diperlukan organisasi keluarga ini agar jembatan komunikasi yang putus kembali terikat. Selama ini, dia menilai, antara satu kerabat kesultanan Sambas yang berada di kota Pontianak kurang saling mengenal bahkan banyak diantaranya yang acuh tak acuh.

"Mungkin dengan adanya perhimpunan ini banyak manfaat yang akan kita rasakan nantinya," yakinnya.

Sebenarnya, kata Basran, rencana dirinya untuk mendirikan Perhimpunan Kerabat Kesultanan Sambas di kota Pontianak ini sudah cukup lama. Namun, karena kurangnya dukungan rencana tersebut tidak berjalan mulus.

"Sekarang alhamdulillah, keluarga kita banyak yang mendukung. Saat rapat kemarin hampir dihadiri sekitar 30 keturunan Uray dan Raden. Saya sangat bersyukur," kata dia.

Didirikannya perhimpunan ini, kata Basran, dengan tujuan mulia. Tak hanya menggagas rencana untuk melaksanakan halal bihalal besar yang akan dilaksanakan pada Idul Fitri tahun depan, tapi juga diharapkan bisa bersifat sosial. "Misalnya ada keluarga yang sakit bisa kita beri sokongan. Terus jika ada keluarga yang butuh bantuan pekerjaan atau sebagiannya juga bisa kita bantu. Pokoknya banyak manfaatnya," ungkap Uray Basran.

Sementara penggagas lainnya, Raden Muhammad Hamzah mengungkapkan, dalam rapat kemarin, telah dibentuk tim formatur untuk memilih susunan kepengurusan Perhimpunan Kerabat Kesultanan Sambas di Kota Pontianak. Tim formatur terdiri dari Uray Muhammad Basran, Uray Budianto, Uray Rahman, Raden Muhammad Hamzah dan Uray Pretty. Dan telah dilaksanakan pertemuan antara tim formatur yang dilaksanakan di kediaman Raden Muhammad Hamzah, jalan Sultan Syarif Abdurrahman. Dalam pertemuan tersebut disepakati beberapa hal, diantaranya, pembuatan website Perhimpunan Kerabat Kesultanan Sambas di kota Pontianak. Kemudian invetarisir keberadaan kerabat Raden dan Uray di kota Pontianak. Pendirian Sekretariat Perhimpunan dan pembentukan struktur kepengurusan, dewan pembina dan dewan penasehat. "Rencanananya kita akan menggelar rapat dua minggu kedepan untuk menjabarkan hasil kerja tim formatur," katanya seraya mengatakan Sekretariatan Perhimpunan Kesultanan Sambas di kota Pontianak berada di kediamannya, jalan Sultan Syarif Abdurrahman, tepatnya depan Kantor Pos.

"Mungkin beberapa hari kedepan sudah mulai beroperasi. Kita berharap segera terhimpun keluarga kesultanan Sambas di kota Pontianak ini," katanya. (*)

Berita Terkait