Jembatan Kapuas Tayan Magnet Baru Destinasi Wisata Kalbar

Jembatan Kapuas Tayan Magnet Baru Destinasi Wisata Kalbar

  Selasa, 23 February 2016 08:16   2,525

Oleh: Dr.Ir.Ahmad Tohardi,M.M

SABTU 30 Januari 2016 yang lalu, penulis sempat berkunjung ke Jembatan Kapuas Tayan yang diklaim sebagai jembatan terpanjang di pulau Kalimantan. Jembatan yang sebenarnya menghubungkan 5 provinsi di pulau Kalimantan viaKetapang-Kalteng tersebutmembentang luas di atas Sungai Kapuas dengan panjang total 1,42 km yang terbagi menjadi 2 jembatan yakni jembatan pertama sepanjang 280 m dengan lebar 11,5 m, dan Jembatan kedua 1.140 m. Selain itu ditambah jalan akses ke jembatan melalui Desa Piasak dengan model jalan layang sehingga total panjang jalan dan jembatan mencapai 5,3 Km, memang spektakuler !

         Barangkali itulah yang menjadi magnet luar biasa, sehingga membuat banyak orang yang penasaran, ingin melihat jembatan terpanjang dan sekaligus termegah di pulau Kalimantan tersebut. Dengan jarak dari Pontianak-Tayan yang hanya 110 Km itu dapat ditempuh dengan waktu hanya kurang lebih1,5-2 jam, sehingga memang masih relatif nyaman untuk sebuah perjalanan wisata, untuk itu tidak mengherankan apabila pada hari minggu 31 Januari 2016 yang lalu, ada klub Jantung Sehat Kota Pontianak yang notabene beranggotakan orang-orang Lansia beramai-ramai berkunjung ke jembatan tersebut.

Daya tarik lain dari jembatan tersebut adalah pada bagian tengah jembatan yang merupakan sebuah pulau kecil yang didesain sedimikian rupa dengan kawasan taman dan tempat parkir yang sangat luas, dibagian pulau kecil inilah banyak orang yang menghabiskan waktu liburnya. Dikawasan ini juga ada rental motor yang dapat digunakan untuk jalan-jalan sampai ke Desa Piasak (menuju Ketapang dan Kalteng) dengan tarif hanya Rp.20.000,- per jam. Disungai juga ada jasa mengelilingi pulau dan jembatan menggunakan speedboard, dan pengunjung tidak perlu khawatir kelaparan sebab ada ratusan warung makan yang menjajakan berbagai macam kuliner, selain itu juga dimeriahkan dengan berbagai barang dagangan mulai dari permainan anak-anak, buah-buahan, batu akik, souvener dan sebagainya.

          Dari pengamatan penulis mulai dari Sabtu sore sudah banyak orang-orang berkumpul dikawasan jembatan Tayan tersebut untuk berolah raga, dan dilanjutkan malam minggu untuk melepaskan penat akhir pekan sehingga dikawasan tersebut menjadi “alun-alun” sebagai  pusat hiburan malam akhir pekan untuk wilayah Tayan dan sekitarnya.  Sejalan dengan pergantian malam maka dipagi hari minggu kembali menjadi pusat olah raga sampai menjelang pukul 9, setelah itu dilanjutkan dengan kedatangan wisatawan lokal sampai menjelang senja.

        Selain keunikan jembatan, maka kerumunan manusia juga menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung, Karena sudah menjadi fitrah manusia sebagai makhluk sosial yang  selalu merasa senang apabila dapat melihat dan bersama-sama orang banyak dalam suatu kawasan atau tempat seperti tempat wisata. Artinya banyaknya orang (ramai) dengan berbagai macam tingkah polah juga menjadi daya tarik tersendiri bagi manusia sebagai makhluk sosial.

Untuk itu pada hari minggu taggal 30 Januari 2016 yang lalu,terlihat ada ratusan mobil pribadi, bis, dan motor yang diparkir di kawasan pulau kecil itu, sehingga bila dibandingkan dengan keramaian wisata di Pasir Panjang, Tanjung Bajau, dan pantai-pantai lain di wilayah Singkawang relatif kurang lebih sama. Namun yang menjadi pertanyaan berapa lama fenomena wisata tersebut bisa bertahan? Sebab apabila kelak jembatan tersebut sudah diresmikan, apakah animo masyarakat masih seperti sekarang ini?

            Untuk itu menurut penulis, Pemerintah Daerah Kabupaten Sanggau atau Kecamatan Tayan Hilir harus cepat menangkap momentum destinasi pariwisata baru yang masih trendyini sebelum  bernasib seperti batu akik, sebab dampak dari pariwisata jembatan Kapuas Tayan terhadap peningkatan perekonomianmasyarakat lokal khususnya luar biasa, karena objek wisata baru tersebut telah membuka lapangan kerjabaru sekaligus meningkatkan pendapatan perkapita masyarakat lokal khususnya yang akhirnya bermuara kepada pengurangan angka pengangguran dan pengikisan angka kemiskinan, dapat menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Pemda Sanggau serta dpaat menjadi pusat olah raga dan hiburan baru bagi warga Tayan dan sekitarnya.

          Untuk itu apabila ada investor yang tertarik menanamkan investasi bidang wisata di kawasan jembatan Kapuas Tayan tersebut cukup banyak yang bisa dibangun mulai dari Penginapandigabungkan dengan berbagai macam fasilitas seperti outbond terbuka, perkemahan (camping), pelatihan outbound, metting outbond game, kolam renang, membangun armada (sampan/speed board)untuk pemacingan di sungai, banana board, opening &ice breaking big group, kuliner khas Tayan dan sebagainya. Jika tim promosinya handal, penulis yakin fasilitas dan objek rekreasi yang ditawarkan tersebut akan menjadi magnet yang luar biasa dalam menarik masyakat Kalbar khususnya dan wisatawan manca negara seperti Malaysia dan Brunei Darussalam karena daerah Tayan merupakan daerah yang dilalui oleh wisatawan kedua negara via Entikong.

       Walaupun investasi dibidang wisata tersebut barangkali saat ini hanya menjadi sebuah mimpi, namun apabila ada kemauan dan komitmen yang kuat dari Pemerintah Daerah Sanggau khususnyaguna mewujudkanya tidak ada yang tidak mungkin. Barangkali jika yang menjadi kendala adalah modal, maka manajemen mengajarkan mulailah dari yang kecil dan bertahap, bukankah Jakarta dan kota-kota besar didunia awal sejarahnya juga dari sebuah desa. Artinya bermnodalkan niat, tekat, komitmen yang kuat dan mulai dari sekarang, apa yang bisa dilakukan ? paling tidak itu sudah mulai merubah mimpi menjadi kenyataan. (Penulis, Dosen Jurusan Peteranakan Untan).