Jembatan Belanga Ambruk, Nanga Taman – Nanga Mahap Putus

Jembatan Belanga Ambruk, Nanga Taman – Nanga Mahap Putus

  Minggu, 6 November 2016 10:39
AMBRUK: Bupati Sekadau Rupinus saat meninjau Jembatan Belanga di Desa Rawak Hulu, Kecamatan Sekadau Hulu, Kabupaten Sekadau, yang ambruk pada Jumat (4/11) petang lalu. (kanan) Jembatan darurat yang terbuat dari kayu dibangun untuk mengalihkan lalu lintas warga. SUGENG ROHADI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

SEKADAU – Jembatan Belanga di Desa Rawak Hulu, Kecamatan Sekadau Hulu, Kabupaten Sekadau, Jumat (4/11) petang, ambruk. Jembatan tersebut menghubungkan Kecamatan Nanga Taman dan Nanga Mahap. Kini, warga menantikan perbaikan segera.

Sekira pukul 18.00 WIB, sejumlah mobil truk mengantre di lokasi tersebut, untuk selanjutnya melintasi jembatan. Saat itu, dua truk berhasil lewat. Namun saat truk selanjutnya akan melintas, tiba-tiba jembatan tersebut ambruk. Diduga bangunan tersebut tak kuat lagi menahan beban.

Kondisi jembatan tersebut memang sudah miring dan rawan dilalui angkutan dengan beban berat. Jumat petang kemarin akhirnya jembatan benar-benar ambruk. Akibatnya, akses Nanga Taman – Nanga Mahap terputus. Saat ini lalu lintas dialihkan menggunakan jembatan darurat yang terbuat dari kayu.

Kepala Polsek (Kapolsek) Sekadau Hulu, Iptu Sabar Simanjuntak, menyampaikan bahwa kejadian tersebut dilaporkan pukul 18.00 WIB. Selama ini, diakui dia, jika kondisi jembatan memang sudah mengkhawatirkan untuk dilalui, terutama bagi angkutan bermuatan berat.

“Yang melintas mobil truk. Setelah ada truk yang lewat, baru jembatan itu ambruk. Pastinya tidak mampu menahan beban,” ujarnya, Sabtu (5/11) di Sekadau.

Dipastikan dia, tidak ada korban jiwa akibat ambruknya jembatan tersebut. Saat ini, menurut dia, jembatan tersebut ditutup dan tidak bisa dilalui warga, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. “Akses lalu lintas sudah dialihkan ke jembatan darurat,” katanya.

Camat Sekadau Hulu, Yangson, menginformasikan jika Mei lalu, pihaknya telah membuat proposal dan atas izin Pemkab Sekadau. Pihaknya telah mendatangi Unit Pemeliharaan Jalan dan Jembatan (UPJJ) Provinsi Kalbar, guna meminta perbaikan jembatan tersebut.

Dia berharap tahun ini jembatan tersebut bisa ditangani segera. Menurutnya, ambruknya jembatan tersebut membuat akses transportasi terhambat dan mempengaruhi perekonomian masyarakat.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Pertambangan Kabupaten Sekadau, Heri Handoko, mengatakan jika kondisi jembatan tersebut sudah diceritakan kepada Pemprov secara lisan dan tertulis.

Sejauh ini, menurut dia, Pemprov baru mengerjakan jembatan darurat. Pihaknya berjanji akan membantu jika UPJJ memerlukan bantuan, seperti alat dan sebagainya. “Intinya kami siap bantu. Kalau perlu alat nanti dibantu,” tegasnya.

Mendapat laporan, Bupati Sekadau, Rupinus pun langsung meninjau lokasi ambruknya jembatan tersebut. Menurutnya, dokumen dan sebagainya sudah disampaikan kepada Pemprov, terkait dengan jembatan tersebut. Pemkab, kata dia, sejauh ini hanya melakukan penanganan darurat saja. “Semoga bisa dijadikan prioritas,” harapnya. (sgg)

Berita Terkait