Jembatan Amblas, Macet 2 Kilometer

Jembatan Amblas, Macet 2 Kilometer

  Jumat, 6 November 2015 16:35
MACET: Kemacetan panjang kendaraan hingga lebih dari dua kilometer akibat jembatan yang amblas kemarin siang. WAHYU/PONTIANAKPOST

SEMUDUN-Kemacetan panjang terjadi di Jalan Raya Desa Semudun Kecamatan Mempawah Hilir, Kamis (5/11) sekitar pukul 13.00 siang. Kemacetan tersebut disebabkan badan jembatan sementara Pasar Semudun amblas dan nyaris roboh.Hingga berita ini diturunkan, kemacetan sudah mencapai lebih dari dua kilometer.Pembangunan jembatan Pasar Semudun sudah berlangsung sejak Juli lalu dansampai saat ini proses pekerjaan masih dilaksanakan. Agar aktifitas pekerjaan tidak menghambat kelancaran lalu lintas, maka kontraktor pelaksana membangun jembatan sementara yang berada dipinggir jalan setempat. Namun, tingginya mobilitas kendaraan yang melewati jalur pantai utara (pantura) Kalbar menyebabkan daya tahan jembatan sementara itu mengkhawatirkan.

Apalagi, kendaraan yang melintas memiliki bobot yang besar seperti tronton dan lainnya. Badan jembatan pun amblas ketika sebuah mobil pengangkut CPO melewati jembatan sementara itu. Beruntung mobil pengangkut CPO berhasil melewati bagian jembatan yang amblas hingga tidak terperosok. Namun, akibat kejadian itu kendaraan lain tidak bisa melewati jembatan sementara. Sebab, pekerjaan harus melakukan perbaikan agar jembatan bisa dilalui.

“Akibat kejadian itu, terjadi kemacetan lalu lintas yang sangat panjang baik dari arah Singkawang maupun Mempawah yang akan melewati jembatan pasar semudun. Saat ini kemacetan dari arah Singkawang hingga dua kilometer dari titik jembatan,” tutur Julianto seorang pengendara warga Sungai Kunyit.Menurut Julianto, material yang digunakan untuk membangun jembatan sementara pasar semudun diperkirakan tidak begitu baik. Jembatan dibuat dengan bahan kayu batang kelapa namun kemungkinan pondasi tidak begitu kokoh. Sedangkan beban kendaraan yang melintas cukup padat dan berbobot besar.“Kedepan, kami berharap agar jembatan sementara ini lebih diperhatikan kualitasnya. Agar, kejadian serupa tidak terulang lagi. Jangan sampai nanti ada korban di jembatan sementara itu. Apalagi, jembatan ini menjadi akses utama bagi pengendara yang melintas di jalur pantura sehingga sangat penting,” tukasnya. (wah)