Jemaah Wajib Lapor Dalam 14 Hari

Jemaah Wajib Lapor Dalam 14 Hari

  Senin, 19 September 2016 09:44
SABAR YA: Jamaah haji kloter 1 embarkasi Jakarta Pondok Gede menanti kepulangan di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, kemarin.

Berita Terkait

​Antisipasi Wabah Mers Cov

JAKARTA– Persebaran Mers CoV masih menjadi momok di dunia. Terlebih persebaran melalui para jemaah haji yang baru selesai menjalankan rukun Islam kelima itu. Guna memperkecil risiko penyebaran penyakit tersebut, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mewajibkan Jemaah Haji Indonesia (JHI) lapor kesehatan pasca-kedatangan. 

Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Juwita Moeloek menyampaikan, meski belum ada lapran jamaah terserang Mers CoV, namun antisipasi harus tetap ada. Pihaknya pun sudah menyiapkan beberapa langkah. Pertama, pemeriksaan di bandara. Setiba di bandara, jamaah langsung diperiksa melalui Thermal Scanner untuk mengetahui suhu tubuh jamaah. Karena, salah satu gejala yang muncul adalah demam di atas 38 derajat celcius. 

”Hari ini merupakan kloter pertama jamaah haji di tanah air. Kami dari Kemenkes tentu bertugas untuk menjaga kesehatan jemaah dari Mers,” tuturnya di Bandara Halim Perdankusuma, kemarin (18/9). 

Upaya kedua, pengawasan jemaah setelah berada di rumah masing-masing. Caranya, jemaah diminta tetap menyimpan buku kesehatan jemaah haji (BKJH), yang di dalamnya terdapat Kartu Kewaspadaan Kesehatan Jemaah Haji (K3JH). Kartu ini, kata dia, wajib dikembalikan pada petugas kesehatan di puskesmas terdekat dalam jangka waktu 14 hari setelah di rumah. Jangka waktu ini merupakan masa inkubasi virus menjadi penyakit, yakni rentang 2-14 hari. 

”Kalau ada gejala penyakit seperti demam, panas maka segera periksa ke Puskesmas atau rumah sakit terdekat. Dan, serahkan K3JH pada petugas kesehatan,” ungkapnya. Dengan begitu, petugas dapat mengetahui riwayat perjalanan pasien sebelumnya. Sehingga, langkah-langkah penanggulangan bisa dilakukan. 

Nila tak lupa berpesan, agar jamaah terus menerapkan dan meningkatkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Menjaga pola makan dan makan makanan bergizi untuk memulihkan stamina selepas perjalanan panjang. Tentu disertai dengan istirahat cukup, olahraga teratur. ”Bagi yang sedang sakit, periksa kesehatan teratur dan minum obat sesuai anjuran dokter,” ungkap perempuan asli Minangkabau, Sumatera Barat itu. 

Seperti diketahui, kloter pertama JHI tiba di tanah air kemarin pagi. Sekitar pukul 02.30 WIB, Pesawat Garuda GA-7561 yang membawa sebanyak 393 jemaah landing di Lapangan Udara Halim Perdanakusuma. Mereka terdiri dari 388 jemaah haji dan 5 petugas haji dari Kemenkes dan Kementerian Agama (Kemenag). 

Kedatangan mereka disambut langsung oleh Menkes. Dalam sambutannya, Menkes mendoakan agar seluruh jamaah menjadi haji yang mabrur. Menurutnya, seluruh pihak patut bersyukur lantaran pelaksanaan ibadah haji berjalan lancar. ”Tentu hal ini tidak terlepas dari kesiapsiagaan dan rasa tanggung jawab para petugas. Kami ucapkan terimakasih dan apresiasi kepada para pembimbing ibadah, dokter dan perawat yang menyertai jemaah haji,” tutur ahli oftalmologi itu. 

Tak lupa, ia turut menyampaikan belasungkawa kepada para jemaah haji yang wafat di Tanah Suci. Berdasarkan data Pusat Kesehatan Haji Kemenkes RI, JHI yang wafat di Arab Saudi sampai 18 September, pukul 19.00 WIB sebanyak 179 orang. Sementara itu, JHI yang masih dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi sebanyak 1843 orang. Untuk terus memantau kondisi mereka, pemerintah telah menyiapkan petugas yang terus melakukan pendampingan. (mia)

Liputan Khusus: 

Berita Terkait