Jemaah Membeludak hingga Salat di Luar Masjid

Jemaah Membeludak hingga Salat di Luar Masjid

  Selasa, 13 September 2016 10:35
SALAT ID: Ribuan umat muslim menunaikan salat Iduladha di Masjid Oesman Al-Khair Sukadana, Senin (12/9) pagi. Saking penuhnya, jemaah pun harus rela melaksanakan salat di luar masjid. (kanan) Sejumlah warga berebutan untuk diabadikan bersama Wakil Ketua MPR-RI Oesman Sapta Odang yang menyempatkan waktu pulang kampung merayakan Iduladha.

Berita Terkait

SUKADANA – Ribuan umat muslim memadati Masjid Agung Oesman Al-Khair yang terdapat di Kecamatan Sukadana. Buat kali pertama masjid megah di atas laut tersebut digunakan untuk menunaikan salat Iduladha, Senin (12/9) pagi, dengan turut dihadiri Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta Odang.

 
Berdasarkan informasi dihimpun Pontianak Post, masjid yang memiliki dua lantai tersebut, pada 15 Oktober mendatang akan diresmikan secara seremonial oleh Presiden Joko Widodo. Peresmian tersebut bertepatan dengan perhelatan Sail Selat Karimata 2016.

Masjid yang kini telah menjadi kebanggaan masyarakat di Kabupaten Kayong Utara tersebut pada pagi itu tak hanya disesaki warga di sekitar Kota Sukadana. Informasinya, jemaah yang hadir berdatangan dari Kecamatan Simpang Hilir, Teluk Batang, bahkan dari Kabupaten Katapang. Usai menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah salat Idulfitri, jemaah pun memanfaatkan waktu mereka di sana dengan berselfie ria, mengabadikan kemegahan masjid dengan menggunakan kamera yang mereka bawa.

Mengenai hal ini, Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta Odang usai menunaikan salat Iduladha, mengungkapkan kebanggaan serupa, sebagaimana yang dirasakan jemaah lainnya. Sebagai putra daerah Kabupaten Kayong Utara, dia begitu takjub melihat antusiasme warga menunaikan salat Id kali pertama di masjid tersebut, walau keberadaannya belum diresmikan. Namun, secara pribadi dia berpendapat, ketika masjid tersebut telah selesai dibangun, maka harus digunakan untuk salat dan tidak boleh ditunda-tunda lagi.

 “Ini memang  masyarakat Kalimantan Barat, khususnya di Kayong Utara, baru yang pertama. Meskipun masjid belum diresmikan, masjid itu dipakai, itu wajib dipakai, wajib hukumnya. Peresmian itu hanya seremonial, tapi ini kan kepada Allah, tidak boleh di tunda-tunda,” terangnya.

Oesman mengaku baru kali pertama melihat antusiasme masyarakat di Kayong Utara. Dia menyaksikan sendiri bagaimana masyarakat begitu bangga dan antusiasme dengan keberadaan Masjid Agung Oesman Al-Khair ini. Apalagi dengan ukuran masjid yang padahal sudah cukup luas tersebut, ternyata, diakui dia, masih banyak warga yang tak kebagian tempat di dalam dan harus salat di luar bangunan.

“Masyarakat Kayong Utara sendiri, dengan segala kekurangannya, ya Anda bisa melihat sendiri, selama hidup, baru hari ini melihat masyarakat di Kayong begitu ramai, begitu penuh sesak, begitu tempat selebar-lebarnya (masjid) lebih-lebih lebar dari masjid lainnya, penuh melimpah ruah umatnya,” tuturnya.

Sementara di lokasi yang sama, Bupati Kayong Utara Hildi Hamid mengatakan saat ini pembangunan masjid sudah hampir rampung 100 persen. Dia yakin pada 15 Oktober mendatang, berdasarkan jadwal peresmian, pembangunan masjid akan terselesaikan. Saat ini halaman Masjid Agung Oesman Al-Khair menjadi perhatiannya. Dirinya mengharapkan partisipasi masyarakat untuk dapat bersama-sama membersihkan halaman rumah ibadah tersebut.  

“Kondisi masjid ini sudah 90 persen, tinggal finishing di belakang tadi masih ada perancah yang belum dibongkar. Itu dalam dua minggu akan kita selesaikan. Tinggal kita bagaimana membenahi halaman saja, memerlukan biaya juga, ini kita juga memohon partisipasi dari masyarakat, untuk membersihkan halaman. Tapi Insyaallah, 15 Oktober ini (Masjid Agung Oesman Al-Khair) layak diresmikan oleh Presiden,” terang Bupati dua periode tersebut kepada wartawan

Bahkan Bupati sedari awal sudah memperkirakan akan tingginya antusiasme masyarakat untuk melaksanakan salat Id di sana. Perkiraan tersebut lantaran beberapa hari lalu, dia menyaksikan sendiri bagaimana masyarakat bagai tanpa henti, silih berganti, datang ke masjid sekadar berfoto dengan latar belakang bangunan megah itu. menurutnya, hal tersebut sebagai gambaran kebanggaan masyarakat tersendiri akan bangunan di atas laut tersebut. Dirinya juga berharap kepada seluruh masyarakat, khususnya para anak muda, agar dapat mempergunakan rumah Allah ini sesuai fungsinya untuk beribadah.

“Ini sebenarnya sudah kami perkirakan juga, karena beberapa hari kemarin gotong-royong, ada  SKPD, banyak masyarakat juga yang turun naik, artinya ada sesuatu kebanggan masyarakat akan masjid ini, sehingga mereka ingin melihat sendiri. Kemarin juga saya dengar, di BBM fotonya (rata-rata) berlatar belakang masjid. Ya, mudah-mudahan saja bagi anak muda ini tidak hanya sekadar di Iduladha saja. Namun benar-benar bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya,” ucanpya usai menunaikan salat.

Sementara itu, salah satu warga di Kecamatan Sukadana, M Riduan, merasa bangga dengan berdirinya Masjid Agung Oesman Al-Khair tersebut. Bagi dia, dengan kemegahan dan letak bangunan masjid, menambah keindahan Kota Sukadana sebagai ibukota Kabupaten Kayong Utara. “Sebagai warga, sangat bangga dengan berdirinya masjid ini. Apa lagi bangunan masjid ini di tengah kota dan letaknya di atas air laut,” tuturnya.

Ia berharap dengan berdirinya bangunan ini dapat kembali meningkatkan  ketakwaan, khusunya bagi umat muslim di Kabupaten Kayong Utara, kemudian menigkatkan ibadah kepada Allah SWT. “Diresmikan Bapak Presiden kita berharap ibadahnya dapat ditingkatkan salatnya. Dan bukan hanya pada hari-hari besar saja seperti saat ini,” pesannya. (dan)

 

Berita Terkait