Jemaah Kalbar Fokus Wukuf di Arafah

Jemaah Kalbar Fokus Wukuf di Arafah

  Kamis, 15 September 2016 13:14
Suasana haji saat menuju tempat melempar jumrah.

Berita Terkait

PONTIANAK - Cuaca yang bersahabat membuat jemaah bisa fokus melaksanakan wukuf di Padang Arafah. Demikian yang disampaikan Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama Kalimantan Barat HM Yunus HS.

Dia menyebutkan, ketika wukuf dilakukan suhu cuaca 37 derajat celcius. Temperatur suhu di tahun ini lebih rendah dibandingkan tahun lalu mencapai 48 derajat celcius.

“Cuaca tidak begitu panas, jadi jemaah tidak merasa berat ketika wukuf. Berbeda dengan tahun lalu. Saya sendiri merasakannya, karena menjadi petugas di sana,” terang Yunus kepada Pontianak Post, kemarin.

Hingga saat ini dia memastikan jemaah sudah melaksanakan semua rukun haji. Tidak ada kendala yang dialami jemaah ketika menjalani setiap rukun.

Dia menyebutkan untuk tahun ini hanya satu jemaah asal Kalimantan Barat yang meninggal dunia. Jemaah ini asal Sanggau, meninggal ketika tiba di Madinah. Jemaah yang meninggal ini dari Kloter 12.

Sedangkan untuk jemaah yang sakit, hanya satu orang. Karena safari merupakan puncak dari pelaksanaan ibadah haji, maka jemaah yang sakit tetap diberangkatkan saat safari wukuf.

Hal yang sama untuk melontar jumrah. Karena kondisi tidak memungkinkan maka rukun ini diwakilkan kepada petugas haji.  Khusus rukun ini, lanjut dia, masih bisa dilakukan Kamis (15/9).

“Semua rukun sudah terlaksana. Begitu juga untuk yang sakit, tetap melaksanakan safari wukuf. Secara umum, semua jemaah Kalbar sehat,” terang Yunus.

Setelah tuntas melaksanakan setiap rukun, jemaah asal Indonesia dipastikan pulang mulai 18 September. Pada tanggal itu, jemaah asal kloter satu dan dua mulai diberangkat ke setiap embarkasi.

Sedangkan untuk jemaah asal Kalimantan Barat sesuai jadwal akan berangkat dari Batam menuju ke provinsi ini pada 29 September. Sebelumnya jemaah ini tiba di Batam tanggal 28 September. Kepulangan jemaah Kalbar dimulai dari Kloter 11, 12, 13, 14 dan 15.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kalimantan Barat Syahrul Yadi juga menyatakan kondisi jemaah Kalbar dalam keadaan baik. Saat jemaah sudah mulai bergerak ke Mekkah.

“Sudah ada yang bergerak ke Mekkah, tapi sebagian masih di Mina,” kata Syahrul.

Dia menyebutkan suhu cuaca cukup bersahabat ketika jemaah melaksanakan wukuf. Hanya saja, itu terjadi di hari pertama. Di hari selanjutnya suhu cuaca kembali ekstrem. Namun dia memastikan hal itu tidak menghambat jemaah untuk menuntaskan setiap rukun ibadah haji. (mse)

Liputan Khusus: 

Berita Terkait