Jemaah Haji Asal Mempawah Wafat di Arab

Jemaah Haji Asal Mempawah Wafat di Arab

  Sabtu, 8 Oktober 2016 10:19

Berita Terkait

MEMPAWAH- Nahwi Zar’I Tahir Ghaffar Putih, 71, jemaah haji asal Kabupaten Mempawah yang sempat mendapat perawatan intensif dari pihak rumah sakit Arab Saudi, dikabarkan meninggal dunia pada Senin (3/10) pukul 10.15 waktu Arab Saudi. Jenazah dimakamkan di Mekkah.

Kabar meninggalnya jemaah haji dengan nomor paspor B 3236980 itu, dibenarkan oleh Asisten II Setda Pemerintah Kabupaten Mempawah, H Ismail. Informasi tersebut didapat dari Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu atau Siskohat Embarkasi Batam.

“Dari laporannya, almarhum meninggal dunia akibat Respiratory Diseases atau penyakit gangguan pernafasan. Posisi meninggalnya di KKHI Mekkah dan ditangani oleh dr Dwidea Yuliana,” papar Ismail.

Lebih jauh, Ismail menuturkan, Pemerintah Kabupaten Mempawah menyampaikan ucapan duka yang sedalam-dalamnya atas wafatnya salah seorang jemaah haji warga Desa Sungai Bundung Laut, Kecamatan Sungai Kunyit itu.

“Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan menghadapi ujian kehidupan ini. Masalah kematian, sudah menjadi ketetapan dari Allah SWT kepada setiap makhluk hidup yang bernyawa,” ucapnya menguatkan.

Kedepan, Ismail berharap para calon jemaah yang akan berangkat menunaikan ibadah haji di tanah suci agar dapat mempersiapkan diri dengan baik. Terutama menjaga kebugaran fisik agar selalu dalam kondisi prima. Sebab, pelaksanaan ibadah haji membutuhkan kesiapan fisik maupun mental.

“Untuk jemaah yang akan berangkat pada musim haji tahun depan, hendaknya sudah mempersiapkan diri sejak sekarang. Perhatikan pola makan dan rutin berolahraga. Agar kesehatan selalu terjaga dengan baik. Kalau kondisi fisik selalu dalam keadaan fit, insha allah seluruh rangkaian ibadah haji bisa kita jalani dengan baik,” pendapatnya.

Apalagi, masih menurut Ismail, perbedaan iklim dan cuaca antara Indonesia dan Arab Saudi kerap menjadi kendala bagi jemaah tanah air ketika beribadah di tanah suci. Kebanyakan jemaah yang belum terbiasa dengan suhu yang panas, dapat menimbulkan gangguan kesehatan.

“Yang paling utama itu perbedaan cuaca, suhu panas di Arab Saudi sangat tinggi. Sehingga banyak jemaah kita yang mengalami dehidrasi dan sakit ketika berada disana. Untuk itu, kesehata ini perlu menjadi perhatian bagi jemaah yang akan berangkat menunaikan ibadah haji,” tutupnya.(wah)

Berita Terkait