Jelang Puncak Sail Karimata 2016 di Kabupaten Kayong Utara

Jelang Puncak Sail Karimata 2016 di Kabupaten Kayong Utara

  Minggu, 9 Oktober 2016 10:51
BERLATIH: Para penari kolosal terus berlatih di pelataran puncak acara Sail Selat Karimata di Pantai Pulau Datok. Tarian ini akan disuguhkan untuk tamu termaksud dihadapan Presiden Joko Widodo, Sabtu (8/10). DANANG PRASETYO / PONTIANANAK POST.

Berita Terkait

 Matangkan Tarian Kolosal, Tampilkan Sejarah Kejayaan Sukadana 

PERHELATAN kegiatan puncak Sail Karimata pada 15 Oktober tidak lama lagi yang akan digelar di Pantai Pulau Datok, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Provinsi Kalimantan Barat. Segala bentuk persiapan pun terus dilakukan. Presiden RI Joko Widodo dijadwalkan akan hadir. 

DANANG  PRASETYO, SUKADANA 

Mulai dari mendirikan tenda VVIP, mempersiapkan penampilan tarian kolosal, perbaikan infrastruktur hingga memasang umbul-umbul pun telah dilakukan. Pada kegiatan tersebut di jadwalkan akan dihadiri oleh Presiden Joko Widodo.

Selain itu, mengenai persiapan tarian kolosal yang akan disuguhkan pada puncak acara Sail Selat Karimata Edye Agus Wiluyo, selaku Asisten Koreogarafer Kinaria Gencar Semarak Perkasa (GSP) pimpinan Guruh Sukarno Putra mengatakan, untuk persiapan dipasatikan sudah mencapai 100 persen. Pada tarian tersebut melibatkan sebanyak 460 orang penari yang mana persiapan telah dilakukan selama empat bulan. 

“Sebanyak 460 orang yang terlibat pada tarian kolosal. Menurut saya untuk mereka yang terlibat dalam tarian sangat cepat progresnya bagus. Jadi tidak terdapat hambatan dalam menggarap tarian kolosal ini. Karena kita lihat semangatnya juga bagus terus juga antusias tinggi. Apa lagi dengan pihak sekolah-sekolahnya juga sangat mendukung. Itu yang terutama,”terang Edye usai melatih para penari, di pelataran puncak Sail Karimata, Pantai Pulau Datok, Kecmatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Sabtu (8/10) sore.

 Dijelasakannya pula, mengenai konsep tarian yang diangkat tentang sejarah Sukadana. Kanapa diangkat tempo dulu? Karena menurut Sejarah Sukadana merupakan sebuh kerjaaan yang cukup terkenal. Cuma banyak yang tidak tahu.“Sejarah Sukadana, ternyata setelah saya pelajari dari beragai sumber, baik buku maupun media internet, ternyata benar dalam sejarah Indonesia Sukadana masuk dalam pelabuhan terkenal. Selain Jawa, Sukadana termasuk dalam perdagangan pada jaman Belanda. Makanya dalam tarian terdapat bagian tarian yang mengangkat era kolonial. Sebelum era kolonial ada Sukadana tempo dulu, Sukdana masa Singosari, ada kerajaan Baparung sama adiknya Karang Tanjung yang menggantikan Baparung. Terus habis Singosari barulah masu kerajaan Siak. Kerjaan Siak itu pernah terdampar di Sukadana karena dikejar oleh Belanda pada saat itu. Terdapar lah di Sukadana dan membangun masjid Qudsy. Masjid Qudsy sama kerajaan Sukadana yang terkenal dengan nama new Brussel.  Kalau di eropa di Belgia ada bruselnya. Jadi Sukadana mirip dengan new brussel tempo dulu,”jelasnya. 

 Selain itu, sambung dia, dijelasakannya barulah masuk era Kolonial. Dimana masuk perdagangan rempah-rempah pernah yang penah terjadi pada kerajaan di pelabuhan Sukadana. Setelah itu sambung dia, barulah masuk era Kemerdekaan. Penggrapannya sangat singkat yaitu, masuknya etnis-etnis terdapat Cina, Melayu, Dayak yang lebih dulu tinggal di sini (Sukadana.Red) yang memang perlu untuk diangkat. “Kita juga ada mengangkat tarian Bali yang juga dikenal dengan kampung Bali, dan juga Jawa. Itukan selanjutnya mereka berbaur menjadi satu, di Sukadana. Terutama di Kabupaten Kayong Utara ini,”sambungnya.

 Ia menambahkan, mengenai tarian-tarian kemerdekaan itu memang sengaja diangkat satu persatu. Tujuannya, tentu untuk menjelaskan kepada masyarakat bahwa di Kabupaten Kayong Utara tidak hanya ada suku Melayu dan Dayak saja. Melainkan terdapat suku lainya. “Pada jaman orde baru itu akan, ada transmigrasi disitulah mereka menggarap lahan. Yang akirnya menjadi penduduk asli di Kayong Utara. Makanya terwujudnya tarian itu (Kolosal.Red). Dan tarian tersebut terdiri dari berbagi etnis,”sambungnya.

 

 

Mengenai tarian kolsal tersebut, akan ditambilkan pada pertengahan sebelum di buka oleh Presiden. Jadi sebelum pembukaan puncak acara. “Tarian kolosal dari Gencar Semarak Perkasa (GSP) pimpinan Guruh Sukarno Putra akan ditampilkan pada pertengahan acara. Rencananya sebelum prosesi pembukaan. Yang sebelumnya terdapat tarian opeing yang digarap dari koreografer Bandung,”sambungnya.

 Mengenai tarian kolosal yang melibatkan kurang lebih sebayak 460 penari, dan juga melibatkan para pelajar, dirinya sangat yakin 100 persen optmis dapat berhasil dan bagus pada acara nanti. “Saya yakin penampilannya sangat bagus. Inikan kita belum menggunakan kostum dan properti yang bersar-besar. Nanti pada tanggal 11 dan 12 akan melakukan gladi bersih. Dan disitu barulah ketahuan mana penari sebagai petani, dan lainnya,”ucapnya.

 Terpisah, mengenai kesiapan Sail Selat Karimata, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kayong Utara (KKU) Hilaria Yusani menjelaskan saat ini sudah mencapai 100 persen. Selain itu, sambung dia untuk koordinasi dengan pihak TNI maupun Kepolisian pun tanpa adanya kendala.

 “Untuk rangkaian pendukung Sail Selat Karimata pada dasarnya hingga enam hari sebelum pelaksanaan pada 15 Oktober nanti semuanya sudah mencapai 100 persen. Tinggal finishing saja. Menyelesaikan pekerjaan yang belum. Pada intinya kita sudah siap. Selain itu, bentuk pendung kegiatan seperti tarian-tarian, atraksi-ataraksi, maupun pameran-pameran sudah sangat siap. Termaksud koordinasi dengan pihak TNI angkatan Udara, Laut, Darat hingga kepada pihak Kepolisain Alhamdulillah semua lancar. Bahkan mereka sangat mendukung penuh dalam pelaksanaan kegiatan itu. Dan dalam minggu ini Pangdam akan berkunjung ke Kayong Utara,”terangnya.

  Kedatangan para pejabat kodam serta Pangdam ke Kayong Utara untuk memastikam terkait kesiapan lokasi untuk acara puncak. Dan pengamanan Presiden yang telah ditempatkan dimasing-masing lokasi. “Untuk angkatan udara juga sudah mulai bergerak ke Sukadana untuk melakukan pengamanan pada saat Sail nanti,”terang Hilria Yusnani. Yang juga sebagai sekretaris panitia Sail Selat Karimata tinggkat Kabupaten Kayong Utara kepada Pontinak Post.   
 

Dirinya berharap, pada saat perhelatan puncak acara Sail Selat Karimata cuaca pun turut mendukung. Dan tidak ada gangguna sekecil apapun. “Saya berdoa cuaca turut mendukung. Mudah-mudahan pada saat acara Allah SWT berkehendak baik. Karena tidak ada yang tidak mugkin. Kalau ramalan BMKG itukan hanya membaca ramalandari alat untuk manusia saja,”doanya. (*)

Berita Terkait