Jelang Natal, Sembako Merangkak Naik

Jelang Natal, Sembako Merangkak Naik

  Senin, 21 December 2015 10:28
MERANGKAK NAIK: Di antara berbagai kebutuhan pokok, terutama untuk bahan-bahan masakan, bawang merah mengalami kenaikan terparah di Kabupaten Ketapang, bahkan hingga Rp10 ribu kenaikannya. WWW.BORNEONEWS.CO.ID

Berita Terkait

KETAPANG – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2016, beberapa kebutuhan bahan pokok di Ketapang mulai merangkak naik. Di antaranya bawang merah yang awalnya Rp26 ribu perkilogram, kini menjadi Rp35 ribu perkilogram.

Kenaikan beberapa kebutuhan bahan pokok tersebut sudah dirasakan sejak sepekan lalu. Bahan, kebutuhan pokok seperti minyak goreng, telur, dan gula, juga mulai merangkak naik. Namun, harga bawang merah mengalami kenaikan yang cukup tinggi. "Awalnya hanya Rp26 ribu 1 kilogram. Sekarang sudah Rp35 ribu," kata pedagang di Pasar Rangga Sentap, Alang (35), kemarin (20/12).

Ia menjelaskan, tidak hanya di Pasar Rangga Sentap, kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok juga terjadi di pasar-pasar di Ketapang. Namun, diakui dia, saat ini kenaikan harga masih terbilang normal, karena menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, di mana permintaan meningkat. "Gula, minyak goreng, bawang putih, juga naik. Naiknya masih normal. Tapi bawang merah cukup tinggi. Hampir Rp10 ribu naiknya," jelasnya.

Selain kebutuhan bahan pokok, kebutuhan rumah tangga lainnya seperi harga sabun dan sampo ternyata juga iku-ikutan naik. "Kalau barang-barang kelontong seperti sampo, sabun, dan sejenisnya, juga mengalami kenaikan rata-rata seribu rupiah. Untuk sayur mayur juga mengalami kenaikan karena adanya kenaikan biaya transportasi," lanjutnya.

Kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok ini dianggap sejumlah warga masih terbilang wajar. Pasalnya, menurut mereka, kenaikannya masih tidak terlalu tinggi. Terlebih, mereka juga tak memungkiri jika hal tersebut sudah menjadi hukum pasar. "Memang menjelang Natal dan Tahun Baru semua lebutuhan pokok naik, tapi sejauh ini masih normal," kata seorang warga yang berbelanja di Pasar Haji Sani, Kundi (37).

Namun demikian, ia berharap kepada pemerintah untuk dapat melakukan kontrol harga di pasaran, agar tidak terlalu tinggi kenaikannya. "Jangan sampai dimanfaatkan oleh segelintir orang untuk mengambil kesempatan. Pemerintah harus bisa mengontrol harga. Cek ke lapangan," pintanya.

"Menjelang Natal dan Tahun Baru, permintaan berbagai kebutuhan pokok memang cenderung naik. Makanya harga di pasaran juga naik. Tapi, jangan sampai naiknya terlalu tinggi. Kasihan masyarakat yang perekonomiannya menengah ke bawah," lanjutnya. (afi)

Berita Terkait