Jelang Menghadap Ujian

Jelang Menghadap Ujian

  Jumat, 19 February 2016 09:21   822

Masih banyak fakta bahwa para murid merasa takut terhadap ujian . Namun ketakutan seperti itu tidak berlaku, karena  ujian nasional bukan lagi penentu kelulusan.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah memberikan pernyataan secara resmi bahwa UN tidak lagi menjadi penentu kelulusan murid. Pertimbangan tidak hanya didasarkan pada beberapa mata pelajaran saja, akan tetapi juga perilaku murid.  Meskipun demikian, UN masih akan menjadi salah satu dari beberapa indikator kelulusan. Jadi, para murid diharapkan tidak boleh menganggap remeh Ujian Nasional.

Dan Menurut berbagai pendapat, banyak orang ujian sebagai hal yang menakutkan karna sebagai tolak ukur keberhasilan, apalagi menempuh jenjang pendidikan selama tiga tahun di tentukan nasibnya dalam dua jam mengisi soal ujian, sehingga yang perlu kita siapkan adalah mental peserta didik. Karna seandainya mental peserta didik kita lemah maka sesuatu tentang apapun kita tidak bisa menghadapinya walaupun itu dianggap mudah. Maka dari itu peserta didik harus mempersiapkan mental terlebi dahulu tanpa ada tekanan dari dunia pendidikan.

Yang kedua yang perlu disiapkan adlah kemampuan peserta didik dalam menghadapi ujian. Kemampuan yang saya maksud ini adalah kesiapan peserta didik dalam arti belajar yang menyenangkan dalam menghadapi ujian, ibarat bejanah yang akan di isi air secara perlahan, air akan terisi penuh sempurna didalam wadah di bandingkan suatu wadah diisi air secara langsung namun air tak terisi penuh. Pada kemampuan ini peserta didik melatih dengan giat dan rajin terus berusaha untuk mencapai kesuksesan dan tidak lupa disiplin dan bertanggung jawab terhadap apa yang dipelajarinya karna ini lah kunci dari susses. Tidak ada kata terlambat di dunia ini selama kita masih mau berusaha dan tidak ada yang tidak mungkin semua akan menjadi mugkin karena jika ada niat pasti ada jalan.

Ssetelah mental dan kemampuan peserta didik yang berikutnya yang paling utama dan penting adalah do’a. Semua tidak luput dari kendali Tuhan Yang Maha Kuasa. Kita bisa merencanakan sesuatu tetapi yang menghendaki adalah tuhan Yang Maha Kuasa. Kita pasrahkan semua apa yang akan terjadi, dan terus berdo’a kepada-Nya. Sesungguhnya kita adalah mahlik yang lemah dihadapan tuhan, jangn sampai kita memiliki sifat sombong karena tanpa pertolongan dan ridho-Nya kita tidak mungkin bisa meraih sebuah kesuksesan Dan semoga do’a kita hari ini dan kelak nanti akan terus didengar dan dikabulkan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa amin.

Yang terakhir adalah mengingat kepada orang yang kita sayangi di sekitar kita, karna orang – orang yang berada di sekitarkita adalah sosok motifator kita untuk menjalani kehidupan kedepan dan restu orang tua, keluarga dan teman terdekan mampu membuat semangkat kita bangkit dan membuat peseta didik lebih siap dalam menghadapi dan menjalankan ujian tanpa ada hambatan dan membuat kita percaya diri dan siap untuk melaksanakan ujian. Janganlah ujian menjadi momok bagi peserta didik tetapi jadikan lah ujian sebagai tolak ukur kita sejauh mana daya serap kita dalam selama ini di dunia pendidikan. Ada pepata mengatakan jadilah manusia pintar namun sebaik baiknya orang pintar lebih baik menjadi orang yang baik. Karna sekarang susah mencari orang yang baik. Banya orang pintar didunia ini namun kepintarnnya membawa suatu msalah, kepintarannya membawa petaka bagi semua pihak karna kepintarannya hanya untuk diri sendiri dan tidak memikirkan orang lain.

Ingat dalam melaksanakan ujian yang sebentar lagi peserta didik hadapi jangan terlalu banyak mengharap kepada pihak-pihak yang ingin menghancurkan dunia pendidikan dengan cara penyebaran kunci sebelum ujian dilaksanaka, pembocoran soal ujian yang akan dihadapi yang tentunya kebenarannya masih diragukan. Sebaiknya para peserta didik selalu berpedoman dengan kepercayaan dirinya sediri. Semoga suskses dala menghadapi ujian.

tri cahyono

saya adalah guru smk di kabupaten sambas yang ingin ikut serta membangun pendidikan di kalbar