Jelang Idulfitri, Pesanan kian Membeludak

Jelang Idulfitri, Pesanan kian Membeludak

  Senin, 4 July 2016 09:42
BEGKEL LAS: Anis Rudi, satu di antara pekerja di bengkel las, sedang sibuk dalam berkeja di bengkel las listrik milik abangnya di Kota Sukadana. DANANG PRASETYO/PONTIANAK POST

Berita Terkait

 
Bengkel las merupakan tempat yang melayani jasa spesialis pembuatan berbagai interior dan eksterior berbahan besi, seperti teralis rumah, pagar rumah, railling rumah, tangga rumah, canopy rumah, balkon, serta berbagai model baik klasik, minimalis, ataupun besi tempa untuk diterapkan pada rumah, hotel, gedung perkantoran, gudang, apartemen, sekolah dan lain-lainnya. Jasa ini ternyata cukup menjanjikan. Seperti yang sedang digeluti oleh satu di antara bengkel las yang ada di Kota Sukadana.

DANANG PRASETYO, Sukadana

KESIBUKAN terlihat pada siang hari di salah satu bengkel las yang terdapat di Kota Sukadana, ketika Pontianak Post menyambangi bengkel yang berada di Jalan Tanjung Pura. Para pekerja yang satu dengan yang lainnya terlihat serius berjibaku dengan pekerjaan yang harus segera diselesaikan mereka, sesuai dengan orderan yang diterima.

Terlebih, saat ini menjelang Idulfitri, di mana cukup banyak pesanan yang diterima oleh penerima jasa berbagai interior maupun eksterior yang dikerjakan oleh pemilik bengkel tersebut. Adapun untuk para pekerjanya sediri masih dalam satu lingkup keluarga.  Seperti yang diungkapkan oleh Anis Rudi (25) yang ikut berkerja dalam pembuatan berbagai interior maupun eksterior.  “Kami yang berkerja di sini masih lingkup keluarga semua. Dan untuk pemilik jasa begkel las ini dimiliki oleh abang saya sendiri yang sudah berjalan selama sembilan tahun,” terang Anis kepada wartawan, Sabtu (2/7).

Dirinya menceritakan, untuk pesanan selama ini dapat dikatakan cukup. Terlebih menjelang Idulfitri, di mana para pemesan telah memesan satu bulan sebelumnya. “Banyak yang memesan satu bulan sebelum Idulfitri. Ya, Alhamdulillah  semua pesanan sudah terselesaikan,” ungkapnya.

Ia menambahkan,  untuk saat ini kebanyakan konsmen memesan untuk pembuatan teralis. Karena mejelang lebaran, menurut dia, kebanyakan pemilik rumah yang ingin dipasang teralis tersebut akan ditinggal mudik ke kampung halaman. “Belakangan ini memang banyak yang pesan teralis kepada kami. Mungkin untuk memberikan rasa aman di rumah ketika ditinggal pergi pemilik rumah saat mudik lebaran. Untuk itu, kadang kita semua harus lembur guna menyelsikannya yang dikerjakan sebanyak empat orang,” jelas Anis.

Untuk kendala dalam pembuatannya, menurut dia, terdapat pada listrik dan bahan besi yang ingin dikerjakan. Kalau untuk listrik, sambung dia, saat listrik padam, terpaksa mereka tidak dapat untuk meneruskan pekerjaan tersebut. Sedangkan untuk bahan, diakui dia juga terkadang persediaannya sangat terbatas.

“Kalau listrik padam, kita berhenti kerja. Karena tenaga yang digunakan menggunakan arus listrik PLN. Dan kita juga harus dapat memaklumi jika itu terjadi. Yang lebih parahnya lagi, kita mau kerja bahannya kurang. Karena harus memesan di toko material besi yang di Ketapang,” tutur pria yang hobi berolahraga ini.

Selain itu, ada hal yang terkadang membuat dia gusar. Pasalnya ketika kerjaan sudah selesai mereka lakukan dan dipasang, namun belum juga dibayar lulas oleh konsumen. “Kerja ini kan juga perlu modal. Lah, bagiamana mau kerja kalau ada yang belum melunasi apa yang telah dipesan dengan kita? Bisa bisa tutup usaha ini,” keluhnya.

Adapun untuk harga, dipastikan dia, kurang lebih sama dengan bengkel-bengkel lainnya yang ada di Sukadana. Dimisalkan dia, untuk pembuatan pagar besi, di mana dalam satu meternya dibanderol dengan harga yang bervariasi, sesuai dengan bahan yang dipesan. “Misalnya untuk bahan stainless kisaran 700 sampai 800 ribu (rupiah) permeter, dan kalau untuk bahan holo, 350 sampai 450 ribu permeter. Dan kadang untuk harga permeternya mengalami naik turunnya harga. Yang dikarenakan harga bahan yang kita beli di toko,” ungkapnya

Anis menambahkan, kebanyakan untuk pemesanan yang menonjol menjelang hari raya, seperti yang saat ini sedang mereka alami. “Mejelang hari raya, yang cukup banyak memesan. Selain itu pada waktu tender dimulai,” ucapnya. (*)

Berita Terkait