Jatuh Cinta pada Taekwondo

Jatuh Cinta pada Taekwondo

  Rabu, 3 February 2016 08:52
Muhammad Krisna Priasandika

Berita Terkait

TAEKWONDO adalah seni bela diri asal negeri gingseng, Korea Selatan. Nggak heran kalo taekwondo didaulat sebagai olahraga nasional Korea. Sejak tahun 1996, salah satu jenis martial arts ini mulai dipertandingkan dalam Olimpiade. Menariknya taekwondo juga berhasil mencuri perhatian masyarakat Indonesia, terutama buat kawula muda. Seni bela diri yang mengutamakan kekuatan kaki ini berhasil menghantarkan Muhammad Krisna Priasandika meraih banyak juara dalam berbagai pertandingan yang diikutinya.By: Indry Agnesty

Berawal dari ajakan sang adik untuk ikut latihan taekwondo merupakan cikal bakal Muhammad Krisna Priasandika bergelut di salah satu bela diri ini. Doi mengaku nggak pernah menyangka bisa jatuh cinta sama taekwondo. Apalagi bisa sampai ikut berbagai pertadingan hingga ke tingkat mancanegara.

Cowok yang akrab disapa Krisna ini mulai tertarik buat ikut taekwondo saat duduk di kelas VIII SMP. Hingga sekarang doi udah memegang sabuk merah dalam taekwondo. Krisna terbilang masih baru dalam dunia taekwondo karena doi baru mendalami taekwondo selama 4 tahun. Tetapi hal itu nggak mengurangi semangat Krisna untuk terus berlatih dan mengikuti berbagai pertandingan.

Saat awal mengikuti taekwondo, siswa SMA Negeri 3 Pontianak ini sempat menemui kesulitan saat mempelajari suatu gerakan dalam taekwondo. Doi mengaku mengalami kesulitan saat mempelajari teknik tendangan yang bernama Dwihurigi. Teknik ini membutuhkan waktu lama untuk dipelajari hingga benar-benar sempurna. Krisna membutuhkan waktu 2-3 bulan, itu pun belum terlalu sempurna tendangannya.

Menurut Krisna, dalam taekwondo yang paling mudah dikuasai adalah gerakan-gerakan dasar seperti pukulan dan tangkisan. Buat menguasai gerakan-gerakan tersebut hingga sempurna diperlukan waktu sekitar satu bulan. Luckily, postur tubuh Krisna yang mencapai tinggi 183 cm sangat membantunya saat mempelajari gerakan-gerakan taekwondo. 

Ketika mengikuti suatu pertandingan Krisna lebih sering menggunakan tendangan Dolio Chagi dan tendangan Naeryo Chagi. Tendangan-tendangan tersebut digunakan untuk menyerang ke arah kepala lawan. Sesekali doi juga melakukan tinjuan ke arah body protecter lawan. Tinjuan ini dilakukan agar memperlambat gerakan lawan.Hingga saat ini Krisna sudah mengikuti 9 pertandingan sejak kelas VIII SMP. Dari berbagai pertandingan tersebut doi udah berhasil menyabet 8 medali. Selain mendapatkan medali, Krisna menuturkan bahwa doi juga mendapatkan banyak pengalaman berharga. Bagi Krisna pengalaman yang paling berkesan ialah saat dia mengikuti NTC Cup pada tahun 2014. Doi terkesan dengan teamwork dan semangat antar teman timnya ketika bertanding.

Selama mendalami taekwondo, Krisna mengaku belom mendapatkan pengalaman buruk. Doi merasa enjoy dan udah memiliki passion dalam dunia taekwondo. Sehingga ketika ditanya apakah memiliki ketertarikan untuk mencoba martial arts yang lain, Krisna mengaku belom tertarik dan masih ingin memperdalam ilmu taekwondonya. Nggak heran sih guys, kalo yang namanya udah passion emang susah buat ngelirik yang lain. Keep spirit!**

Berita Terkait