Jarot Beri Sinyal Fungsikan RS Rujukan

Jarot Beri Sinyal Fungsikan RS Rujukan

  Selasa, 29 March 2016 09:31
Jarot Winarno

Berita Terkait

SINTANG-Bupati Sintang, Jarot Winarno memberi sinyal kalau Rumah Sakit (RS) Rujukan yang terletak di Jalan JC Oevang Oeray akan segera difungsikan. Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ade Moch Djoen sudah diminta bersiap.

Hanya saja Jarot belum menyebutkan persiapan dalam menyambut kepindahan tersebut. Kecuali sudah menyebut kapan akan pindah. Jarot sendiri telah menentukan RS Rujukan bisa difungsikan dalam tahun ini.

“Saya juga mau mengingatkan seluruh manajemen RSUD AM Djoen Sintang, pada 12 November 2016 bertepatan dengan hari kesehatan nasional, saya minta agar paling tidak sebagian pelayanan RSUD sudah pindah ke RSR di Jl. YC Oevang Oeray. Sebagian pelayanan tersebut seperti  manajemen, rawat jalan, dan penunjang diagonistik sederhana. Sedangkan untuk pelayanan UGD dan lainnya masih di RSUD. Kita akan bertahap untuk pindah ke sana (RS Rujukan),” kata Jarot, Senin (28/3) disela acara workhshop keselamatan pasien.

Sementara mengenai pelayanan kesehatan secara umum, bupati mengingatkan kalau keselamatan pasien harus dijaga. Jangan sampai terjadi penanganan merugikan pasien dan berujung ke ranah hukum.

“Dulu kita konsentrasi pada kualitas pelayanan kesehatan, dengan membangun gedung dan fasilitas pendukungnya guna mendukung pelayanan yang baik. Kita harapkan proses penanganan yang bagus dan hasil akhir baik akan diikuti kualitas pelayanan,” pintanya.

Karena itu, menurut Jarot, kini pelayanan kesehatan menuntut keamanan seluruh elemen yang terkait. Tanpa terkecuali mulai dari pasien, dokter atau petugas kesehatan, lingkungan, gedung, eralatan yang ada serta aman dari sisi bisnis. Pasalnya, sejak  2004, WHO sudah mengingatkan soal keamanan dan keselamatan pasien. “Pemerintah Pusat pada 2012 sudah merespon peringatan WHO, dengan membentuk komite nasional keselamatan pasien di rumah sakit,” jelasnya.

Direktur RSUD Ade Moch Djoen, Rosa Trifina mengatakan, rumah sakit merupakan sebuah lembaga yang memiliki resiko tinggi, maka perlu diantisipasi guna mencegah kerugian.

“Seluruh jajaran rumah sakit harus memahami jenis resiko, mampu mengambil tindakan tepat, melaporkan kejadian dan melakukan investigasi sederhana,” katanya. (stm)

Berita Terkait