Jaringan Deo Ptk Gay Dibongkar

Jaringan Deo Ptk Gay Dibongkar

  Jumat, 17 November 2017 10:00

Berita Terkait

PONTIANAK - Tim Cyber Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kalbar membongkar jaringan layanan seks sesama jenis melalui media sosial. Kali ini seorang laki-laki berinisial E (27), warga Sintang diamankan setelah mengunggah kalimat ajakan untuk berhubungan seks di akun facebook miliknya. 

"Ini yang kedua kali tim cyber Ditreskrimsus Polda Kalbar mengamankan jaringan gay, setelah sebelumnya pada Oktober lalu mengamankan seorang laki-laki berisial DHP," ungkap Kabid Humas Polda Kalbar AKBP Nanang Purnomo, kemarin.

Menurut Nanang, pelaku diamankan setelah tim patroli cyber Ditreskrimsus Polda Kalbar melakukan profiling terhadap akun media sosial facebook bernama 'Deo Ptk Gay', untuk mengetahi pemilik akun. 

Setelah dilakukan profiling terhadap akun facebook tersebut, tim kemudian melakukan penyelidikan lebih lanjut. Dari hasil penyelidikan diperoleh informasi siapa pemilik akun. 

"Jadi pada 9 November 2017, sekira pukul 00.30, tim berhasil mengamankan E. Dalam akun facebook, yang bersangkutan dengan sengaja dan berulang kali menuliskan kalimat-kalimat berisikan ajakan untuk berhubungan seks, baik kepada orang dewasa maupun anak di bawah umur," paparnya.

Selain itu, lanjut Nanang, yang bersangkutan juga memposting foto-foto pribadi yang menampilkan ketelanjangan tubuhnya di media sosial. 

Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengaku telah melakukan aktivitasnya sejak tahun 2013. Sejauh ini, pelaku telah melakukan hubungan badan dengan sesama jenis kurang lebih sebanyak  60 orang, kurang lebih 20 orang adalah anak di bawah umur. 

"Aktivitas penyimpagan seksual tersebut telah dilakukan terlapor sejak awal tahun 2013 sampai dengan saat ini. Berdasarkan pemeriksaan, pelaku juga telah terinfeksi virus HIV/AIDS," paparnya.  

Selain mengamankan pelaku, tim juga mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya, dua lembar hasil capturescreen akun facebook atas nama Deo Ptk Gay, dua unit HP, dan dua buah sim card," katanya.

Atas perbuatannya tersebut, pelaku diduga melanggar pasal 45 ayat (1) jo Pasal 27 Ayat (1) UU No. 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dengan ancaman dipidana penjara paling lama enam tahun dan/atau denda paling banyak Rp1 miliar.

Sebelumnya, tim cyber Ditreskrimsus Polda Kalbar juga membongkar jaringan layanan seks sesama jenis melalui media sosial. Pelaku diamankan setelah penyidik Polda Kalbar melakukan penyelidikan pada beberapa group akun jejaring sosial facebook.

Pelaku berinisial DHP (27), warga Pontianak ini mengunggah foto yang menampilkan ketelanjangan atau kesan ketelanjangan ke facebook dengan menggunakan akun pribadi miliknya atas nama “davi”. 

Setelah dilakukan pemeriksaan, terungkap pelaku merupakan salah satu anggota komunitas gay yang berada di Pontianak dan mengakui sebagai TOP (sebutan untuk laki-laki yang bertindak sebagai wanita di kalangan komunitas gay).

"Foto-foto yang diunggah atau diposting ke facebook tersebut diakui oleh pelaku untuk menarik lawan sesama jenis agar dapat berhubungan badan dengan sesama jenisnya," kata Nanang.

Selain itu, berdasarkan pemeriksaan,  pelaku merupakan predator seks. Selain sebagai pelaku mengunggah foto telanjang dirinya di media sosial, pelaku juga mencari korban untuk menularkan penyakit HIV dan TBC yang dideritanya. (arf)  
 

Berita Terkait