Jaring Talenta Daerah untuk Dunia Penyiaran

Jaring Talenta Daerah untuk Dunia Penyiaran

  Kamis, 25 Agustus 2016 09:30
UNJUK BAKAT: Peserta Broadcast Academy tengah menunjukkan bakat sebagai penyiar radio. IDIL AQSA AKBARY/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Salah satu kegiatan dalam Pekan Inovasi LPP RRI Pontianak, Rabu (24/8kemarin adalah Broadcast Academy. Diikuti sekitar 50 orang remaja, baik pelajar maupun mahasiswa, di sana mereka belajar dan beradu talenta sebagai reporter dan juga presenter. 

IDIL AQSA AKBARY, Pontianak

SEORANG peserta laki-laki terlihat bersemangat membawakan sebuah program siaran di Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) Pontianak, Rabu (24/8) pagi. Mulai dari membuka acara, melaporkan kejadian, melayani telepon interkatif dari pendengar serta membawakan berita olahraga dilakukan. Meski terkadang kata-kata yang diucapkan tersendat, namun semua sesi berhasil dituntaskan.

Hal tersebut merupakan bagian dari kegiatan Broadcast Academy dalam rangka Pekan Inovasi 2016 yang diadakan untuk pertama kalinya oleh LPP RRI Pontianak. 

Kepala LPP RRI Pontianak Retno Desi Swasri menjelaskan Broadcast Academy ini diadakan khusus untuk mencari bakat-bakat reporter dari daerah yang memiliki talenta. “Dalam seleksi mereka harus berperan, bagaiaman menjadi seorang reporter, presenter dan berdialog interaktif dengan pendengar,” jelasnya. 

Mereka harus betul-betul menikmati menjadi seorang penyiar. Diharapkan dari Kalbar akan banyak generasi muda memiliki kemampuan yang baik di bidang broadcasting dan penyiaran. Dalam kegiatan ini juga melibatkan reporter profesional RRI yang sudah berpengalaman sebagai juri. 

Dia mengatakan sebelum diseleksi menjadi sekitar 50 orang, sebelumnya cukup banyak peserta yang berminat untuk ikut. Dari 50 orang peserta yang tampil nantinya akan dipilih lima besar dan kembali diadu saat final, Rabu (24/8) malam. 

Hasil audio yang menjadi juara akan dikirim ke RRI Pusat, jika lolos seleksi maka kembali berkesempatan ikut ke tingkat nasional. “Tidak disangka juga banyak yang minat mulai dari pelajar hingga mahasiswa karena batas umur peserta antara 17-20 tahun,” terangnya.

Remaja yang dinilai bertalenta ini juga nantinya berkesempatan untuk diberdayakan menjadi reporter, presenter atau penyiar di LPP RRI Pontianak. Menurutnya dasar untuk bisa menjadi penyiar, paling utama adalah kemauan dan semangat.

“Kami berkeinginan bagaimana menjaring bakat-bakat ini dan menyalurkannya, pastinya jika mereka sudah hobi dan cinta dengan dunia ini, maka akan selalu senang menjalaninya,” paparnya.

Salah satu peserta, mahasiswi dari Untan Pontianak, Ririn Usman mengaku senang bisa mengikuti kegiatan ini. Dia menilai selama ini cukup sulit mencari wadah agar bisa menunjukkan bakat di dunia broadcasting. Ditambah dalam kegiatan ini tak hanya berkompetisi mereka juga bisa mendaptakan banyak ilmu. 

“Senang sekali, bisa menguji kemampuan sebagai reporter, presenter atau penyiar,” tutupnya.(*)

Berita Terkait