Janji Perbaikan Layanan pada Masyarakat

Janji Perbaikan Layanan pada Masyarakat

  Jumat, 4 December 2015 09:15
DEKLARASI: Disaksikan Bupati Sambas, direktur RSUD Sambas dan Direktur RSUD Pemangkat menandatangani deklarasi janji perbaikan layanan kepada masyarakat Hari kurniathama/pontianak post

Berita Terkait

PEMANGKAT—Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sambas dan Pemangkat meneken deklarasi janji perbaikan layanan terhadap masyarakat. Penandatangan deklarasi dan rekomendasi perbaikan layanan dilakukan masing-masing direkturnya yang disaksikan langsung Bupati Sambas Hj Juliarti Djuhardi Alwi, Anggota DPRD Kalbar Guntur, Sekda Sambas yang diwakili Kabag Ortal Setda Sambas Dedy Zulkarnaen, Kadis Kesehatan Ketut Sukarja Kamis (3/12) kemarin di halaman RSUD Pemangkat.

Hadir dalam kegiatan itu Kepala PU Cipta Karya H Ibrahim, para camat, para kepala puskesmas, kepala desa dan pimpinan organisasi profesi IDI, IBI, Persagi, PPNI, Multi Stakeholder Forum (MSF) Kabupaten Sambas. Intinya kedua rumah sakit daerah siap memperbaiki layanan Januari 2016 mendatang.Bupati Sambas berharap janji layanan tersebut direalisasikan sesuai apa yang menjadi aduan masyarakat. “Adanya aduan masyarakat ini harus menjadi tantangan bagi kita untuk terus memperbaiki diri, membenahi apa yang kurang demi meningkatkan layanan masyarakat,”ungkapnya. 

Dan faktanya, kata Bupati, pemda sudah berbuat, salah satu upaya nyata yang telah dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, RSUD Pemangkat membangun fasilitas ruang ICU dan ruang rawat inap, serta ruang inap VIP. Disamping itu pada kegiatan ini juga dilakukan penyerahan sertifikat dari kementerian kesehatan yakni sertifikat sarana kesehatan pemeriksa kesehatan calon tenaga kerja Indonesia (TKI) yang akan bekerja di luar negeri. 

“Dengan metode survey pengaduan masyarakat dan janji layanan yang sudah diikrarkan dua rumah sakit ini dapat menjadikan pelayanan rumah sakit semakin baik, jika dilakukan perubahan dengan tindakan nyata melalui pelaksanaan janji layanan secara sungguh-sunggu,” harapnya.

Lalu apa janji kedua rumah sakit itu ke masyarakat yang disampaikan Direktur RSUD Pemangkat Dr S.G Rahanra. pertama pengaduan warga terkait petugas rumah sakit harus ramah, sopan dan santun, maka RSUD Pemangkat sudah melakukan pelatihan Customer Service and Service Excellence. Selain itu kurangnya sosialisasi jam besuk pasien, maka RSUD Pemangkat akan membuat tim inventarisasi promosi untuk meningkatkan promosi rumah sakit melalui program kerja. “Kami berjanji akan membuat program akan membuat tim inventarisasi promosi untuk melakukan program kerja seperti pemasangan spanduk, banner, baliho, untuk mentatai jam kunjungan pasien,” tegasnya.

Demi meningkatkan kenyamanan pasien rawat inap dari aksi kriminalitas seperti pencurian bahkan kendaraan petugas pun pernah raib, maka RSUD Pemangkat akan mengoptimalisasikan pengamaman. “Kita akan membangun pagar security dan memasang CCTV (Kamera pengintai,red),” ujarnya.Hal serupa diungkapkan Direktur RSUD Sambas, Hendy Wijaya, berjanji terkait pengaduan masyarakat terkait kondisi WC ruang inap kelas III kebidanan kurang bersih, mulai Januari 2016 akan diperbaiki dan menjadi perhatian pihaknya. “Kita akan melakukan pembatasan jumlah penunggu pasien dan optimalisasi petugas kebersihan sesuai SOP,” ungkapnya.

Maklumlah, kata dia, sebagaimana kebiasaan orang Sambas jika ada salah satu anggota keluarga melahirkan biasanya ruang inap kebidanan penuh sehingga kadang berdampak pada kebersihan lingkungan ruangan. Terkait pasien umum dan BPJS yang dibeda-bedakan versi masyarakat.Hendy mengatakan tidak ada pembedaannya dalam urusannya. Karena memang jika pasien umum langsung bayar ke rumah sakit sesuai aturan berlaku sedangkan pasien BPJS menggunakan kartu. “Ini akan kita sosialisasikan melalui banner, spanduk termasuk alur administrasi antar pasien umum dan pasien BPJS,” katanya..

Hal lainya adalah aduan masyarakat terkait dokter Poli rawat jalan yang sering datang terlambat, Hendy Wijaya mengatakan akan berjanji memperbaikinya dan optimalisasi kinerja petugas rumah sakit. “Kami akan menambah dokter melalui membuat nota kesapahaman atau MOU dengan Fakultas Kedokteraan Universitas Diponogoro Semarang dan terus menjalankan program Residen Senior bekerjasama dengan Kemenkes RI yang untuk melengkapi kekurangan dokter yang akan bekerja di RSUD Sambas yang dianggap kurang oleh masyarakat. 

Selain itu, penyelenggara kegiatan, Kabag Organisasi dan Tata Laksanan (Ortal) Setda Kabupaten Sambas Dedy Zulkarnaen tujuan kegiatan ini agar semua pihak yang berkepentingan dapat menyepakati dokumen janji dan rekomendasi layanan yang telah dibuat. Sedangkan deklarasi janji dan rekomendasi perbaikan layanan ini, kata dia, bertujuan semua pihak memberikan perhatian dan melaksanakan perbaikan layanan secara sungguh-sungguh serta pihak terkait dapat mendukung upaya perbaikan layanan tersebut. (har)

Berita Terkait