Janji Megawati Untuk Pemerintahan Jokowi-JK

Janji Megawati Untuk Pemerintahan Jokowi-JK

  Selasa, 10 January 2017 13:47
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri saat membacakan pidato politiknya. (Gunawan Wibisono/JawaPos.com)

Berita Terkait

DALAM pidato politiknya HUT PDIP ke-44, Ketua Umum Megawati Soekarnoputri berjanji akan mengawal jalannya pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (Jokowi-JK).

"PDIP akan berdiri kokoh menjaga jalannya pemerintahan Jokowi-JK sebagai pemerintahan terpilih," ujar Megawati di JCC, Senayan, Jakarta, Selasa (10/1).

Pernyataan Presiden kelima itu menegaskan, dirinya bersama para kader PDIP lainnya akan melawan adanya penggulingan Jokowi dari Presiden Indonesia atau makar. "Kalau ada yang macam-macam panggil saja kita (PDIP)," katanya.

Oleh karena itu, putri Proklamator Soekarno itu meminta Presiden Jokowi agar mengadukan kepada dirinya, jika ada ancaman-ancaman terhadap pemerintahan.

Megawati menegaskan, seluruh kader partai berlogo banteng sudah siap jiwa dan raga demi mengawal jalannya pemerintahan. "Anak buah saya sudah ada. Kalau untuk bangsa dan negara mereka akan siap," pungkasnya. 

Megawati juga menyatakan, Pancasila menjadi ideologi nasional karena mampu menyatukan seluruh Indonesia sebagai sebuah bangsa yang besar. Menurutnya, Pancasila menjadi ideologi bagi seluruh Nusantara karena mengutamakan rasa kebangsaan, perikemanusiaan, serta kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Pancasila diperkuat dengan sila Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai pondasi. Karena tanpa ketuhanan, Indonesia pasti akan rapuh.

"‎Jadi tanpa ketuhanan, bangsa ini pasti oleng. Ketuhanan yang dimaksud berkebudayaan dan berkeadaban dengan tak kehilangan karakter dan identitas," ujar Mega.

Presiden RI Kelima itu lantas mengutip pandangan Bung Karno tentang ketuhanan. Menurutnya, Proklamator RI itu pernah punya pandangan bahwa orang Indonesia tetap bisa menjadi penganut agama dari luar tanpa meninggalkan jiwa ke-Indonesia-annya.

Misalnya, orang Indonesia penganut Hindu tidak perlu menjadi orang India. "Bung Karno juga bilang, kalau mau Islam, jangan menjadi orang Arab. Mau Kristen jangan jadi orang Yahudi. Tetaplah jadi orang Indonesia dengan adat Nusantara yang kaya," ucapnya.

Mega menjabarkan hal itu untuk menegaskan kembali bahwa PDIP konsisten di jalur ideologi. Menurutnya, PDIP tidak hanya  sebagai rumah kaum nasionalis, tapi juga rumah kebangsaan bagi seluruh rakyat Indonesia.(gir/jpnn)

Berita Terkait