Janji Maksimalkan Infrastruktur

Janji Maksimalkan Infrastruktur

  Selasa, 2 Agustus 2016 09:51
BANDARA: Rombongan Komisi V DPR RI dikawal Lazarus dan Syarif Abdullah Alkadrfie berkunjung ke Kalbar untuk melihat sejumlah fasilitas Pelabuhan Udara, Jembatan Landak 1 dan Pelabuhan Laut Pontianak. Denny Hamdani/Pontianak Post

Berita Terkait

PONTIANAK—Komisi V DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Kalimantan Barat, Senin (1/8). Komisi yang membidangi perhubungan, komunikasi, pekerjaan umum, perumahan rakyat, pembangunan pedesaan, dan kawasan tertinggal ini langsung mengali beragam informasi terkait pembangunan di daerah ini. Yang pertama mendapat perhatian yakni progres pembangunan Bandar Udara Supadio Pontianak.

 
Lazarus, Wakil Ketua Komisi DPR RI mengatakan, untuk pembangunan Bandara Supadio Pontianak sudah on the track dan mengikuti schedule. Anggarannya juga sudah tersedia dengan planning terencana dan teratur. Bahkan, terminal baru tersebut kabarnya akan tuntas pengerjaannya pada bulan Desember 2016 ini. ”Tinggal sekarang pengerjaan run way  atau landasan pacu menampung pesawat berbadan lebar nantinya seperti apa ? ” ujarnya setengah bertanya.

Posisi sekarang landasan pacu Bandara Supadio Pontianak panjangnya diperkirakan mencapai 2.220 meter dengan lebar 45 meter. Ke depan mendukung pembangunan terminal megahnya, tentu harus dibarengi dengan landasan pacu memadai. Ukurannya harus diperpanjang minimal mencapai 2.500 meter sampai 3.000 meter. Itu supaya pesawat berbadan lebar seperti Boeing  Seri 900 mampu mendarat aman.

Rencana pembangunan landasan pacu baru kemungkinan besar juga ikut terkendala. Berdasarkan keterangan dari managemen PT. AP II, pembangunan run way baru kondisi tanahnya tak sebagus yang pertama. Makanya butuh konstruksi khusus agar pembangunannya kuat dan memadai. “Namun lagi-lagi biayanya sangat tinggi dan besar,” tukasnya.

Hanya apabila benar-benar terwujud, Komisi V DPR RI mendukung run way baru yang kabarnya direncanakan dengan panjang 3.000 meter dan lebar 45 meter. Tentunya PT. Angkasa Pura II, Supadio Pontianak sebagai salah satu BUMN terkenal memiliki visi dan misi jangka panjang. Orientasinya tetap kepada bisni dan profit oriented dengan melihat pangsa pasar dan segala macam kebutuhan penerbangan.

Syarif Abdullah Alkadrie, anggota komisi V DPR RI lainnya berharap perwujudan terminal baru Bandar Udara, Supadio Pontianak akan menambah daya gedor bandar udara kebanggaan dari masyarakat Kalbar ini. Bandara Supadio Pontianak diharapkan terus mampu mendatangkan manfaat bagi Kalbar, terutama dari penambahan penumpang dan mendukung posisi ekonomi Kalbar.

Untuk mewujudkan, Komisi V ingin mendengar langsung komitmen Kementriaan PU, Direktur dengan kepala badan yang hadir secara lansung di Aula Kantor Gubernur Kalbar. “Kami akan dengar malam ini (kemarin),” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa pembangunan Jembatan Landak 1 murni pendanannya dari APBN. Hanya memang dibutuhkan komitmen Walikota Pontianak terkait masalah pembebasan lahan sekitar. Tak mungkin membangun Jembatan tetapi lahannya ternyata masih bermasalah. ”Jangan sampai seperti kasus bundaran ketika akan membangun JK II di Kubu Raya. Masalahnya memang kecil tetapi ternyata sangat menganggu. Makanya kami dorong agar masalah pembebasan lahan tak masalah,” tuturnya.

Seandainya tak bermasalah, Komisi V DPR mendorong fokus ke mata anggaran dan pengerjannya tahun 2017. ”Intinya Jembatan Landak 1 harus terwujud,” tukas dia.Kepala Dinas PU Kalbar, Jakius Sinyur mengatakan bahwa persoalan dari daerah harus dituntaskan dahulu. Sementara masalah desain pekerjaan sudah ada dan tinggal masalah pembebasan lahan saja. “Harapan kami masalah lahan tak ada persoalan. Sehingga pada tahun 2017 anggaran dan pelaksanaa bisa dimulai. Kami optimis bapak-bapak di Komisi V DPR RI mampu memperjuangkan,” katanya.(den)

Berita Terkait