Janji, Datang Sekali lagi, Masjid Al-Islah telah Rapi

Janji, Datang Sekali lagi, Masjid Al-Islah telah Rapi

  Kamis, 30 June 2016 09:51
SAFARI RAMADAN: Kegiatan Safari Ramadan Pemkab Kapuas Hulu di Desa Boyan Tanjung, Kecamatan Boyan Tanjung, yang dipimpin Sekretaris Daerah Kapuas Hulu Muhammad Sukri, Selasa (28/6) malam lalu. MUSTA’AN/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Pemerintah Daerah (Pemda) Kapuas Hulu selama Ramadan rutin menggelar safari Ramadan ke kecamatan-kecamatan. Selasa (28/6) malam giliran Kecamatan Boyan Tanjung yang mereka sambangi, tepatnya di Masjid Al-Islah Desa Boyan Tanjung. Jika biasanya rombongan di pimpin Bupati, kali ini yang memimpin Seketaris Daerah (Sekda) Muhammad Sukri.

MUSTA’AN, Boyan Tanjung

PENGURUS Masjid Al-Islah Boyan Tanjung, H Andi Mulyadi, mengatakan, atas nama warga Desa Boyan Tanjung, sangat berterima kasih atas kunjungan safari Ramadan Pemda Kapuas Hulu ini. Dia menyebutkan, kunjungan itu merupakan suatu kebanggan bagi masyarakat. "Kami senang atas silaturahmi dari Pemda ketempat kami, minta maaf jika dalam pelayanan tidak seperti yang diharapkan," ungkapnya.

Pria yang karib disapa Bang Eman ini mengatakan, saat ini Masjid Al- Islah Desa Boyan Tanjung masih dalam tahap pembangunan, sehingga kondisinya masih berantakan dan sangat sederhana. Tentunya mereka berharap Pemda dapat membantu dan men-support  pembangunan masjid ini. “Kami berharap tahun depan ketika rombongan Pemda datang ke sini, kondisi masjid sudah baik," paparnya.

Pada kesempatan yang sama, Sekda Kapuas Hulu Mumamad Sukri mengatakan, pada kunjungan safari Ramadan ini, dirinya berkapasitas menggantikan tugas Bupati. Penggantian tugas tersebut, menurut dia, dikarenakan Bupati sedang ke luar kota.

Terkait masalah sarana prasarana rumah ibadah, kata dia, pemerintah setempat tetap selalu men-support pembangunan sarana dan prasarana rumah ibadah. Hanya saja, tak dipungkiri dia, harus sesuai ketentuan yang berlaku.

Dikatakannya, pemerintah setempat tidak diperbolehkan untuk memberikan bantuan kepada yayasan atau tempat ibadah setiap tahun berturut-turut, karena akan menjadi temuan. "Untuk membantu masjid harus ada jeda waktu setahun. Jika masjid itu sudah mendapatkan bantuan sebelumnya,” jelasnya.

Masjid ini, diakui Sukri, sudah megah. Hanya saja, menurut dia, belum rampung, sehingga perlu perhatian dari semua pihak.

Sukri mengatakan, membangun rumah ibadah merupakan tanggung jawab bersama, sehingga semua pihak harus peduli dengan pembangunan masjid. Kepedulian tersebut, menurut dia, dapat diperlihatkan baik melalui infak dan sedekah. Ia juga meminta masyarakat jangan hanya memikirkan bangunan masjid yang megah. Akan tetapi, diharapkan dia, harus memelihara dan memakmurkan masjid yang dibangun. Sehingga, dia mengingatkan, jangan sampai masjid menjadi megah, tapi tak ada kegiatan agamanya.

Dikatakannya, jika masjid telah dibangun secara megah, kemudian amalan wajib salat lima waktu tidak dilaksanakan dan masjid menjadi sepi, masyarakat setempat yang akan berdosa. "Kalau sudah dibangun masjid, tapi salat wajib lima waktu tidak dijalankan, kita akan berdosa," gugahnya.

Karena itu, diingatkan dia bahwa setiap masjid haruslah dimakmurkan dengan salat lima waktu berjemaah.(aan)

Berita Terkait