Jangankan Memperbaiki Sendiri, Berdiri pun Sudah tak Sanggup

Jangankan Memperbaiki Sendiri, Berdiri pun Sudah tak Sanggup

  Rabu, 31 Agustus 2016 10:03
SEDANG DIKERJAKAN: Beginilah kondisi rumah milik Hermansyah, warga Dusun Makmur, Desa Rantau Panjang, Kecamatan Simpang Hilir, yang sedang dibangun pemerintah desa setempat.

Berita Terkait

Kondisi rumah milik Hermansyah di Dusun Makmur, Desa Rantau Panjang, Kecamatan Simpang Hilir yang ditinggali belasan tahun sangat memprihatinkan. Beberapa sisi dinding bangunan dan atap sudah banyak yang rusak.

 

DANANG PRASETYO, Melano

HERMANSYAH sendiri saat ini hanya tinggal dengan istrinya Senainah. Saat ini dia masih terbaring lemah akibat sakit yang diderita.

Dari buah pernikahannya, Hermansyah dan Sanainah dikarunia tujuh anak, di mana enam anaknya sudah tiada dan yang paling bungsu saat ini diasuh orang lain. 

“Banyak yang rusak dan kalau hujan juga bocor. Saya tinggal sama istri saya. Anak saya tujuh orang, sisa yang kecil, diasuh dengan orang,” terang Hermansyah saat ditemui di kediamannya, Senin (29/8).

Untuk saat ini dirinya telah mendapatkan bantuan bangunan rumah layak huni dari pihak Pemerintah Desa Rantau Panjang. Bantuan rumah ini sangat ia butuhkan sekali, mengingat sudah hampir dua tahun dirinya tidak lagi bekerja sebagai penempah besi. Kini, jangankan untuk memperbaiki rumah, untuk makan sehari-hari saja dirinya kesulitan, ditambah lagi sang istri juga sedang sakit. “Saya ucapkan terima kasih telah dibantu dibangunkan rumah oleh Desa Rantau Panjang,” jelasnya.

Sementara itu, Senainah, istri Hermansyah, hanya bisa terbaring lemah di rumah keluarga yang bersebelahan dengan rumah miliknya. Diakui Sanainah, sejak 2 bulan belakangan ini dirinya tidak dapat beraktivitas. Bahkan, untuk bangun saja dirinya harus dibantu. “Sudah kurang lebih 2 bulan susah bangun dan makan, kayak orang bengah, makan tidak bisa, padahal rasa mau makan,” tuturnya

Dirinya mengaku tidak memiliki biaya untuk berobat ke Kabupaten Ketapang. Karena, berdasarkan penjelasan dari dokter tempat ia berobat, dirinya diwajibkan untuk berobat di Ketapang. Namun kembali lagi dengan biaya, dirinya mengurungkan niat untuk berobat ke Ketapang. “Untuk berobat di Puskesmas Melano saja kemarin, disuruh ke Ketapang tapi tidak ada uang,” akunya.

Kepala Desa Rantau Panjang, Sarkandi, mengatakan, pembangunan rumah baru yang diperuntukkan buat Hermansyah atau yang lebih dikenal warga dengan sapaan dengan Tok Usu Kiak ini, memakai material di desa. Bahkan, beberapa pekerja yang berasal dari masyarakat sekitar juga bekerja gotong royong untuk  membangun rumanya, karena diketahui rumah tersebut memang sudah sangat memprihatinkan.

Diakui Sarkandi pembangun rumah bagi Hermansyah ini sudah menjadi agendanya. Namun, beberapa waktu lalu, diungkapkan dia bahwa Hermansyah sempat dilarikan kerumah sakit Ketapang, karena mengalami sakit. Sehingga pembangunan rumah untuk warganya ini terpaksa ditundanya hingga Hermansyah sembuh.  

Dijelaskannya, untuk Hermansyah sendiri sudah tidak dapat beraktivitas lagi. Selain umur yang sudah tua, lelaki tua tersebut, diakui dia, memang sering sakit-sakitan. Sehingga, dia menambahkan, pihak Desa bersama warga sekitar membantu meringankan bebannya sehari-hari.

 “Dari jauh kemarin pun rumah Beliau ini menjadi prioritas, namun karena benturan Beliau ini sakit, maka saya sendiri menggiring Beliau ke Ketapang untuk berobat, baru fokus membenahi rumah Beliau ini. Tok usu Kiak ini pandai besi, namun semenjak sakit, dia tidak bisa bekerja lagi, kita lah yang kadang-kadang membantu sedikit meringankan beban ekonominya,” tuturnya.

Sarkandi pun berjanji akan segera membawa istri dari Tok Usu Kiak ini ke Kabupaten Ketapang, untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. “Dari desa untuk pengobatan istrinya, dalam satu atau dua hari ini, secepatnya istri Beliau ini akan kita bawa ke Ketapang, tapi sebelumnya kita lagi membenahi administrasi dulu, minta surat rujukan dari Puskesmas Melano, baru kita bawa ke Ketapang,” ujarnya. (*)

 

Berita Terkait