Jangan Untuk Beli Rokok

Jangan Untuk Beli Rokok

  Rabu, 20 April 2016 09:15
BANTUAN PKH: Bupati Sambas serahkan bantuan tahap pertama Program Keluarga Harapan (PKH) kepada penerima. Per triwulan Rp600 ribu.OZY/PONTIANAKPOST

SAMBAS – Bantuan tunai bersyarat atau dikenal dengan Program Keluarga Harapan (PK) tahap pertama di Kabupaten Sambas diserahkan kepada 6.092 Keluarga Sangat Miskin. Diharapkan bantuan tersebut jangan sampai digunakan untuk membeli rokok.

Bupati Sambas, dr Hj Juliarti Dj Alwi MPH mengatakan bantuan tunai tersebut langsung diserahkan kepada kaum perempuan atau ibu-ibu.

Dengan harapan, penggunaannya sesuai peruntukannya, yakni dalam hal peningkatan pendidikan dan kesehatan keluarga.

“Inilah mengapa program bantuan ini diserahkan kepada kaum perempuan, agar penggunaan dana bantuan tersebut bisa terealisir sesuai peruntukkanya, yakni memfasilitasi PKH mengakses layanan pendidikan dan kesehatan,” kata dr Hj Juliarti Dj Alwi MPH saat menyerahkan Bantuan Tunai PKH Tahap pertama di Kantor Pos Sambas, Selasa (19/4).

Bupati mengingatkan, bantuan tersebut jangan sampai dibelanjakan untuk konsumsi yang tidak seharusnya. Gunakan bantuan yang diberikan Pemerintah ini dengan sebaik-baiknya untuk peningkatan kualitas kesehatan dan pendidikan anak-anak.

“Jangan sampai PKH digunakan untuk konsumsi yang merugikan hak anak seperti rokok, minuman keras, judi dan lainnya. Manfaatkan seluruh bantuan pemerintah yang menjadi hak komplementaritas bagi peserta PKH dengan sebaik-baiknya,” katanya. Bupati berharap, bantuan PKH ini digunakan membangun usaha ekonomi produktif. Dalam rangka membantu pendapatan ekonomi keluarga agar ke depannya menjadi lebih baik.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengingatkan kepada para Camat dan Kades, seluruh KSM peserta PKH telah mempunyai Kartu Keluarga (KK) dan dokumen kependudukan lainnya. Jika belum, camat ataupun Kades diminta memfasilitasinya.

Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sambas, Agus Supardan menyebutkan bantuan tunai bersyarat yang dikenal dengan nama Program Keluarga Harapan (PK) tahap pertama Kabupaten Sambas disalurkan, Selasa (19/4) kepada 6.092 Keluarga Sangat Miskin.

Peserta PKH Kohor 2013 dan 2014 sebanyak 6.063 KSM dan Kohor 2015 sebanyak 29 KSM. Dari komponen tersebut, lanjut Agus Supardan, terdiri atas ibu hamil 221 orang, balita 3.743 orang, anak pra sekolah 232 orang, anak SD 7.588 orang, anak SMP 2.290 orang, anak SMA 659 orang. “Total komponen PKH sebanyak 14.733 orang,” ujar dia.

Pemberian bantuan dalam PKH, sebut Agus Supardan, bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui peningkatan jangkauan atau aksesibilitas masyarakat tidak mampu terhadap pelayanan pendidikan dan kesehatan.

“Jangka pendeknya, melalui program pemberian bantuan uang tunai kepada KSM diharapkan mampu mengurangi beban pengeluaran KSM,” katanya.

Sementara untuk jangka panjangnya, sebutnya, melalui kewajiban yang dipersyaratkan diharapkan akan terjadi perubahan pola pikir dan perilaku serta kesinambungan terhadap perbaikan kesehatan ibu hamil, balita serta tingkat pendidikan anak-anak KSM. Pada akhirnya, dapat memutus rantai kemiskinan antar generasi. (fah)