Jangan Tunggu Bencana

Jangan Tunggu Bencana

  Selasa, 14 November 2017 10:00
JEMUR: Puluhan berkas milik sekretariat DPRD Kubu Raya terpaksa dijemur akibat basah terendam banjir yang menggenang di Kantor DPRD sejak Minggu lalu.Ashri Isnaini/Pontianak Post

Berita Terkait

 Ajak Warga Jaga Kebersihan Lingkungan

SUNGAI RAYA – Adanya banjir yang menggenangi pemukiman warga disekitar Bandara Supadio akibat curah hujan lebat sejak Sabtu lalu dinilai Ketua Komisi III DPRD Kubu Raya, Suharso bisa menjadi pelajaran bagi masyarakat sekitar. “Informasi yang saya dapat salah satu penyebab banjir itu, karena buruknya saluran air, makanya saya rasa penting bagi masyarakat juga turut menjaga saluran air di sekitar tempat tinggalnya agar tidak mudah sumbat,” kata Suharso, Senin (13/11)

Selain soal buruknya saluran air, dan curah hujan lebat, kata Suharso faktor lain yang membuat mudahnya banjir terjadi misalnya karena mulai banyaknya bangunan liar yang berdiri di atas parit sekitar pemukiman masyarakat.  Tidak hanya rumah warga, beberapa tempat ibadah, sekolah bahkan Kantor DPRD Kubu Raya juga tergenang banjir akibat curah hujan yang tinggi pada Sabtu lalu. Pantauan Pontianak Post,  Senin pagi, tampak beberapa pegawai DPRD Kubu Raya menjemur puluhan dokumen diteras kantor DPRD. Bahkan sekolah Dasar Negeri 15 di Jalan Wonodadi II juga diliburkan akibat banjir yang menggenangi sekolah.

Agar kasus serupa tidak kembali terulang, Suharso pun mengimbau Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kubu Raya untuk secara rutin melakukan pengecekan dan membersihkan saluran air yang mulai menyumbat. “Kalau memang diperlukan, lakukan normalisasi secara rutin. Jangan menunggu ada bencana seperti banjir baru mau bekerja,” jelasnya.

Di kesempatan yang sama Suharso juga mengingatkan masyarakat agar selalu menjaga kebersihan di lingkungan tempat tinggal masing-masing misalnya dengan membuang sampah pada tempatnya. Kalau memang ditemukan ada tumbuhan liar seperti rumput simpai dan sejenisnya yang mulai banyak tumbuh disekitar slauran air saya rasa bisa dibersihkan secara gotong royong dengna jadwal rutin.

“Kalau untuk hal-hal yang kecil misalnya untuk membersihkan lingkungan sekitar rumah atau pemukiman, warga bisa bergotong royong dan  saya rasa tidak perlulah menunggu anggaran dari pemerintah,” ungkapnya.  Adanya keluhan sejumlah warga sekitar bandara  yang mengatakan salah satu salah satu pemicu mudahnya kawasan pemukiman masyarakat di belakang bandara karena jeleknya saluran air di sekitar kawasan bandara mendapat perhatian dari Anggota DPRD Kubu Raya, Suharso.

“Kalau memang analisa teknis dan temuan masyarakat yang berada di sekitar kawasan bandara terkait jeleknya saluran air itu benar, maka saya imbau agar pihak bandara bisa melakukan pengkajian ulang untuk memperbaikinya,” kata Suharso. Politisi Partai Golkar ini menegaskan, untuk mencari solusi terbaik dalam mengatasi banjir tersebut, pihaknya juga akan menggelar rapat internal komisi III DPRD Kubu Raya. Kalau memang diperlukan lanjutnya, tidak menutup kemungkinan pihak bandara juga akan dipanggil untuk meminta kejelasan.

“Kami akui bandara itu perusahaan negara yang independen dan sudah memliki aturan sendiri, namun kami harap kalau memang dilapangan ditemukan keluhan terkait saluran air disekitar bandara yang kian sempit dan sejenisnya  ini juga bisa mendapat perhatian,” pungkasnya. (ash)

Berita Terkait