Jangan Sibuk Mengumpulkan Harta

Jangan Sibuk Mengumpulkan Harta

Jumat, 18 December 2015 07:22   2,424

 Oleh: Uti Konsen.U.M.

“SESUNGGUHNYA pada siang hari engkau sangat sibuk dengan urusan – urusan yang panjang “ ( Al Muzammil ( 73 ): 7 ). Urusan apa ? Antara lain dijelaskan Allah “ Bermegah –megah telah melalaikan kamu. Sampai kamu masuk ke dalam kubur. Sekali-kali tidak ! Kamu akan mengetahui  akibat perbuatanmu itu . . . “ ( At-Takasur ( 102 ) : 1-3 ).
Maksudnya bermegah–megahan dalam soal banyak anak, harta, pengikut, kemuliaan dan sebagainya, telah melalaikan kamu dari ketataatan kepada Allah ( Qur’an Tajwid Dan Terjemah oleh Maghfirah Pustaka ).  Nabi Isa Alaihi salam pernah mengingatkan “ Mencintai Dunia itu ibarat meminum air laut (asin ), kian diminum kian bertambah haus.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi dalam satu hadisnya menerangkan kurang lebih “ Apabila seorang hamba telah menemukan selembah yang penuh dengan emas, dia akan menginginkan lembah yang kedua, setelah terpenuhi dia menginginkan lembah emas yang ketiga, demikian seterusnya “.
Dalam hadis yang diriwayatkan oleh imam Muslim, Nabi Shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda “ Barangsiapa yang bangun di pagi hari dan hanya dunia yang dipikirkannya, sehingga seolah – olah ia tidak melihak hak Allah dalam dirinya, maka Allah akan menamkan 4 macam penyakit kepadanya : Pertama, Kebingungan yang tiada putus-putusnya. Kedua, Kesibukan yang tidak pernah jelas akhirnya.Ketiga, kebutuhan yang tidak pernah merasa terpenuhi dan yang ke empat, Khayalan yang tidak berujung wujudnya “.
Sedangkan visi dan misi hidup kita di dunia yang sementara dan teramat singkat ini ditegaskan Allah Subhanahu wata’ala dalam surah Az-Zariyat 56 “ Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.”
Ada seorang santri berguru kepada seorang ulama. Selang beberapa lama, saat ia ingin melanjutkan belajar ke guru yang lain, sang ulama itu berpesan “ Jangan tinggalkan membaca Alquran . Sebab semakin banyak engkau membaca Alquran semakin mudah segala urusanmu “. Sudah menjadi kelajiman para santri di zaman dahulu, apa pun petuah atau pesan dari gurunya, selalu mereka ta’ati .Dia pun mengikutinya. Dia mulai merutinkan membaca satu juz setiap  hari, kemudian ditingkatkan  menjadi tiga juz, dan akhirnya karena makin merasa asyik dan nikmat ,maka dia mampu membaca sepuluh juz setiap hari. Subhanallah. Tanpa ia sadari, aneh tapi nyata dia pun merasakan kemudahan dalam setiap urusannya. Terbukti kebenaran uacapan sang gurunya itu. Waktu terasa kian bekah. Apa maksudnya ?. “ Bisa melakukan banyak hal dalam waktu sedikit “. Itulah berkah Alquran. Alquran membuat kita mudah mengefektifkan manajemen waktu. Bukan kita yang mengatur waktu, tapi Allah Subhanahu wata’ala. Padahal menurut teori, orang yang membaca Alquran akan menghabiskan banyak waktu. Dan tentu akan mengurangi jatah kegiatan lain bukan ?.Tapi Subhanallah, Allah Subhanahu wata’ala yang membuat waktunya itu jadi berkah. Hingga menjadi begitu efektif. Hidup pun efektif. Dan Allah akan mencurahkan banyak berkah dan kebaikan pada kita karena Alquran. Salah satu berkahnya adalah membuka pintu kebaikan, membuka kesempatan untuk beramal saleh berikutnya. Jagalah Allah, maka Allah akan menjagamu.Dan sebaliknya waktu yang selalu sibuk sehingga hanya habis untuk urusan dunia, bisa jadi itu adalah tandanya ada yang salah dalam hidup kita.
Terkait dengan kesibukan membaca Alquran itu, Allah Ta’ala berfirman dalam satu hadis qudsi “ Barangsiapa yang disibukkan dengan membaca Alquran dan menyebut nama-Ku sehingga tidak sempat meminta kepada-Ku, maka Aku berikan kepadanya sebaik-baik pemberian yang Aku berikan kepada orang – orang yang meminta. Keutamaan kalam Allah atas perkataan lainnya adalah seperti keutamaan Allah atas makhluk-Nya “ ( HR.Turmudzi ). Kemudian dalam hadis qudsi yang lain, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi bersabda bahwa Allah Azza Wajalla berfirman “ Hai anak Adam, luangkan waktu untuk beribadah kepada-Ku, niscaya Aku penuhi dadamu dengan kekayaan dan Aku menghindarkan kamu dari kemeleratan.Kalau tidak, Aku penuhi tanganmu dengan kesibukan kerja dan Aku tidak menghindarkan kamu dari kemelaratan “ ( HR.Turmudzi dan Ibnu Majah ).
Di antara contoh. Usman bin Affan Radhiayyalahu ‘Anhu, khalifah ketiga, konglomerat di zaman Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam, dalam hal membaca Alquran, di siang hari satu kali khatam dan di malam hari, juga satu kali khatam. Yang menonjol aktivitas kesehariannya, adalah ibadahnya dan  bukan bagaimana beliau memenej usahanya. Terbukti kebenaran janji Allah Subhanahu wata’ala dalam surah Az-Zariyat 22 “ Wafissamaaa I rizqukum wamaa tu ‘adun “. (Dan di langit terdapat sebab-sebab rezekimu dan terdapat pula apa yang dijanjikan kepadamu). Wallahu’alam.

 

Uti Konsen