Jangan Sepelekan Suara Serak

Jangan Sepelekan Suara Serak

  Jumat, 1 July 2016 09:51

Berita Terkait

Suara tiba-tiba berubah menjadi serak? Keadaan ini tentu membuat seseorang menjadi tak nyaman. Bicara pun terganggu. Hal ini jangan dianggap sepele. Selain infeksi, suara serak bisa dikarenakan tumor. Bahkan pada kondisi akut, bisa menyebabkan kehilangan suara.

Oleh : Marsita Riandini

Suara bisa menjadi serak kapan saja. Penyebab suara serak pun beragam. Suara serak dihasilkan oleh laring, yang didalamnya terdapat pita suara. 

“Suara serak atau Hoarseness atau bahasa medisnya Dysfonia merupakan keadaan dimana suara berkurang kualitas dan kuantitasnya,” ujar dokter spesialis THT, dr. Eva Nurfarihah, Sp. THT-KL, M. Kes kepada For Her.

Dokter di Rumah Sakit Mitra Medika Pontianak ini menjelaskan penyebab suara menjadi serak bermacam-macam. Bisa dikarenakan kelelahan pita suara akibat penggunaan yang berlebihan, bersuara lebih keras dari biasanya, dan terus menerus. Profesi yang rentan mengalami suara serak seperti guru SD, penyanyi, penceramah, customer service, dan profesi lainnya yang lebih banyak bekerja dengan suara. 

“Pada guru SD misalnya, karena harus berbicara dengan suara keras dan berulang-ulang dalam beberapa jam setiap hari. Ini berpengaruh pada stabilitas suaranya,” kata Eva.

Pada penyanyi profesional, lanjutnya, sering juga ditemukan benjolan atau nodul dipita suaranya. Bila mengalami seperti ini penderita wajib istirahat bicara, puasa bicara atau mengurangi produksi suaranya. 

“Untuk pemulihan dapat dibantu dengan melembapkan daerah laring. Salah satu caranya banyak minum agar daerah pita suara lembap tidak kering,” jelas Eva.

Suara serak juga bisa diakibatkan oleh infeksi akut. Keluhan suara serak dapat disertai dengan demam dan batuk pilek. Bisa juga karena infeksi kronis atau sudah lama.  Salah satunya infeksi karena tuberculosis. Infeksi kronis atau menahun seperti tuberculosis selain menyerang paru-paru juga ternyata dapat menyerang laring, saluran nafas bagian pita suaranya. 

“Keluhan TBC laring ini bisa bersamaan dengan TBC paru-paru atau hanya TBC paru-paru saja atau TBC laring saja. Dokter THT biasanya mengetahui adanya TBC pada Laring setelah melakukan serangkaian pemeriksaan,” paparnya. 

Pasien mengeluh suara serak yang makin lama bertambah parah sebaiknya diatasi dengan puasa bicara. Selain itu juga mengurangi makanan berminyak, pedas atau minum es. 

“Pada infeksi akut, selain banyak minum untuk melembapkan daerah pita suara, juga mengurangi makanan yang menambah berat proses infeksi seperti gorengan berminyak, makanan pedas dan minum es,” ulasnya yang menambahkan keluhan serak yang memberat itu juga kerap disertai adanya penurunan berat badan.

Pada pemeriksaan di pita suara dengan alat laryngoscope atau laringoskop, dokter THT biasanya akan menemukan kelainan di laring berupa benjolan. Bila dilakukan biopsi dan pemeriksaan di bawah mikroskop ternyata hasilnya TBC. 

“Pengobatannya hampir sama dengan TBC paru. Minum obat selama enam bulan setiap hari. Bila selesai pengobatan benjolan tersebut akan hilang dan suara pun kembali normal. Seperti TBC yang lain, perlu diwaspadai yang kontak erat dengan penderita bisa tertular,” ungkap Eva.

Selain infeksi, benjolan atau ada daging tumbuh di daerah laring bisa dikarenakan tumor. Tumor ini bisa seperti papilloma laryng maupun tumor ganas. “Pada tumor keluhan dapat disertai sesak yang bertambah berat sehingga sulit bernafas, dan makin lama juga kesulitan makan dan minum,” ujar Eva. 

Keluhan dapat disertai benjolan di tempat lain seperti di leher. Adanya benjolan di leher menandakan tumor sudah mulai menyebar pertumbuhannya. Penyebab tumor yang paling sering adalah rokok dan minum alkohol. 

“Dokter THT juga akan melakukan biopsi untuk menentukan diagnosis yang tepat. Dan ini sangat penting karena menentukan pengobatan yang diberikan apakah operasi, kemoterapi, radioterapi atau kombinasi ke tiganya,” kata Eva.

Iritasi lambung bisa memicu terjadinya suara serak. Keluhan akibat asam lambung yang tinggi bukan hanya menyerang di lambung yang menyebabkan maag atau gastritis saja. Asam lambung juga bisa naik ke daerah laring mengiritasi pita suara. Penyebab naiknya asam lambung bisa dikarenakan stress banyak pikiran dan banyak pekerjaan yang disertai kebiasaan makan yang tidak teratur. Selain itu juga bisa dikarenakan sering mengonsumsi makanan minuman yang menyebabkan naiknya produksi asam lambung. 

“Misalnya kopi, teh, soda, alkohol, coklat, makanan berminyak, berlemak dan pedas,” pungkasnya yang menyarankan segera berobat ke dokter jika terdapat keluhan keluhan suara serak berlarut-larut, apalagi disertai demam dan batuk pilek. **

Berita Terkait